• April 4, 2025

Agus Yudhoyono dalam pidato politiknya mengatakan, Jakarta banyak sekali ketimpangan

Agus mengatakan, aspirasi warga yang dimukimkan kembali oleh Pemprov DKI sudah menjadi amanah baginya untuk memimpin Jakarta menuju masa depan.

JAKARTA, Indonesia – Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono mengungkap alasannya mengukuhkan niatnya menjadi orang nomor satu di Ibu Kota.

Dalam pidato politik yang disampaikannya pada Minggu, 30 Oktober, ia mengaku terkesan usai berkunjung ke kawasan Luar Batang, Jakarta Utara.

Tempat ini merupakan kawasan yang pernah dimukimkan kembali oleh Gubernur petahana Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, dan telah ditandai dengan perlawanan masyarakat setempat. Agus mengunjungi kawasan itu pada Jumat, 21 Oktober lalu.

(BACA: Atas Nama Wisata Bahari)

“Saat saya turun ke lapangan, berjalan menuju Masjid Luar Batang untuk menunaikan salat Jumat dan melewati pemukiman padat penduduk, tiba-tiba seorang perempuan paruh baya mengulurkan tangan dan memegang erat tangan saya,” kata Agus dalam sambutannya.

Kepada Agus, perempuan tua itu mengungkapkan keterkejutannya atas kedatangan calon gubernur, meski saat itu belum ada pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta.

Sambil menggandeng tangan putra sulung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ibunya mengatakan, dirinya dan warga lainnya membutuhkan keadilan.

Mereka, kata Agus, was-was karena khawatir wilayahnya akan digusur. Seperti warga Luar Batang lainnya yang sudah direlokasi ke dataran Marunda dan Rawa Bebek.

Diakui Agus malam itu, perkataan ibu tuanya masih terngiang-ngiang di benaknya. Ia bertanya-tanya apakah kalimat ini merupakan godaan, atau justru amanah.

Setelah melaksanakan shalat istikharah, ia menjadi beriman.

BismillahirrahmanirrahimSaya yakin, keputusan saya mengakhiri pengabdian di TNI dan mencalonkan diri sebagai calon gubernur DKI merupakan panggilan terhadap tugas suci saya membela hak-hak warga negara yang tertindas dan diperlakukan tidak adil seperti yang dialami warga Luar Batang. serta demi pembangunan yang sebesar-besarnya kemaslahatan bagi seluruh rakyat. besar, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan antar golongan,” kata Agus.

‘Tidak ada orang yang boleh dipinggirkan demi pembangunan’

Bagi suami Annisa Pohan, Luar Batang dulunya merupakan titik perlawanan terhadap penjajah Belanda. Kini sebagian masyarakat menempatkan Luar Batang sebagai titik perlawanan terhadap ketidakadilan dan kesenjangan sosial.

Diakui Agus, pembangunan Jakarta sangat penting dan tidak bisa dihindari. Namun, hal ini tidak berarti bahwa kesenjangan yang lebih besar antar kelompok dapat ditoleransi.

“Warga Jakarta tidak perlu lagi takut terhadap pemerintahnya sendiri atau khawatir diperlakukan tidak adil. Pembangunan Jakarta harusnya untuk rakyat, bukan untuk segelintir kelompok, kata Agus yang berpasangan dengan Sylviana Murni di Pilkada DKI.

Pemerintah, kata dia, wajib menjamin rakyatnya dapat hidup aman, adil, makmur, dan sejahtera.

Untuk itu saya di sini untuk memulai kerja lapangan, memenangkan pemilihan Gubernur DKI Jakarta, agar ke depan warga Jakarta tidak lagi terpinggirkan, sekalipun dilakukan pembangunan fisik dan infrastruktur, ujarnya.

“Saya akan menggunakan semua pengetahuan dan pengalaman saya, tugas dan bahkan pendidikan saya jaringan “Saya internasional, untuk membangun Jakarta kelas dunia,” kata Agus.

Dihuni oleh 14 juta orang, Jakarta bukan hanya untuk orang kaya. Masyarakat miskin dan lemah, kata Agus, juga mempunyai hak dan aspirasi yang patut disimak oleh para eksekutif.

Ia juga menyinggung persoalan perlambatan ekonomi yang melanda selama 2 tahun terakhir. Akibatnya, terjadi peningkatan angka kemiskinan, pengangguran, dan jumlah penduduk tidak mampu yang terus meningkat.

“Rasa ketidakadilan seperti ini, ditambah dengan kesenjangan sosial ekonomi yang menganga, membuat masyarakat awam merasa dikalahkan, dipinggirkan… dipinggirkan dan ditinggalkan,” kata Agus.-Rappler.com

HK Hari Ini