5 prestasi di bidang infrastruktur
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia — Presiden Joko “Jokowi’ Widodo jarang sekali mengeluh. Namun, pria asal Solo ini menyampaikan keluh kesahnya ke LKBN Antara pada Senin 16 Oktober.
Keluhannya bukan pada situasi politik yang mulai memanas menjelang Pilkada Serentak 2018 atau soal reklamasi Teluk Jakarta yang masih menjadi kontroversi, melainkan waktu yang menurutnya berjalan terlalu cepat.
Tiba-tiba sudah tiga tahun, kata Presiden Jokowi dalam wawancara khusus dengan LKBN Antara menyambut tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 16 Oktober 2017.
Sejatinya, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla baru akan memimpin Indonesia selama tiga tahun pada Jumat, 20 Oktober 2017. Tentu saja, tiga tahun bukanlah waktu yang lama bagi sebuah pemerintahan.
Namun dalam waktu singkat, Jokowi dan Jusuf Kalla cukup melakukan gebrakan. Salah satu yang paling ‘fenomenal’ adalah pembangunan infrastruktur.
Proyek infrastruktur yang ‘ambisius’ sedang berlangsung di beberapa daerah, terutama di wilayah timur Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat, serta Papua.
Misalnya di Kalimantan ada 24 proyek infrastruktur, di Sulawesi ada 27 proyek, lalu di Maluku dan Papua ada sekitar 13 proyek, baik berupa bendungan, pelabuhan, bandara, hingga pembangkit listrik.
Menurut Jokowi, pembangunan infrastruktur digenjot agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih merata. “Sepertinya pembangunan yang berkeadilan akan mulai terlihat pada tahun depan,” ujarnya.
Berikut lima proyek infrastruktur yang telah dibangun pemerintahan Jokowi-JK dan merupakan:
Jalan
Dalam tiga tahun terakhir, pemerintahan Jokowi-JK telah membangun jalan baru sepanjang 2.623 kilometer (km). Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H. Sumadilaga.
Danis menjelaskan, pada tahun 2015 terdapat 1.286 km jalan baru yang dibangun. Setahun kemudian yakni 2016, pemerintah berhasil membangun 559 km. Dan tahun ini dibangun jalan baru sepanjang 778 km.
Jadi total panjang jalan baru yang dibangun adalah 2.623 km. Sekitar 2.000 km di antaranya merupakan jalan perbatasan yang dibangun di ujung terluar dan terpencil negara tersebut.
“Paling banyak adalah jalan perbatasan Kalimantan, Papua, hingga perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pulau Timor,” kata Danis, Selasa, 17 Oktober 2017 di Kantor Staf Presiden (PSO).
Tahun depan, pemerintah menargetkan 1.071 km jalan baru dan 1.120 km pada 2019. Dengan demikian, total pembangunan jalan baru di era Jokowi-JK diharapkan mencapai 4.814 km.
jalan tol
Selain jalan baru yang sebagian besar dibangun di titik luar dan dalam, pemerintahan Jokowi-JK juga menaruh perhatian pada jalan tol.
Hal ini terlihat dari capaian pembangunan jalan tol yang mencapai 568 km selama tiga tahun terakhir, terbagi menjadi 132 km pada tahun 2015, 44 km pada tahun 2016, dan sisanya 392 km pada tahun ini.
Pemerintah bahkan menargetkan pembangunan jalan tol mencapai 1.851 km pada tahun 2019.
Bendungan
Infrastruktur lain yang mendapat perhatian serius Jokowi-JK adalah bendungan. Dalam tiga tahun pemerintahannya, Jokowi-JK menyelesaikan pembangunan 9 bendungan.
Sedangkan 30 bendungan lainnya masih dalam tahap pembangunan hingga tahun ini. Jokowi berharap pemerintahannya bisa membangun 100 bendungan pada tahun 2019, terdiri dari 70 bendungan baru dan 30 bendungan lanjutan.
Bendungan yang dibangun dalam tiga tahun terakhir ini akan menambah luas layanan irigasi waduk dari semula 761,54 hektar (ha) menjadi 859,62 ha.
“Tetapi setelah bendungan ini, target yang juga harus dikejar adalah irigasi. Saat ini luasnya 529 ribu hektare, dalam setahun masih tersisa kurang lebih 350 ribu hektare, kata Danis.
Menjembatani
Pada awal pemerintahannya, Presiden Jokowi-JK menargetkan pembangunan jembatan sepanjang 29.859 meter pada tahun 2019. Kini memasuki tahun ketiga, jembatan sepanjang 25.149 meter telah berhasil dibangun.
Jembatan baru tersebut antara lain Jembatan Tayan di Kalimantan Barat, Jembatan Merah Putih di Ambon, Jembatan Soekarno di Manado, Jembatan Teluk Kendari di Sulawesi Utara, dan Holtekamp di Jayapura.
Cara baru transportasi massal
Selain membangun jalan raya dan tol, pemerintahan Jokowi-JK juga membangun transportasi massal jenis baru, yakni. Transit Kereta Ringan (LRT) Jabodebek dan Palembang, Moda Raya terpadu (MRT) Jakarta.
Selain itu, dalam tiga tahun terakhir, pemerintah juga membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, dan Kereta Api Antara Soekarno- Terminal Bandara Hatta atau SkyTrain.
Moda transportasi massal ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah kemacetan yang masih mewabah di kota-kota besar. —Rappler.com