Apa kepanjangan dari anak yatim?
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
“Apa yang akan terjadi bagi kita sebagai negara bagi orang-orang yang mungkin tidak mendapatkan ganti rugi dalam sistem yang ada?” tanya mantan presiden itu
MANILA, Filipina – Mantan Presiden Filipina Benigno Aquino III menyatakan keprihatinannya mengenai apa yang akan terjadi pada generasi warga Filipina yang menjadi yatim piatu akibat perang yang dilancarkan pemerintah saat ini terhadap narkoba.
“Dan Anda pasti bertanya-tanya tentang anak-anak yang Anda baca – anak-anak yang selamat dan apa yang mereka lihat. Apa yang terjadi pada mereka setelahnya? Apa yang terjadi pada mereka ketika mereka menginjak usia remaja, awal 20an?” kata Aquino dalam wawancara eksklusif dengan Maria Ressa dari Rappler, lebih dari setahun setelah dia lengser dari jabatannya.
Dia menambahkan: “Apa yang akan terjadi bagi kita sebagai negara yang masyarakatnya mungkin tidak mendapatkan ganti rugi dalam sistem yang ada?”
Saat ditanya soal pembunuhan terkait perang narkoba, termasuk dugaan pembunuhan di luar proses hukum (EJK) yang didanai atau dilakukan polisi, Aquino malah menceritakan anekdot tentang warga Kolombia yang kebetulan berteman dengan salah satu saudara perempuannya.
“Teman-teman mereka dari Kolombia mengatakan sesuatu: mengapa Anda meniru apa yang kami lakukan? Salah satu akibatnya adalah anak-anak, korban dari kedua belah pihak, pembunuhan di luar proses hukum kini menjadi dewasa dan dipenuhi dengan kebencian, kepahitan, kemarahan dan frustrasi,” kata Aquino kepada CEO dan Editor Eksekutif Rappler, Maria Ressa.
Perkiraan pemerintah menyebutkan jumlah anak yatim piatu akibat perang narkoba mencapai lebih dari 18.000 orang.
Kolombia telah menyaksikan perang selama satu dekade terhadap narkoba, yang oleh sebagian pihak – termasuk mantan presiden yang memimpin perang tersebut – disebut sebagai sebuah kegagalan. Negara ini kini memimpin upaya untuk meninjau kebijakan obat global.
Setahun keheningan
Tanggapan Aquino tidak sekeras tanggapan banyak anggota Partai Liberal, terutama mereka yang termasuk minoritas di kedua majelis Kongres.
Aquino, mantan ketua emeritus partai berkuasa, sebelumnya berjanji tidak akan mengomentari pemerintahan Duterte sampai setelah tahun pertamanya.
Penggantinya, Presiden Rodrigo Duterte, menang atas janji kampanyenya mengenai “perubahan.” Salah satu janji kampanyenya yang paling penting adalah memberantas obat-obatan terlarang di negara tersebut dalam waktu 3 sampai 6 bulan. Dia kemudian berjanji bahwa kampanyenya akan berdarah-darah.
Batas waktu tersebut telah diperpanjang hingga akhir masa jabatannya pada tahun 2022.
Perang Duterte terhadap narkoba memang populer namun kontroversial. Kritikus menuduh polisi Filipina menggunakan cara-cara ilegal atas nama perang narkoba.
Beberapa organisasi hak asasi manusia dan entitas media telah mendokumentasikan kasus-kasus di mana polisi diketahui mengeksekusi sendiri tersangka pelaku narkoba. (BACA: Dimana Perang Narkoba Dimulai)
Polisi bersikeras agar para tersangka “melawan (bertarung),” sehingga polisi perlu membalas. Banyak sekali kasus yang telah didokumentasikan untuk menunjukkan bahwa hal ini tidak benar.
Gambaran anggota keluarga – termasuk anak-anak – menangis atas kematian seorang kerabat yang diduga memiliki hubungan dengan obat-obatan terlarang adalah hal yang umum di kalangan masyarakat miskin, khususnya di Metro Manila.
Anak-anak sendiri telah menjadi korban perang narkoba yang tidak disengaja. Danica Mae, seorang anak berusia 5 tahun, meninggal pada bulan Agustus 2016 ketika orang-orang bersenjata tak dikenal menargetkan kakeknya di rumah mereka.
Kritikus mengatakan perang terhadap narkoba bertujuan untuk melawan masyarakat miskin. – Rappler.com