• March 22, 2026

Apa yang tidak bisa kamu lakukan setelah menonton ‘Finding Dory’?

Ini adalah ringkasan buatan AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteks, selalu merujuk ke artikel lengkap.

Film ‘Finding Dory’ dapat meningkatkan permintaan ikan blue tang. Mengapa ikan ini tidak cocok untuk hiasan di rumah Anda?

JAKARTA, Indonesia — Siapa yang tidak senang melihat Dory, si ikan biru bersirip kuning yang menjadi pemeran utama dalam film terbaru Disney, Mencari Dory?

Sifatnya yang manis dan pelupa, serta kemampuannya berbicara bahasa paus, pasti akan membuat anak-anak ingin berinteraksi langsung dengan ikan jenis ini. tang biru betina ini.

Hal ini menjadi perhatian para peneliti dan ahli biologi kelautan. Mereka khawatir jika film tersebut Mencari Dory berdampak pada ekosistem laut. Mengapa demikian?

Belajar dari ‘Finding Nemo’

Ketakutan para peneliti bukannya tidak berdasar. Mereka belajar dari film pendahulu Dory, yaitu Mencari Nemo. Dalam film ini, penonton dihibur dengan petualangan Marlin, seorang nelayan badut dewasa, yang mengarungi lautan untuk menyelamatkan putranya, Nemo.

Setelah film ini premier pada tahun 2003, permintaan ikan badut juga melonjak hingga 40 persen. Karena sulit berkembang biak di penangkaran, para pedagang pun berusaha mencari Nemo hingga ke perairan karang.

Akibatnya, ekosistem karang dan anemon hancur – jumlah ikan badut juga berkurang drastis. Ternyata, kejadian serupa juga mengancam ikan tersebut tang biru

“Kami telah melihat seseorang mulai menawarkan ikan tang biru kepada orang-orang bahkan sebelum filmnya keluar,” kata ahli biologi kelautan, Rene Umberger dari Pusat Keanekaragaman HayatiAmerika Serikat.

Tidak bisa dibiakkan

Berbeda dengan ikan badut yang berukuran kecil dan kini bisa dikembangbiakkan untuk tujuan komersial, ikan ini tang biru hanya bisa berkembang biak di alam liar. Jadi, ketika permintaan meningkat, berarti para pedagang harus mengambil lebih banyak stok dari habitat aslinya.

Yang membuat marah Umberger adalah penggunaan bom potasium dan sianida untuk menangkap ikan ini. Tidak hanya merusak karang dan mencemari air, ikan juga tidak akan bertahan lama saat dipindahkan ke rumah pembeli. Total populasi dianggap berkurang setengahnya.

Selain itu, meski hanya berukuran sekitar 5 sentimeter saat dijual, sebenarnya mereka adalah ikan tang biru bisa tumbuh hingga 24 sentimeter lebih saat dewasa. Menurut Umberger, ikan ini tidak cocok dipelihara di akuarium.

“Mereka biasa berenang di sekitar karang dengan home range yang luas. Untuk akuarium, harus menampung 180 galon air, atau seukuran sofa kecil, ”kata Umberger.

Tentu tidak semua rumah bisa memenuhi persyaratan tersebut.

Ikan tang biru juga cenderung agresif dan tidak dapat dipelihara dengan spesies lain.

Mungkin tidak banyak orang yang tahu ikan itu tang biru memiliki tulang belakang yang tajam di mana sirip ekor bergabung dengan tubuh. Sangat tajam, bahkan bisa melukai jari seseorang.

Umberger menjelaskan, mereka menggunakan tulang tajam tersebut saat bertanding untuk menentukan dominasi. “Mereka saling menikam dan yang lainnya,” katanya.

Peringatan Disney

Menghadapi kritik semacam ini, Disney pun merilis peringatan kepada penonton tentang jenis-jenis ikan yang boleh—dan tidak boleh—dipelihara di rumah. Biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit.

Dory asli diperkirakan seharga Rp 150 ribu, bahkan mungkin lebih. Sedangkan akuarium raksasa sebagai tempat tinggal, lengkap dengan air laut, oksigen dan perintis lainnya, tentunya bisa menghabiskan biaya lebih dari Rp 15 juta.

Film Mencari Dory di pekan perdananya, langsung meraup untung US$136,2 juta atau sekitar Rp1,8 triliun. Namun, uang pasti membanjiri tim produksi film, bukan penonton.

Jadi, apakah Anda masih ingin memelihara ikan? tang biru? Ikan ini tidak terlihat semanis dan polos seperti Dory di film. —Rappler.com

BACA JUGA:

Keluaran HK Hari Ini