Berita hari ini: Jumat, 11 Agustus 2017
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Perkembangan berita terkini yang perlu Anda ketahui
Halo pembaca Rappler!
Pantau terus halaman ini untuk mengetahui update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Jumat, 11 Agustus 2017.
Panglima TNI Gatot Nurmantyo meminta maaf atas kelakuan aparat TNI yang memukul petugas polisi lalu lintas di Pekanbaru, Riau. Dia berjanji personel TNI tersebut akan tetap diproses secara hukum.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, perwira TNI tersebut mengalami gangguan jiwa. Oleh karena itu, ia menjalani perawatan medis di rumah sakit jiwa di Pekanbaru.
Atas kejadian ini saya mohon maaf dan anggotanya kini ditahan di Riau, kata Gatot.
Ia bahkan meminta kepada media di Riau untuk mengecek langsung rumah sakit jiwa yang saat ini sedang melakukan rawat jalan bagi anggotanya.
Namun, Gatot menjelaskan, TNI tidak bisa serta merta memecat anggota yang menabrak personel polisi lalu lintas tersebut. Sebab proses hukumnya harus dilalui terlebih dahulu. Selain itu, ia menderita penyakit mental.
“Sudah diproses, tapi dia sakit jiwa. Nanti undang-undang yang menentukan caranya. TNI tidak akan memberhentikan atau memecat anggotanya tanpa proses hukum, ujarnya. Baca selengkapnya Di Sini.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan izin impor garam kepada BUMN, PT Garam (Persero) untuk mengimpor garam sebanyak 75 ribu ton. Impor dilakukan untuk mengatasi kelangkaan yang menyebabkan harga bumbu dapur meroket.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, hingga Kamis, sebanyak 25 ribu ton dari kuota 75 ribu ton garam masuk ke Indonesia. Garam dari Australia tersebut masuk melalui pelabuhan Ciwandan di Banten.
“Garam impor masuk sesuai jadwal. Kamis pagi 25 ribu ton di (Pelabuhan) Ciwandan, kata Oke di kantornya.
Impor yang masuk rencananya akan digunakan untuk memenuhi kekurangan garam meja yang diproduksi pada bulan Juli dan Agustus, seiring banyaknya sentra penghasil garam yang gagal panen akibat musim kemarau basah. Berdasarkan catatan Oke, produksi pada Juli lalu hanya tersisa sekitar 6 ribu ton. Artinya, jika ditambah 75 ribu ton garam impor, masih cukup banyak ruang yang bisa diisi oleh sentra garam lokal. Baca selengkapnya Di Sini.
DPR berencana membangun apartemen untuk ditinggali seluruh anggotanya. Rencananya apartemen tersebut akan dibangun di kawasan eks Taman Ria Senayan.
Menurut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, pembangunan apartemen tersebut saat ini dalam tahap desain penataan di kawasan kompleks parlemen.
“Mungkin paketnya (pembangunannya) mulai 2018,” kata Fahri di ruang kerjanya.
Dijelaskannya, rencana pembangunan tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2015 dan masuk dalam program prioritas. Saat itu anggarannya mencapai Rp 1,6 triliun dengan dana multiyears. Pada tahun 2016, DPR mendapat dana penataan sekitar Rp564 miliar.
“Sebagian untuk perencanaan biaya studi dan bisa digunakan untuk pengembangan,” ujarnya.
Dana pembangunan apartemen anggota DPR masuk dalam usulan anggaran DPR tahun 2018. Sejak April lalu, DPR mengusulkan penambahan anggaran hingga Rp7,25 triliun atau meningkat 70 persen. Sedangkan menurut Fahri, pemerintah hanya menyetujui Rp5,7 triliun.
Lalu apa permasalahan perumahan anggota DPR di kawasan Kalibata? Menurut Fahri, lokasinya terlalu jauh dari Gedung DPR, mencapai 8 kilometer.
Baca selengkapnya Di Sini.
– Rappler.com