• March 14, 2026
Kabar masuknya 10 juta TKI asal Tiongkok ke Indonesia adalah hoaks

Kabar masuknya 10 juta TKI asal Tiongkok ke Indonesia adalah hoaks

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Jadi, sekarang kami minta, kalau dibilang ada data 10 juta WNA atau 1 juta orang ilegal, tunjukkan ke kami, kata Yasonna.

JAKARTA, Indonesia – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Yasonna Laoly membantah kabar masuknya 10 juta TKI asal China ke Indonesia. Yasonna mengatakan, kabar tersebut merupakan hoaks dan sengaja disebarkan oleh pihak tertentu.

“Dia lelucon (tipuan). Nah, sekarang kami minta kalau dibilang ada data 10 juta WNA atau 1 juta orang ilegal, tunjukkan ke kami, karena kami sudah menindak lebih dari 7.887 (pekerja ilegal) dan mereka sudah dideportasi. “Ada 329 orang yang pro keadilan sepanjang tahun 2016,” kata Yasonna saat menyampaikan catatan akhir tahun kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kamis 29 Desember.

Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, saat ini terdapat 31 ribu tenaga kerja asing (TKA) asal China yang memiliki izin tinggal sementara (ITAS) di Indonesia. Data tersebut berbeda dengan yang dimiliki Kementerian Ketenagakerjaan yang menyebutkan terdapat 21 ribu TKA asal China. (BACA: Banyak orang termakan isu 10 juta TKA ilegal)

Lalu mengapa datanya berbeda?

“Yang bekerja ada 21 ribu, tapi kadang keluar-masuk, tentu lintas data kita harus lebih besar,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Yasonna justru mempertanyakan asal muasal kabar serbuan 10 juta buruh asal China dan meminta masyarakat bersikap “adil” dalam menyikapi kehadiran buruh dari luar negeri. Menurut Yasonna, jumlah TKI yang bekerja di luar Indonesia jauh lebih besar dan tidak menjadi masalah bagi negara setempat.

“Tenaga kerja Indonesia di Malaysia jumlahnya sekitar 2 juta, tapi Malaysia tidak ribut kan? Belum lagi TKI di Hong Kong ada sekitar 200 ribu orang, di Hong Kong ada berapa orang?

Yasonna kemudian menjelaskan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sedang mengembangkan aplikasi untuk melacak keberadaan TKA di Indonesia. Nantinya, jika TKA masuk ke Indonesia, di pintu masuknya petugas imigrasi akan menggunakan bar code di paspornya.

Jadi kalau dia mau pesan tiket harus pakai barcode itu. Jadi kita tahu kalau dia mau pesan tiket ke Bali, kita tahu dia ada di Bali. tetap“Kami berhasil menemukan lokasi terakhirnya di Bali,” jelas Yasonna.

Ia mengaku meragukan kebenaran pemberitaan serbuan 10 juta TKA asal China. Jika hal ini benar-benar terjadi, dampaknya pasti akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Seluruh tenaga kerja asing di sini sekitar 70 ribu, lalu siapa yang menyerbu?” katanya. – dengan laporan ANTARA/Rappler.com

lagutogel