• March 20, 2026
Akhiri penderitaan selama dua bulan

Akhiri penderitaan selama dua bulan

Liverpool terancam keluar dari 5 besar jika tidak segera memperbaiki performanya.

JAKARTA, Indonesia – Seminggu sekali, para penggemar akan menjadikan para pemain Liverpool sebagai sosok terpenting di dunia. Buat mereka merasa penting. Sehingga bagi yang memakainya baju kaos merah benar-benar bertarung di lapangan.

Kenangan tersebut diungkapkan Fernando Torres dalam biografinya yang bertajuk El Nino: Kisah Saya. Diakui Torres, pujian fans membuatnya memberikan segalanya.

Di masa bagusnya di kota pelabuhan, Torres memang menjadi mesin gol Liverpool. Kirimkan teror dan kepanikan kepada setiap penjaga gawang setiap kali dia menerima bola. Selama tiga musim, pemain jebolan akademi Atletico Madrid ini mencetak 65 gol dalam 102 pertandingan Kepala.

Namun, kebahagiaan itu tidak abadi. Torres yang dipuji sebagai pahlawan akhirnya harus hengkang ke Chelsea. Posisinya sebagai pahlawan Anfield digantikan oleh seseorang yang lebih brutal, tak terhentikan, dengan gerakan bak penjaga gawang. Luis Suarez mencetak jumlah gol yang kurang lebih sama dengan Torres. Sebanyak 69 gol dalam tiga musim antara 2011-2014.

Insiden gigitan bahu Giorgio Chiellini di Piala Dunia Brasil 2014 menandai kepergian Luis Suarez dari Anfield. Suarez bermigrasi ke Spanyol. Meninggalkan menyalin yang sedang menatap lapangan sepak bola yang kosong dari posisi bangernya.

Kehadiran manajer Swansea, Brendan Rodgers, tak mengubah keadaan. Dia sebenarnya adalah pihak di balik penjualan Suarez. Memang, dia membeli banyak penggantinya. Namun jika kemampuan para pemain baru digabungkan, tidak ada yang bisa menandingi Suarez.

Kopites mulai merasa cemas. Tak akan ada lagi sosok seperti Torres atau Suarez yang selalu gembira setiap kali membawa bola.

Lalu datanglah Jurgen Klopp. Mantan pelatih Mainz dan Borussia Dortmund itu tak memaksakan diri mencari Suarez atau Torres baru. Kalaupun ada, pasti harganya mahal.

Klopp lebih memilih permainan kolektif dari timnya. Jadi kalau diperhatikan, koleksi gol striker Liverpool tidak banyak. Sadio Mane hanya mencetak 9 gol. Begitu pula Roberto Firmino yang baru mencetak 8 gol. Philippe Coutinho yang menjadi salah satu trisula Liverpool sebenarnya hanya mencetak 5 gol.

Padahal, kompetisi sudah berjalan selama 24 minggu.

Salah satu rahasianya adalah distribusi striker. Liverpool kini tak lagi mengandalkan satu striker seperti di era Torres dan Suarez. Kini mereka mengandalkan hampir seluruh pemainnya untuk mencetak gol. Tak heran, mereka kini menjadi tim dengan produktivitas gol tertinggi di Liga Inggris.

Dua bulan penderitaan

Namun, kisah menakjubkan Liverpool musim ini terhenti pada Januari hingga Februari. Dalam dua bulan terakhir, Liverpool belum pernah menang. Mereka bermain imbang melawan Sunderland, Manchester United dan Chelsea lalu kalah melawan Swansea dan Hull City.

Guy Mowbray, seorang komentator sepak bola di Inggris, mengatakan: “Pada Hari Tahun Baru, Liverpool berada di posisi kedua dan unggul 7 poin dari Tottenham yang berada di posisi kelima.” dia berkata.

Enam minggu kemudian mereka bertukar posisi dengan Spurs unggul 11 ​​poin dari Liverpool, ujarnya.

Situasi di Liverpool memang berubah drastis. Beberapa pekan lalu mereka digadang-gadang menjadi satu-satunya tim yang mendekati Chelsea di puncak klasemen. Apalagi mereka secara mengejutkan tampil dengan rentetan kemenangan besar atas tim-tim elite.

Pasukan Klopp menang 4-3 atas Arsenal, 2-1 atas Chelsea, dan 1-0 atas Manchester City. Namun kemenangan epik tersebut harus tergantikan dengan kekalahan menyedihkan saat bertemu tim kecil seperti Hull City dan Swansea.

“Tim ini harus mulai menanggapi kritik terhadap mereka dengan serius,” kata Klopp dikutip dari Daily Mail.

Ya, tim ini benar-benar berbeda. Tidak seperti Liverpool biasanya. Mereka tidak lagi mengepung lawan dari area penalti lawan dan melakukan serangan cepat setelah bola ditangkap.

Mereka seperti tim penghisap darah.

Dalam kondisi bermasalah tersebut, mereka harus bertemu Spurs pada Minggu 12 Februari pukul 00.30 WIB dini hari. Pasukan Mauricio Pochettino jauh lebih siap. Mereka tidak terkalahkan dalam 9 pertandingan terakhir. Mereka pun siap, seperti musim lalu, untuk terus menjadi rival terdekat sang juara.

“Impian saya adalah melihat tim ini memenangkan 14 pertandingan. “Itu masih impian saya dan untuk itulah saya dibayar di sini,” kata Klopp.—Rappler.com

hk pools