• March 20, 2026
Aksi 11 Februari diubah dari aksi unjuk rasa menjadi tausiyah di Masjid Istiqlal

Aksi 11 Februari diubah dari aksi unjuk rasa menjadi tausiyah di Masjid Istiqlal

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Di Masjid Istiqlal akan diadakan tausiyah dengan tema “Implementasi Surat Al-Maaidah 51: Wajib memilih pemimpin muslim dan haram memilih pemimpin kafir”.

JAKARTA, Indonesia – Panitia Aksi 11 Februari mengubah format kegiatan dari jalan kaki dari Monumen Nasional (Monas) ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) menjadi ceramah di Masjid Istiqlal. Keputusan itu diambil oleh para pimpinan ormas yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) setelah melakukan musyawarah di kalangan internalnya.

Format kegiatannya berubah karena di hari yang sama, akan ada dua pasang calon gubernur yang menggelar kampanye besar-besaran. Kedua paslon tersebut adalah Agus Harimurti-Sylviani Murni dan Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Acara dipusatkan di masjid untuk menjaga keselamatan 112 peserta aksi dari berbagai provokasi.

Oleh karena itu, seluruh wabil umat Islam khususnya alumni 212 diminta untuk tidak ragu atau khawatir untuk datang ke lokasi Aksi 212 di Jakarta, kata FUI seraya mengatakan tidak ada pembatalan aksi 11 Februari melalui pernyataan tertulis mereka pada hari Kamis 9 Februari.

Di dalam Masjid Istiqlal akan diadakan dzikir dan tausiyah nasional dengan tema “Pelaksanaan Surat Al-Maaidah 51: Wajib memilih pemimpin muslim dan haram memilih pemimpin kafir”. Mereka juga menjelaskan tujuan diadakannya aksi pada 11 Februari tersebut, yaitu:

  • menolak penodaan Al-Qur’an
  • menolak kriminalisasi ulama
  • hinaan terhadap ulama ditolak
  • menyelenggarakan pemilu daerah yang jujur ​​dan adil
  • terpaksa memilih gubernur yang beragama Islam

FUI mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal dalam kegiatannya.

“Kami juga menghimbau kepada para peserta aksi 11 Februari untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi aksi di Masjid Istqlal dan sekitarnya,” kata mereka.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin pertunjukan 11 Februari. Hal ini untuk menjaga kondisi kondusif sebelum memasuki pekan tenang menjelang pilkada di DKI dan 100 daerah lainnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengaku memang sudah menerima surat pemberitahuan dari FUI terkait kegiatan tersebut. Namun polisi tidak memberikan surat tanda terima pemberitahuan (STTP).

“Kami tidak memberikan STTP. Jadi, kami tidak mengizinkan (tindakan 112), kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa pekan lalu. – Rappler.com

SDy Hari Ini