Akibat protes penumpang, manajemen Lion Air Group meminta maaf
keren989
- 0
Kali ini, Wings Air hanya menitipkan barang bawaan penumpang di bandara asal. Pesawat tersebut diduga memuat muatan.
JAKARTA, Indonesia – Lion Group kembali harus menangani keluhan penumpang. Kali ini giliran maskapai Wings Air yang dikeluhkan penumpang pelayanannya dan kemungkinan besar akan melapor ke Kementerian Perhubungan.
Hal ini bermula dari petisi yang dilontarkan Taufiq, pria asal Mataram, pengguna jasa Wings Air untuk terbang dari Rote Ndao menuju Kupang pada Rabu, 8 Juni. Keanehan dimulai dalam prosesnya mendaftar Dari menangkal Bandara Wings Air Rote Ndao.
“Tas saya diminta ditimbang, hasilnya 7,45 kilogram dan saya diminta memasukkannya ke dalam bagasi,” ujarnya melalui petisi Change.org. Awalnya Taufiq menolak karena berdasarkan pengalamannya, ia bisa membawa barang dengan berat yang sama ke dalam kabin. Namun akhirnya ia rela memasukkan kopernya ke bagasi karena beratnya melebihi batas maksimal 7 kilogram.
Selanjutnya, dalam panggilan berjalan di, diakuinya ada hal lain yang tidak biasa. Co-pilot tidak berada di kokpit, melainkan di kompartemen petugas penanganan tanah. Taufiq mendapat instruksi agar penumpang tidak masuk pesawat sekaligus, melainkan lima orang sekaligus.
“Kalau tidak dilakukan, pesawat bisa terguling,” ujarnya.
Hal ini dinilai janggal mengingat pesawat yang digunakan saat itu berjenis ATR 72-500; yang tidak menjadi masalah sebagai penumpang berjalan di pada suatu waktu.
Penumpang bersiap untuk tidak terbang
Saat semua penumpang masuk dan mengambil tempat duduknya, pesawat tidak bergerak. Sekitar 20 menit telah berlalu ketika petugas mengumumkan bahwa pesawat kelebihan muatan.
“Beliau meminta kesediaan 3 penumpang untuk tidak terbang, untuk mengurangi beban,” lanjut Taufiq. Setelah 10 menit, beberapa orang akhirnya mengajukan diri.
Namun, awak pesawat yang bertugas mengatakan ketiganya tidak perlu turun dan diminta duduk santai. Setelah itu pesawat lepas landas. Selama penerbangan, banyak penumpang yang merasa cemas karena pengumuman kelebihan beban.
Untungnya penerbangan berjalan lancar dan pesawat mendarat dengan lancar pendaratan keras di Bandara El Tari, Kupang. Taufiq dan penumpang lainnya langsung menuju ruang pengambilan bagasi.
Bagasi tidak dibawa
Setelah menunggu 10 menit barangnya tidak pernah keluar. Sebelumnya, mobil membawa barang ke ban berjalan Ia juga tampak tidak membawa tas, koper, atau kotak apa pun seperti biasanya setelah pesawat mendarat.
Taufiq bertanya kepada petugas bandara tentang barang bawaan penumpang, dan mendapat jawaban mengejutkan. “Seluruh bagasi penumpang sudah diturunkan di Bandara Rote Ndao untuk mengurangi beban,” tulisnya menirukan ucapan petugas.
Penumpang diminta untuk mengambil barang bawaannya di Bandara El Tari pada Kamis 9 Juni 2016. Sebelumnya, belum ada konfirmasi apapun dari awak pesawat maupun petugas Wings Air di Rote Ndao.
Tiba-tiba para penumpang protes, karena sebagian dari mereka harus terbang ke kota lain pada pagi hari; Bahkan ada yang memiliki tas berisi obat diabetes. Penumpang ini mengatakan Rote menjelaskan hal tersebut, namun petugas tetap bersikeras agar tasnya dimasukkan ke bagasi, kata Taufiq.
Pejabat Angkasa Pura di Bandara El Tari Kupang mengatakan kepada Taufiq, ada kemungkinan pesawat Wings Air membawa kargo. Karena tidak mungkin terjadi overcharging jika hanya membawa barang bawaan penumpang.
Selain itu, tag bagasinya dari awal tidak seperti biasanya, namun ada tag yang terlambat.
Taufiq menyayangkan kejadian tersebut dan menilai manajemen Lion Group tidak memperdulikan penumpang dan bisa seenaknya bertindak tanpa mempedulikan penumpang. “Hal ini juga menunjukkan bahwa mereka tidak terpengaruh oleh undang-undang, dan teguran Kementerian Perhubungan hanya sekedar pemikiran belaka,” kata Taufiq.
Sesuai perintah pilot
Petisi ini kemudian ditanggapi oleh Manajemen Lion Air Group. Berdasarkan keterangan tertulis yang disampaikan Manajer Humas Lion Air Group Andy M. Saladin pada Jumat, 10 Juni, pembongkaran sebagian bagasi penumpang sudah sesuai dengan instruksi pilot yang bertugas. Itu semua dilakukan demi faktor keselamatan dan keamanan penerbangan.
“Ada 41 tas atau 283 kilogram barang penumpang yang tidak terangkut pada hari itu. “Hal itu juga sudah diberitahukan terlebih dahulu kepada penumpang,” kata Andy membantah pernyataan Taufiq soal tidak adanya pemberitahuan awal.
Wings Air juga mengantarkan sebagian besar barang bawaan penumpang ke rumah masing-masing penumpang pada Kamis, 9 Juni. Ada juga yang memilih mengambilnya di Bandara El Tari.
“Namun, kami memastikan seluruh penumpang sudah menerima barangnya. “Kami mohon maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan ini,” kata Andy.
Lantas bagaimana tanggapan Kemenhub terkait kejadian yang kembali melibatkan Lion Air Group ini? Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan Hemi Pramurahardjo mengaku masih menunggu laporan lengkap mengenai sebenarnya kejadian yang terjadi.
“Bagi yang belum melaporkan ke Kementerian Perhubungan, kami belum terima,” ujarnya. -Rappler.com