Ajang Timnas di AFF 2016: Jangan Berharap Terlalu Banyak
keren989
- 0
Tiga lawan Indonesia di Grup A nyaris tak berpeluang lolos dari babak penyisihan grup
JAKARTA, Indonesia — Proses pengundian Piala AFF telah selesai pada Selasa, 2 Agustus malam di markas AFF di Kuala Lumpur, Malaysia. Indonesia dipastikan tergabung di Grup A.
Indonesia di Piala AFF kali ini bukan lagi tim papan atas seperti di AFF sebelumnya. Karena itulah pot mereka ada di tim keempat, satu pot dengan tim yang harus berjuang untuk lolos ke Piala AFF.
Memang posisi tersebut kurang cocok untuk tim sebesar Indonesia yang sanksinya baru saja dicabut oleh FIFA.
Tim polesan Alfred Riedl nantinya akan tergabung di grup A, bersama juara saat ini dan negara terkuat di Asia Tenggara, Thailand. Selain itu, ada Filipina yang sepak bolanya semakin matang, dan ada Singapura yang juga rutin menjadi juara Piala AFF.
Sedangkan grup lainnya terdiri dari Malaysia, Vietnam, Myanmar dan tim yang belum diumumkan karena masih menunggu siapa yang akan menjadi juara di babak kualifikasi Piala AFF yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang.
Melihat peluang Indonesia lolos, peluangnya sangat besar jika berharap bisa menjadi juara grup. Jika melihat dari masa persiapan, kualitas pemain yang ada dan membandingkannya dengan kualitas permainan lawan, Anda bisa lolos sebagai penerus grup di bawah Thailand cukup bagus.
Analisa tersebut cukup logis mengingat liga resmi di Indonesia sempat terhenti cukup lama. Selain itu, para pemain juga belum merasakan atmosfer pertandingan internasional dalam setahun terakhir. Pelatih Alfred Riedl pun mengakui hal tersebut beberapa waktu lalu.
“Kalau bicara kemenangan tentu sulit. Sebab kita tahu, selama ini tim belum pernah merasakannya peristiwa internasional selama sanksi FIFA. Kita tidak tahu bagaimana lawan berkembang, dan kita tidak tahu kualitas apa yang terus diasah lawan peristiwa secara internasional,” jelas Riedl.
Tuan rumah adalah pesaing berat
Bolanya bulat, rodanya terus berputar, dan permainan belum selesai sebelum 90 menit. Hal itu pula yang disampaikan asisten pelatih Wolfgang Pikal pada Rabu 3 Agustus dini hari usai menerima hasilnya. menggambar Piala AFF.
Menurutnya, dari segi kualitas, tim terbaik di Grup A tentu adalah Thailand. Kali ini, Negeri Gajah Putih juga menjadi unggulan pertama sebagai calon juara Piala AFF.
“Kami rasa tim terbaik dari seluruh tim nasional di Grup A, nomor satu adalah Thailand,” ujar pelatih asal Austria itu.
Di SEA Games, Thailand menjadi ancaman bagi Indonesia, begitu pula di turnamen lainnya. Perkembangan sepak bola di Negeri Gajah Putih memang jauh diatas Indonesia. Mereka punya pemain-pemain muda top yang selalu tampil dan mendapat menit bermain di turnamen lapis kedua seperti AFF ini.
Saat Indonesia menjadikan AFF sebagai targetnya, Thailand sebenarnya unggul dua langkah dari grup Garuda. Mereka menjadikan AFF sebagai batu loncatan untuk mempersiapkan tim yang akan dilatih menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
Bagi Thailand, AFF memang bukan tujuan utama, namun dari segi kualitas mampu menjuarai ajang dua tahunan tersebut.
Pesaing terberat kedua adalah Filipina. Materi tim nama panggilan suku Azkal Saat ini sudah semakin matang karena Indonesia tidak ditemukan di negara tersebut peristiwa setahun terakhir di luar negeri.
Disaat Indonesia sibuk merangkai kata, merangkai alasan kenapa tak pernah tampil di ajang internasional, Filipina sudah beberapa kali menjalani pertandingan internasional. Jangan heran jika Indonesia tertinggal jauh.
“Di grup A, tim terbaik kedua adalah Filipina. Mereka punya 50 persen pemain naturalisasi, mereka sudah maju. “Mereka juga tuan rumah,” jelas Pikal.
Ya, banyak sekali pemain naturalisasi di Filipina. Mulai dari pemain Amerika-Filipina hingga pemain Spanyol-Filipina yang bermain di luar negeri.
Mempertemukan para pemain tersebut memang tidak mudah, namun dengan proses panjang yang dilalui Filipina dalam mempersiapkan diri menjadi tuan rumah, permainan dan kekompakan tim semakin kuat.
Belum selesai dengan Filipina, masih ada Singapura. Indonesia mungkin tersandung di sini. Harus diakui, sebagai negara yang mengaku memiliki basis penggemar sepak bola terbesar di Asia Tenggara, Indonesia saat ini masih dipandang sebelah mata.
Pelatih yang ditunjuk merupakan pelatih gagal yang dua kali tidak mampu memenuhi target yang diberikan kepadanya.
Dari segi gaya bermain, semua tim sudah hapal dengan cara bermain Riedl. Materi Indonesia juga tidak semewah dulu, tempat banyak pemain naturalisasi tinggal. Oleh karena itu, jangan berharap terlalu banyak kepada Timnas.
“Tapi bolanya bulat, apapun bisa terjadi dan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik (lolos ke final, simpan),” tegas Pikal.—Rappler.com
BACA JUGA: