• May 25, 2026

5 hal tentang mendayung di Olimpiade

JAKARTA, Indonesia – Atlet dayung Indonesia akan berlaga di nomor scull tunggal putra pada Sabtu, 6 Agustus pukul 18.30 WIB. Kemudian, satu jam kemudian, adalah pertandingan tunggal putri.

Mendayung dipertandingkan di semua Pertandingan Olimpiade modern, kecuali Pertandingan Olimpiade pertama di Athena pada tahun 1896, ketika acara dayung dibatalkan karena cuaca buruk.

Bagaimana cara menentukan pemenang dalam olahraga dayung? Siapa atlet dayung favorit di Olimpiade Rio 2016? Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang mendayung:

Indonesia mengirimkan dua atlet

Indonesia mengirimkan dua atlet dayung ke Olimpiade Rio, yakni Dewi Yuliawati yang berlaga di scull putri dan La Memo yang berlaga di scull tunggal putra.

Sejumlah prestasi telah diraih La Memo, yakni meraih satu medali perunggu di Kejuaraan Dayung Asia-Oseania 2016, dua medali emas di SEA Games 2015, dan satu perunggu di SEA Games 2013. Memo juga berada di urutan ke-27 di Kejuaraan Dunia 2014 dan ke-32 di Kejuaraan Dunia. 2015.

Selain itu, Memo merupakan atlet putra pertama yang mewakili Indonesia di cabang olahraga dayung di Olimpiade.

Sedangkan Dewi berhasil menempati posisi keenam pada Kejuaraan Dayung Asia-Oceanic 2016 dan meraih medali perak pada Kejuaraan Asia 2015, serta peringkat 26 pada Kejuaraan Dunia 2015.

Aturan Mendayung di Olimpiade

Mendayung pertama kali menjadi olahraga Olimpiade di Olimpiade Paris 1900.

Aturannya sederhana, mendayung perahu sejauh 2000 meter. Kapal tercepat yang melewati garis finis adalah pemenangnya.

Ada dua cara mendayung, yaitu mendayung atau mendayung dengan dua dayung, dan mendayung atau mendayung dengan kedua tangan memegang salah satu dayung.

Setiap perahu memiliki bola karet berdiameter empat cm untuk meminimalkan kerusakan jika terjadi benturan.

Kapal satu lambung memiliki berat 14 kg dan panjang 8,2 m.

Kapal berlambung ganda memiliki berat 27 kg dan panjang 10,4 m.

Quadripleg memiliki berat 52 kg dan panjang 13,4 m.

Panjang dayung untuk setiap kategori tengkorak mencapai 2,92 m, sedangkan setiap kategori cambuk memiliki panjang dayung hingga 3,78 m.

Perahu pasangan tanpa kopling berukuran seperti perahu lambung ganda.

Sedangkan rudderless quad memiliki bobot 50 kg dan panjang 1,4 m.

Delapan kapal tanpa kemudi memiliki berat 96 kg dan panjang 19,9 m.

Pengelola atau juru mudi, adalah juru mudi yang bertanggung jawab mengarahkan perahu dan mengkoordinasikan tenaga dan irama para pendayung.

Cox biasanya kecil, terutama karena berat badan sangat penting dalam olahraga ini yang mengutamakan kecepatan. Namun, ada batasan berat minimal untuk juru masak, yaitu 50 kg untuk perempuan dan 55 kg untuk laki-laki.

Hingga tahun 1992, kategori scull empat dan dua dapat menggunakan cox atau tidak. Namun kemudian, Komite Olimpiade Internasional memutuskan bahwa hanya kategori untuk delapan pendayung yang akan menggunakan cox.

Peraih medali terbanyak dalam sejarah Olimpiade

Sepanjang sejarah, atlet dayung peraih medali Olimpiade terbanyak adalah Elisabeta Lipa dari Rumania, dengan total delapan medali. Dia memenangkan medali emas di Olimpiade Los Angeles 1984, Olimpiade Atlanta 1996, Olimpiade Sydney 2000, dan Olimpiade Athena 2004. Lipa juga meraih medali perak dan perunggu di Olimpiade Seoul 1988, serta emas dan perak di Olimpiade Barcelona 1992.

Sementara itu, pedayung putra peraih medali Olimpiade terbanyak adalah Steven Redgrave dari Inggris Raya, dengan total enam medali. Ia meraih perunggu di Olimpiade Seoul 1988, dan emas di lima Olimpiade berturut-turut, yakni Olimpiade Los Angeles 1984, Olimpiade Seoul 1988, Olimpiade Barcelona 1992, Olimpiade Atlanta 1996, dan Olimpiade Sydney 2000.

Pada Olimpiade di Rio, 547 atlet dari 69 negara ikut serta dalam olahraga dayung. Biasanya negara-negara Eropa unggul dalam olahraga ini.

Pendayung terkemuka di Olimpiade Rio

Tim delapan baris putri Amerika Serikat telah memenangkan dua medali emas berturut-turut di Olimpiade Beijing 2008 dan 2012 London, serta 11 kejuaraan dunia berturut-turut.

Ondrej Synek (Republik Ceko) memenangkan medali perak di Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012 dalam kategori scull tunggal putra. Synek menargetkan medali emas di Olimpiade Rio 2016, tetapi peraih medali emas Olimpiade London Mahé Drysdale juga berkompetisi di Rio dan bertujuan untuk mempertahankan gelarnya.

Prestasi Atlet Dayung Indonesia di Olimpiade

Indonesia pertama kali mengirimkan atlet dayung ke Olimpiade pada 2004. Pada babak itu, Indonesia menurunkan Pere Koroba di kategori single scull putri. Ia berhasil mencapai final, meski Pere akhirnya berhenti di urutan ke-16.

Setelah itu, tidak ada lagi pedayung Indonesia yang lolos ke Olimpiade hingga La Memo dan Dewi Yuliawati lolos ke Olimpiade Rio 2016. – Rappler.com

BACA JUGA:

Hongkong Prize