
Ada kemungkinan penembaknya juga mati
keren989
- 0
Hingga saat ini jumlah korban tewas mencapai 9 orang. Sementara itu, 10 orang lainnya luka-luka. Polisi di Munich juga mengetahui identitas penembaknya
JAKARTA, Indonesia – (DIPERBARUI) Mayat pria yang ditemukan di dekat pusat perbelanjaan di Munich, Jerman kemungkinan besar adalah penembaknya. Polisi menduga pelaku bunuh diri dan beraksi sendiri (penembak tunggal).
Awalnya, polisi di Munich mengira pelaku penembakan adalah 3 orang berdasarkan keterangan saksi. Namun, pada Sabtu pagi, juru bicara kepolisian Munich memastikan bahwa pelaku beraksi sendirian.
“Kami dapat memberikan jaminan bahwa sinyal peringatan telah selesai. Tampaknya mayat yang ditemukan di dekat Olympic Shopping Center (OEZ) adalah pelakunya,” kata juru bicara tersebut seperti dikutip kantor berita tersebut. Reuters.
Sementara itu, korban tewas bertambah menjadi 9 orang. Sepuluh orang lainnya mengalami luka tembak.
Pihak berwenang sebelumnya telah memperingatkan masyarakat untuk menjauhi jalanan di kota Munich. Mereka juga menutup akses ke semua jalan di kota terbesar ketiga di Jerman itu. Akses transportasi juga dihentikan.
“Kami memperingatkan masyarakat Munich bahwa ada beberapa penembak yang masih buron dan berbahaya. Kami meminta warga untuk tetap di dalam rumah,” kata polisi saat itu.
Polisi Munich men-tweet informasi kepada publik, “Operasi besar sedang berlangsung di pusat perbelanjaan OEZ.”
Ada tindakan polisi di Olympiaeinkaufszentrum #oez #munich #wes #tembakan
— Polisi Munich (@PolizeiMuenchen) 22 Juli 2016
Akun Twitter kepolisian Munich juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengunggah gambar atau video polisi untuk menghindari pemberian informasi kepada pelaku.
Harap jangan mengambil foto atau video tindakan polisi untuk menghindari memberikan informasi yang berguna kepada tersangka. #munich #tembakan #oez
— Polisi Munich (@PolizeiMuenchen) 22 Juli 2016
Penembaknya adalah keturunan Iran
Polisi Jerman juga berhasil mengidentifikasi penembaknya. Menurut Kapolsek Hubertus Andrae dalam jumpa pers, pelaku adalah pria Jerman keturunan Iran dan berusia 18 tahun. Padahal, pelaku memiliki dua paspor, yakni Jerman dan Iran.
Namun belum diketahui motif penembakan tersebut. Andrae juga menyebut belum ada tanda-tanda adanya pelaku lain dalam peristiwa memilukan tersebut.
Kronologi pengambilan gambar
Penembakan di kafe McDonald’s Olympic Shopping Center (OEZ) dimulai tepat sebelum pukul 16.00 waktu setempat. Aksi kemudian berlanjut dan kemudian berpindah ke OEZ.
Warga yang sedang berbelanja terlihat panik dan langsung berhamburan keluar dari mal untuk menyelamatkan diri. Beberapa dari mereka bahkan menggendong anak mereka.
Tak lama kemudian, polisi datang mengepung gedung OEZ. Helikopter juga terlihat terbang di atas lokasi.
Berdasarkan video yang diunggah di media sosial, terlihat pelaku berjalan keluar dari kafe McDonald’s dengan mengenakan pakaian serba hitam. Sementara itu, di saat yang sama, dia berulang kali melepaskan tembakan ke arah warga.
Sementara itu, berdasarkan video lain yang memperlihatkan seorang pelaku di atas tempat parkir yang terlibat adu mulut dengan warga sekitar. Mereka mengira pelakunya adalah orang asing.
“Saya warga negara Jerman karena saya juga lahir di sini,” kata pelaku menjawab pertanyaan warga.
Akibat kejadian ini, Kanselir Angela Merkel hari ini langsung menggelar rapat darurat untuk membahas serangan maut tersebut.
“Kami bertekad untuk melakukan segalanya agar teror dan tindakan kekerasan yang tidak manusiawi terhadap warga kami tidak dapat dilakukan di Jerman,” kata kepala staf Merkel, Peter Altmaier.
Ini merupakan aksi teror ketiga yang melanda benua Eropa dalam 8 hari terakhir. Sebelumnya, terjadi penyerangan dengan kapal di kereta api di Bavaria, Jerman pada 18 Juli lalu. Aksi lainnya terjadi di kota Nice, Prancis, di mana pada 14 Juli, seorang sopir truk dengan sengaja menabrakkan kendaraannya ke kerumunan warga.
Tidak ada WNI yang menjadi korban penembakan tersebut
Pemerintah Indonesia memastikan tidak ada warga negaranya yang menjadi korban dalam peristiwa penembakan di kota Munich, Jerman itu. Hal itu diperoleh Kementerian Luar Negeri KBRI Berlin dan KJRI Frankfurt.
“KBRI Berlin berkoordinasi dengan KJRI Frankfurt meminta WNI di Munich menjauhi mal Olimpiazentrum & Marienplatz,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu Kemlu Lalu Muhammad, kata . Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 23 Juli.
Pemerintah Indonesia juga meminta warga negara Indonesia untuk memastikan keselamatan diri dan mengimbau mereka untuk menjauhi tempat-tempat umum yang berpotensi terjadinya serangan teroris. Indonesia juga mengutuk serangan teroris yang terjadi pada Jumat sore di kota Munich.
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, terdapat kurang lebih 11.780 WNI di wilayah kerja KJRI Frankfurt, termasuk kurang lebih 894 orang yang tinggal di Munich. Mayoritas WNI berstatus pelajar sebanyak 248 orang, ibu rumah tangga 165 orang, karyawan 151 orang dan wiraswasta 9 orang.
Bagi keluarga WNI yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi KBRI Frankfurt di nomor kontak +49162 41290 44 atau di hotline Kementerian Luar Negeri: 0812 900 70027 – dengan laporan AFP/Rappler.com
BACA JUGA: