• February 8, 2026
Efek yang terjadi jika Anda mengonsumsi makanan kadaluwarsa

Efek yang terjadi jika Anda mengonsumsi makanan kadaluwarsa

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Jika kualitas makanan atau minuman buruk, dampaknya akan langsung terlihat

JAKARTA, Indonesia – Meningkatnya kasus produsen pangan yang menggunakan bahan kadaluarsa yang beredar saat ini tak pelak membuat masyarakat was-was dan semakin berhati-hati dalam mengonsumsi pangan.

Namun pada umumnya masyarakat tidak selalu mewaspadai tanda-tanda makanan yang menggunakan bahan kadaluwarsa. Apalagi jika produk makanan tersebut tersedia di restoran dan rumah makan yang jelas-jelas tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa pada produknya.

Lalu apa sebenarnya dampak konsumsi makanan kadaluwarsa bagi seseorang dan bagaimana cara mengenali makanan kadaluwarsa? Pakar diet dan fisiologi, dr. Grace Judio-Kahl dari Lighthouse Indonesia Clinic menjawab pertanyaan tersebut.

Menurut Grace, yang terpenting adalah memahami terlebih dahulu pengertian kadaluarsa. Biasanya tanggal tersebut didasarkan pada jangka waktu yang ditetapkan oleh produsen sebagai antisipasi terhadap penurunan kualitas makanan atau minuman yang diproduksinya, kata Grace saat dihubungi Rappler.

“Dalam menetapkan tanggal kadaluarsa, produsen biasanya melakukan serangkaian pengujian, melihat perubahan fisik, bau, dan jumlah bakteri yang berkembang. Pabrikan akan mengambil tanggal atau menetapkan jangka waktu sebelum batas maksimum. Misalnya, jika pada tahun kedua ternyata kualitasnya sangat buruk, maka mereka akan memilih tanggal kadaluwarsa pada tahun pertama hanya dari tanggal produksi.”

Jadi, jika kualitas makanan atau minumannya buruk, dampaknya akan langsung terlihat. Hal yang paling mengkhawatirkan dari makanan kadaluwarsa adalah tumbuhnya bakteri.

“Bakteri pada makanan kadaluarsa dapat menimbulkan dampak seperti keracunan makanan yaitu diare, demam, kejang, dan muntah-muntah,” jelas Grace.

Menurut Grace lagi, tepatnya pada tanggal kadaluwarsa tersebut, kualitas produk masih terjamin oleh produsen. Namun setelah tanggal tersebut, kualitasnya tidak dapat dijamin lagi.

“Tanda-tandanya bisa berupa perubahan warna, berkurangnya kerenyahan, atau makanan menjadi lebih kering. Perhatikan perubahan tersebut jika Anda ingin mencermati makanan atau minuman yang akan Anda konsumsi. Yang perlu diperhatikan adalah jika terjadi perubahan rasa biasanya terjadi pertumbuhan bakteri. Itu bisa berdampak pada kesehatan tubuh.”

Namun sebenarnya tanggal kadaluwarsa bukanlah ukuran pasti apakah suatu produk makanan atau minuman dapat dikonsumsi dan berbahaya bagi tubuh. “Bahkan satu bulan tujuh hari setelah tanggal kadaluarsa, belum tentu bakteri akan berkembang. “Tetapi sebaiknya dikonsumsi sebelum tanggal tersebut,” kata Grace.

Jika sudah melewati tanggal kadaluarsa, bakteri akan menggunakan protein dan karbohidrat sebagai makanannya, selain menurunkan rasa dan kualitasnya. Hal inilah yang menyebabkan munculnya gas. Efek dari gas ini menyebabkan kemasan makanan atau minuman membengkak atau berbusa, dapat juga terjadi busa dan perubahan rasa seperti alkohol.

Yang jelas, kata Grace, efek dari makanan kadaluarsa akan terjadi pada saat itu juga. Gejalanya meliputi keracunan makanan, mual, muntah, diare, kejang, dan demam.

“Jika pada hari itu atau keesokan harinya tidak terjadi apa-apa, berarti makanan atau minuman tersebut mungkin tidak berkembang bakterinya dan masih aman dikonsumsi. Jika terdapat tanda-tanda tersebut, penanganan medis bisa segera dilakukan. “Tindakannya bisa disesuaikan dengan gejalanya,” ujarnya.-Rappler.com

Keluaran Hongkong