• March 20, 2026
Piala Presiden 2017: Munculnya Mentalitas Tim Turnamen

Piala Presiden 2017: Munculnya Mentalitas Tim Turnamen

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Persipura Jayapura yang digadang-gadang menggila di turnamen ini justru harus tumbang di babak pertama.

JAKARTA, Indonesia — Piala Presiden 2017 menyelesaikan babak penyisihan grup pada Minggu 19 Februari. Ada 8 tim yang lolos ke babak perempat final. Sejumlah nama besar sangat sial karena kalah di babak pertama.

Salah satu tim besar yang secara mengejutkan tumbang adalah Persipura Jayapura. Mereka kalah bersaing dengan tim-tim yang seharusnya bisa mereka atasi seperti PSS Sleman, Persegres Gresik, dan Mitra Kukar.

Mitra Kukar bisa menjadi kendala serius. Namun mereka harus mengatasi PSS Sleman dan Persegres Gresik. Tahun lalu, kedua tim hanya mengikuti Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Berbeda dengan Persipura yang tak hanya tampil di ISC A tapi juga juara.

Setidaknya, jika gagal lolos, Persipura bisa memanfaatkan slot tiga penerus terbaik. Faktanya, mereka tumbang setelah hanya mendapat 4 poin; satu kali imbang, satu kali kalah, dan satu kali menang di Grup 1. Koleksi gol mereka pun tak ada yang istimewa; mencetak 2 gol dan kebobolan jumlah gol yang sama.

Hasil buruk tersebut memunculkan wacana penilaian terhadap pelatih Angel Alfredo Vera. Namun, kemungkinan besar suara-suara yang bertentangan tersebut tidak terlalu serius; tidak berujung pada pemecatan Alfredo Vera.

Pasalnya, Piala Presiden masih sebatas persiapan. “Lebih baik kami menerima kekalahan seperti ini. “Kita bisa evaluasi apa saja kekurangannya,” kata Vera.

Tim lain yang secara mengejutkan tumbang adalah PSM Makassar. Tim Juku Eja bekerja sama tuan rumah Persib Bandung, Persela Lamongan dan Persiba Balikpapan. PSM kalah bersaing memperebutkan slot penerus terbaik

Apa penyebabnya? Pelatih Robert Rene Albert mengakui turnamen pramusim bukanlah ajang serius. Mereka tidak mengejar gelar. Ia sebenarnya fokus pada perkembangan permainan tim. Pasalnya Liga 1 akan jauh lebih melelahkan dan kompleks dibandingkan turnamen seperti Piala Presiden.

“Pandangannya harus diubah. Jangan lihat prestasinya, tapi bagaimana tim berkembang dari pertandingan ke pertandingan. “Inilah yang kami lakukan,” kata Rene.

Ia menjelaskan, timnya lebih nyaman melakukan persiapan yang fokus, ketimbang menjalani laga yang memberi tekanan pada pemain, seperti Piala Presiden.

Kegagalan di turnamen ini akan menjatuhkan mereka. Untuk itu, ia lebih memilih tim menggelar uji coba rutin.

“Kami sekarang akan fokus mempersiapkan tim untuk Liga 1. Mungkin akan ada beberapa pertandingan,” ujarnya.

Bagaimana dengan 8 tim yang lolos ke babak tersebut menyerang?

Delapan tim yang lolos merupakan 5 juara grup seperti Mitra Kukar, Arema FC, Pusamania Borneo FC, Persib Bandung, dan Semen Padang. Sementara itu, slot tiga penerus Madura United, Sriwijaya FC dan Bhayangkara FC menjadi juara terbaik.

Dari nama-nama tersebut, Mitra Kukar menunjukkan jati dirinya sebagai tim turnamen. Mereka dipastikan lolos dari grup 1 usai menyingkirkan Persipura.

Naga Mekes diyakini bakal melangkah lebih jauh karena mental mereka sebagai juara turnamen sudah kembali muncul, seperti saat menjuarai Piala Jenderal Sudirman 2016 lalu.

Tak hanya Mitra Kukar, Arema FC dan Persib Bandung juga menunjukkan tajinya di turnamen tersebut. Sebelum mengikuti Piala Presiden 2017, Maung Bandung merupakan juara Piala Presiden 2015. Begitu pula dengan Arema FC yang menjadi juara Piala Bhayangkara 2016 setelah mengalahkan Persib di final.

Juara turnamen juga turut diunggulkan oleh Bhayangkara FC. Tim yang dipimpin Evan Dimas ini belum pernah menjuarai turnamen apa pun. Namun, mereka konsisten selalu lolos dari babak penyisihan grup. Menarik untuk melihat sejauh mana mereka bisa bersaing di antara para raksasa.—Rappler.com

BACA JUGA:

pengeluaran hk