Adian Napitupulu membantah dirinya memprovokasi mahasiswa untuk protes di depan rumah SBY
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Adian mengatakan, dari pada SBY mengomentari aksi protes di depan rumah, lebih baik ia mencuit soal makar atau perbincangan seks yang sedang marak.
JAKARTA, Indonesia – Anggota Komisi VII DPR Adian Yunus Yusak Napitupulu membantah pihaknya mengerahkan ratusan mahasiswa untuk melakukan aksi protes di depan kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Senin sore, 6 Februari. Mahasiswa, kata Adian, merupakan generasi intelektual muda, sehingga tidak ada yang bisa menggerakkan kurang lebih 3.000 mahasiswa yang berkumpul di lokasi perkemahan Cibubur.
Mahasiswa tersebut mengikuti kegiatan bertajuk Jambore dan Temu Mahasiswa Indonesia yang dilaksanakan pada 4-6 Februari.
“Mereka (siswa) bisa berpikir dan bergerak sendiri. Jangan pernah meremehkan mereka dengan menuduh aktivitas mereka didalangi, dimanipulasi, dan sebagainya. Apalagi pertemuannya besar dan dihadiri sekitar 3.000 mahasiswa, kata Adrian dalam keterangan tertulis, Selasa 7 Februari.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai tak ada yang salah dengan tuntutan ratusan mahasiswa saat berunjuk rasa di depan kediaman SBY di kawasan Mega Kuningan. Sepengetahuannya dari beberapa pesan singkat dan media sosial, para mahasiswa berteriak agar masyarakat menolak isu SARA, menghidupkan kembali ajaran Pancasilan, dan memberantas korupsi.
“Terus terang, jika ada mantan presiden yang marah atas tindakan berdasarkan klaim ini, itu aneh bagi saya. “Seluruh mantan presiden, jenderal, ASN, dan komponen masyarakat harus mendukung sikap mahasiswa tersebut,” ujarnya.
Adian juga menilai komentar SBY di media sosial tentang mahasiswa yang tidak melakukan protes di depan kediamannya dirasa tidak pantas. Menurutnya, lebih pantas presiden keenam RI itu mengomentari dugaan makar atau cuplikan percakapan seks yang kini banyak beredar di masyarakat.
Sebab, obrolan seks yang beredar dapat merusak moral generasi muda di seluruh Indonesia, kata Adian.
Ia pun membantah semua dugaan bahwa mobil Nissan Terrano hitam yang ditinggalkan di lokasi demonstrasi adalah miliknya. Di dalam mobil bernomor polisi B 2124 ZO itu, terdapat ratusan nasi bungkus yang diduga dibagikan kepada ratusan mahasiswa usai aksi protes mereka.
“Mobil saya juga (Nisan) Terrano, tapi platnya bukan B 2124 ZO, tapi plat Solo yaitu AD 1 AN,” ujarnya seraya mengisyaratkan tak perlu membuang waktu untuk mencari tahu siapa. memiliki kendaraan Nissan Terrano. yang berisi nasi bungkus.
Namun Adian mengaku sempat menghadiri acara Jambore dan Gathering Mahasiswa di Cibubur. Begitu pula aktivis 1998 lainnya di tempat itu.
Ia hadir bersama istrinya karena ingin bertemu dengan mahasiswa dari berbagai daerah yang menyampaikan aspirasinya. Hal itu diakuinya sesuai dengan posisinya saat ini sebagai anggota DPR.
Adian mengaku diminta menjadi pembicara. Namun ditolak karena sudah ada empat aktivis 98 yang berbicara di atas panggung.
Ia mengaku harus mengeluarkan pernyataan tertulis untuk mengklarifikasi informasi terkait dirinya yang banyak ditulis di berbagai media sosial. Semua ini telah dipastikan palsu dan bohong.
“Tapi saya memutuskan untuk tidak mengomentari hal-hal kecil karena saya Adian Napitupulu, berbeda dengan SBY,” ujarnya.
Istana membantah terlibat
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Senin malam, juga membantah keterlibatan pihak Istana dalam menyuruh mahasiswa melakukan aksi protes di depan kediaman SBY. Ia bahkan ragu ada yang bisa memprovokasinya, karena jumlah massanya relatif besar. (BACA: Benarkah Istana Perintahkan Mahasiswa Demo di Depan Rumah SBY?)
“TIDAK ada (arah). Saya juga hadir dalam acara tersebut pagi ini dan diminta menyampaikan beberapa kemajuan selama dua tahun pemerintahan. “Iya, biasanya permasalahan yang dihadapi mahasiswa saat berdialog lebih banyak pada dana desa, pemberantasan korupsi, HAM, pertanian dan lain-lain,” kata Teten kepada media, Senin, 6 Februari. – Rappler.com