Aksi koalisi pejalan kaki: Dari ditabrak hingga diludahi
keren989
- 0
Koalisi Pejalan Kaki mendisiplinkan pengemudi nakal untuk membela hak warga untuk berjalan di trotoar
JAKARTA, Indonesia — Belakangan ini banyak beredar video di media sosial. Video tersebut bermotif sama, sekelompok orang menghalangi pengendara sepeda motor dan becak yang melintas di trotoar. Pengemudi taksi yang memarkir kendaraannya di trotoar juga mendapat peringatan.
Mereka tergabung dalam Koalisi Pedestrian, orang yang mengadvokasi hak-hak pejalan kaki. Aksi seperti ini rutin mereka lakukan setiap hari Jumat di tempat berbeda.
“Untuk tempat, bukan kami yang menentukan, tapi netizen,” kata Alfred Sitorus, salah satu pendiri Koalisi Pejalan Kaki.
Setiap harinya, kurang lebih 200 hingga 500 aduan warganet masuk ke akun media sosial Koalisi Pedestrian. Mereka melaporkan pengendara sepeda motor, mobil atau becak yang melanggar aturan dengan melintasi trotoar.
Terkadang netizen juga melaporkan bagaimana trotoar dijadikan ruang warung kecil sehingga menyulitkan mereka untuk berjalan.
Diakui Alfred, pemberitaan warganet mengenai pelanggaran ini bisa menimbulkan masalah bagi 10 pengurus Koalisi Pejalan Kaki di media sosial.
Banyak sekali pemberitaan yang masuk, seperti akun TMZ kita, kata Alfred sambil tertawa merujuk pada situs gosip selebriti asal Amerika Serikat.
Banyaknya laporan yang masuk membuktikan bahwa hak pejalan kaki masih belum sepenuhnya dimiliki. Mereka yang seharusnya menjadi pengguna trotoar terkadang tidak bisa menikmatinya karena banyak pengguna aspal yang menempatinya.
Salah satu pemberitaan warganet pun membuat Koalisi Pejalan Kaki menindak Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Jumat beberapa waktu lalu.
“Kami mendapat laporan dari netizen bahwa trotoar di sini sering dilintasi becak. “Menurut saya seru juga, padahal trotoar ini baru dibangun tahun lalu,” kata Alfred.
Aksi berlangsung selama dua jam, mulai pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB. Saat aksi berlangsung, banyak pengendara yang berusaha naik ke trotoar karena saat itu jalan sedang ramai.
Mereka yang sudah terlanjur naik mencoba dihentikan oleh teman-teman Koalisi Pejalan Kaki dan memberikan penjelasan tentang fungsi trotoar agar bisa kembali ke aspal. Reaksinya beragam, ada yang langsung paham dan meminta maaf, ada yang tertawa karena ditegur, ada pula yang ngotot meneruskan perjalanan di trotoar.
Meski demikian, anggota Koalisi Pejalan Kaki tetap mengingatkan pihak-pihak yang bersikukuh bahwa trotoar adalah hak pejalan kaki. Bahkan ada di antara pengunjuk rasa yang tidak sengaja tertabrak ban sepeda motor, namun mereka tetap tersenyum saat menjelaskan tentang trotoar.
Alfred menuturkan, tertabrak ban sepeda motor merupakan hal yang lumrah karena pengendara biasanya tidak sadar sedang melindas kaki orang yang melakukan aksi tersebut. Saat ditanya perlakuan terburuk apa yang pernah diterimanya, Alfred menjawab, “Dia diludahi.”
Meski begitu, banyak acungan jempol dan pujian dari para pembalap setia lainnya di aspal. “Bagus Mas,” dan “Setiap hari Mas, biar aku menyerah,” atau “Lanjutkan, teruskan,” datang dari mereka yang mendukung aksi tersebut.
Salah satu relawan yang turut serta dalam aksi ini adalah Danang Sasongko. Sejak sebulan lalu mengikuti aksi Koalisi Pejalan Kaki, Danang mengaku senang dan gembira melihat banyaknya pengendara yang melanggar.
“Saya sendiri selalu naik sepeda dari rumah saya di kawasan Ciledug, Tangerang, hingga ke sini (Jakarta). “Kamu juga sering lihat yang melanggar,” kata Danang.
Ia mengetahui tentang Koalisi Pejalan Kaki tiga tahun lalu, namun baru memutuskan untuk bergabung ketika ia mulai mendapatkan waktu luang.
“Ngomong-ngomong, kegiatan perkuliahan di Tangerang masih banyak. Jadi fokuslah ke sana dulu. “Sekarang sudah ada kegiatan di Jakarta, akhirnya ikut ini (koalisi pejalan kaki),” ujarnya
Bagi Anda yang juga ingin melakukan aksi untuk hak-hak pejalan kaki, Anda bisa ikut serta dalam aksi Koalisi Pedestrian. Detail tempat dan waktu dapat dilihat di Halaman Facebook Koalisi Pejalan Kaki. —Rappler.com