• March 11, 2026
Diduga dalam keadaan mabuk dan menurut penumpang merupakan ‘tweet’ pilot Citilink

Diduga dalam keadaan mabuk dan menurut penumpang merupakan ‘tweet’ pilot Citilink

Seorang pilot Citilink yang diduga mabuk telah dipecat dari perusahaan

JAKARTA, Indonesia (DIPERBARUI) – Pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG800 rute Surabaya-Jakarta seharusnya lepas landas pada pukul 05.15 WIB pada hari Rabu, 28 Desember.

Namun, ‘kicauan’ pilot menyebabkan pesawat memperlambat penerbangannya. Pasalnya, sejumlah penumpang meminta pilotnya diganti. Mereka menduga pilotnya sedang mabuk.

Bagaimana ‘tweet’ pilot tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Tekad Purna sehingga penumpang Citilink bersedia menunda penerbangannya agar pilotnya bisa diganti? Salah satu penumpang Citilink, Eddy Roesdiono, mengulangi ‘tweet’ pilot saat itu. Hal itu dilakukannya untuk memberikan penjelasan kepada 7 rekannya di grup WhatsApp.

“Di grup, saya bilang ke teman-teman kalau saya baru saja diterbangkan oleh pilot yang mabuk. Lalu salah satu teman bilang, ‘Wah, sepertinya dia mabuk? Bagaimana kamu tahu kalau dia mabuk? Tolong rekam suaranya seperti apa. Lalu saya rekam suaranya menirukan ucapan pilot itu,'” kata Eddy yang dihubungi Rappler, Jumat malam, untuk memberikan klarifikasi.

Rekaman audio yang semula hanya untuk konsumsi pribadi kemudian disebarluaskan ke masyarakat melalui media sosial. Kebanyakan mengira suara Eddy adalah suara pilot.

Berikut transkrip rekaman suara Eddy yang beredar luas menirukan suara pilot saat memberikan pengumuman terlebih dahulu kepada penumpang. lepas landas:

“Selamat pagi, ini kapten anda, nama saya Tekad Sesuatu dan disebelah saya perwira pertama Budi Sejarah. Kita akan terbang ke Cengkareng..eee..”

“Surabaya bagus, Cengkareng juga bagus, semuanya bagus, kami siap dan..aa..ya sudah, lima menit lagi kami siap.”

“..mmm lalu kita akan…aa..kita sudah terbang lima menit lagi dan itu pramugarimu Rita dan rebekekrebekrebekek…lalu Rike dan..dan.. dan.. eh.. eh.. kita perbaiki ya, kita perbaiki..”

Eddy menjelaskan, hal itu seperti mengulang kalimat seseorang, mengaku belum bisa sepenuhnya benar. Satu hal yang tidak didengarnya dengan jelas adalah nama belakang pilotnya, Purna. Itu sebabnya dia mengatakannya “Tentukan sesuatu”.

“Terus saya juga dengar nama co-pilotnya, sebenarnya Bayu Segara, tapi yang saya dengar adalah Bayu History. Namun ada juga bagian yang benar, seperti saat pilot mengucapkan kata Rike sebanyak tiga kali. Sedangkan suara yang terdengar grebekgrebek sebenarnya saya menirukan suara yang diguncang. Pilotnya tidak berbicara seperti itu,” kata Eddy rinci.

Rappler mengunggah suara Eddy yang diyakini sebagai pilot di media sosial. Namun hal itu kami lakukan setelah mendapat konfirmasi dari Vice President Corporate Communications Citilink Indonesia, Benny S. Butarbutar, usai jumpa pers di Citikon Tower, Jumat, 30 Desember 2018. Saat dikonfirmasi, Benny tak menampik jika suara dalam rekaman itu adalah suara Pilot Tekad Purna.

“Suaranya jelas. Kapten memang perlu menyebutkan namanya. Tapi ketika dia menyebut Kapten, dia bertekad sesuatu “Menyimpang jauh,” kata Bennie, Jumat 30 Desember.

Eddy mengaku belum bisa menirukan nada bicara pilot dengan benar, karena kenyataannya pilotnya sedang mabuk berat.

“Saya dengar suara pilotnya jauh lebih mabuk, dan ketika penumpang terutama laki-laki mendengar suara itu dari dalam kokpit, mereka merasa ada yang aneh dengan kondisi pilot. Malah karena pilot mengatakan hal seperti itu, kami bertanya-tanya apakah pilotnya sehat atau tidak,” kata Eddy.

Penumpang memprotes

Manajemen Citilink sendiri, setelah mendapat protes dari penumpang, akhirnya mengganti pilot Tekad Purna dengan pilot lain. Pesawat akhirnya tiba pada pukul 06.20 WIB, terlambat 65 menit dari jadwal semula.

Sekitar 15 menit kemudian, Pilot Tekad Purna diperiksa di Klinik Graha Angkasa Pura I. Hasilnya negatif: tidak ada bukti bahwa dia menggunakan alkohol atau obat-obatan.

Namun Tekad Purna belum menjalani pemeriksaan ulang. Hasil lengkapnya, entah dia mabuk atau tidak, baru akan terlihat minggu depan. Meski begitu, manajemen Citilink membebaskan Tekad Purna dari tugasnya. —Rappler.com

lagutogel