AC Energy sedang mencari investasi lain dalam energi terbarukan
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
“Kami sedang membangun platform energi terbarukan, jadi kami sedang mencari akuisisi di Filipina,” kata presiden AC Energy John Eric Francia
MANILA, Filipina – AC Energy Holdings Incorporated diperkirakan akan segera menyelesaikan kesepakatan investasi lainnya yang melibatkan energi terbarukan (RE).
Yang tidak berdaya dari Ayala Corporation saat ini sedang mengerjakan akuisisi lain yang akan diselesaikan dalam beberapa minggu ke depan, menurut presiden AC Energy John Eric Francia.
“Kami sedang berdiskusi. Kami tidak bisa mengungkapkannya karena belum final, tapi sedang dalam tahap final deal,” ujarnya di sela-sela acara di Makati City, Rabu, 18 Januari.
“Kami sedang membangun platform RE, jadi kami sedang mencari akuisisi di Filipina.”
Francia menambahkan, perseroan masih menjajaki potensi akuisisi lainnya.
“Ini bukan pembangkit listrik tenaga air, namun pada dasarnya kami ingin memperluas skala energi terbarukan. Kami mulai mendapatkan perhatian di Indonesia, tapi kami ingin memperluasnya di Filipina, jadi kami akan melakukan lebih banyak pengembangan DI sini di Filipina,” katanya.
Pekan lalu, AC Energy menandatangani perjanjian investasi dengan UPC Renewables Indonesia Limited untuk pengembangan, konstruksi dan pengoperasian proyek pembangkit listrik tenaga angin di Sidrap, Sulawesi Selatan, Indonesia yang akan menelan biaya $150 juta. (MEMBACA: Ayala membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga angin Indonesia senilai $150 juta)
Proyek ini akan dikembangkan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi, sebuah perusahaan bertujuan khusus yang berbasis di Indonesia.
Ini merupakan investasi lepas pantai pertama yang dilakukan oleh AC Energy melalui afiliasinya AC Energy International Holdings Private Limited, sebuah perusahaan terbatas swasta Singapura.
Proyek Sidrap akan dibiayai melalui ekuitas dan pembiayaan proyek yang disediakan oleh Overseas Private Investment Corporation, lembaga keuangan pembangunan pemerintah AS, dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, anak perusahaan Sumitomo Mitsui Banking Corporation Jepang di Indonesia.
UPC Renewables dan AC Energy Holdings adalah dua pemilik dan operator proyek pembangkit listrik tenaga angin Caparispisan 81MW di Pagudpud, Ilocos Norte.
“Kami masih aktif. Kami tidak berhenti. Kami masih aktif mencari potensi akuisisi,” kata Francia.
Dua akuisisi terbaru ini merupakan tonggak penting bagi AC Energy dalam memperluas platform energi terbarukan dan memantapkan kehadirannya di Indonesia. – Rappler.com