Diduga Bom, Benda Mencurigakan di Depan Gereja Katolik Samarinda Ternyata Petasan
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Kapolda Kaltim memerintahkan penggeledahan terhadap pelaku yang memasang bungkus plastik berisi petasan di area parkir gereja.
SAMARINDA, Indonesia – Pasca Gereja Ekumenis Samarinda dilanda serangan teroris bom molotov pada 13 November, ancaman serupa kini hampir menimpa Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus di Kecamatan Loa Janan Ilir, Kalimantan Timur. Pada Rabu, 28 Desember, Pendeta Yohanes Ola Keda Pr menemukan bungkusan plastik berwarna putih tergeletak di halaman rumahnya.
Khawatir bungkusan plastik itu berisi bom, Pendeta Yohanes menghubungi salah seorang umatnya yang berprofesi sebagai polisi, Brigadir Nicolau Purera. Polisi kemudian mendatangi kawasan pendeta bersama tim penjinak bom untuk memeriksa isi paket tersebut. Lokasi Markas Brimob dan gereja berdekatan, artinya aparat keamanan tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 Wita.
Kronologi penemuan (benda diduga bom) karena anggota kami yang juga anggota paroki (Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus) dihubungi oleh pastor. Beliau menginformasikan kepada kami bahwa ada benda mencurigakan di rumahnya. Kemudian kami langsung menghubungi Brimob dan bersama-sama kami menuju TKP, Kapolresta Samarinda, 8 Desember, pada 28 Desember.
Banyaknya personel polisi yang berada di area gereja menarik rasa penasaran warga sekitar. Mereka akhirnya bergabung dengan area sekitar gereja.
“Benda diduga bom tersebut kami evakuasi bersama personel Brimob dan kami bawa ke Mabes untuk dianalisis lebih lanjut,” kata Eriadi.
Informasi adanya teror bom membuat Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin langsung mendatangi lokasi. Namun setelah dicek pada kemasan plastiknya ternyata terdapat kerupuk.
“Isinya kelapa murni. Mungkin iseng, tapi kita harus tetap waspada karena itu juga salah satu bentuk teror,” kata Safaruddin yang menegaskan tak akan cuek di tengah suasana Natal dan Tahun Baru.
Untuk menjamin keamanan di wilayahnya, Safarudin memerintahkan Polresta Samarinda mengusut lebih lanjut kejadian tersebut, termasuk mencari tahu siapa yang meletakkan bungkusan plastik tersebut di parkiran gereja.
“Saya beri waktu satu minggu untuk menangkap pelakunya,” ucapnya.
Samarinda diguncang teror bom molotov saat misa digelar di Gereja Ekumenis di Jalan Cipto Mangunkusumo, Desa Sengkotek, Samarinda Seberang. Pelaku melemparkan bom molotov ke area parkir sepeda motor dan melukai 5 orang, 4 orang diantaranya masih balita. Mereka bermain di depan gereja sambil menunggu orangtuanya selesai beribadah.
Salah satu balita bernama Intan Olivia akhirnya tidak selamat karena mengalami luka bakar hingga 80 persen. (BACA: Kisah Memilukan Gadis Kecil Korban Serangan Bom Molotov Gereja Samarinda) – Rappler.com