• April 12, 2026
Ancaman bom teroris terhadap Gereja di Batu kembali tidak terbukti

Ancaman bom teroris terhadap Gereja di Batu kembali tidak terbukti

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Ini merupakan ancaman bom teroris kedua dalam kurun waktu tiga bulan terhadap gereja di Batu

MALANG, Indonesia – Ancaman bom teroris kembali ditujukan ke gereja-gereja di kawasan Batu, Malang, Jawa Timur pada Sabtu, 14 Januari. Ancaman tersebut datang melalui telepon dan diterima oleh petugas yang bertugas di Mapolres Batu.

Dalam komunikasi telepon, pelaku menyebutkan ada bom siap meledak di salah satu gereja di kota Batu. Namun tidak disebutkan secara spesifik di gereja mana bom tersebut akan diledakkan.

Karena tak mau ketinggalan, personel polisi langsung mengerahkan petugasnya menyisir beberapa gereja. Dua di antaranya yang dipantau Rappler adalah Gereja Katolik Good Shepherd di Jalan Ridwan nomor 16, Batu, Jawa Timur dan Yayasan Pelayanan Pemberitaan Injil Indonesia (YPPII) Batu.

Merke mengerahkan mobil penjinak bom (Jibom) dengan alat visual dan detektor logam. Setiap sudut gereja diperiksa, karena takut ada yang terlewat.

Sementara itu, sejumlah anggota Polres Batu bersenjata laras panjang berjaga di depan gerbang gereja. Mereka mengawasi dan mengamati setiap orang yang memasuki gereja. Anggota jemaah yang masuk tidak diperiksa.

Hasil ujiannya nol

Meski mendapat ancaman bom, namun massa tetap ditahan. Imam Besar Gereja Katolik Good Shepherd Pastor Mikael Agung Kristi Putra memberi izin kepada polisi untuk melakukan sterilisasi sebelum misa.

“Memang ada ancaman teroris, tapi kita belum tahu gereja mana,” kata Pastor Mikael, Sabtu 14 Januari.

Untungnya, ancaman tersebut tidak terbukti setelah dilakukan penyelidikan menyeluruh.

Hasilnya nihil, kata Kepala Pelopor Divisi B Brimob Polda Jatim, Wakil Komisaris Besar Sunadi.

Meski belum terbukti, petugas Brimob tetap waspada untuk memastikan keamanan tetap terjaga. Keamanan juga akan ditingkatkan, terutama menjelang debat publik antara calon wali kota dan wakil wali kota Batu di sebuah hotel.

Serangan teror kedua dalam tiga bulan

Ini merupakan serangan teroris kedua dalam tiga bulan terakhir yang ditujukan terhadap gereja di Batu. Tiga bulan lalu, Gereja Gembala yang Baik juga mendapat teror serupa. Suara penelepon yang diidentifikasi sebagai seorang wanita mengatakan bahwa ada bom yang dipasang di dalam gereja.

Saat itu, telepon diterima oleh satpam bernama Agung Susanto. Berdasarkan keterangan Agung, suara perempuan itu terdengar jelas seperti sedang berada di dalam kamar. Ancaman bom teroris diakhiri dengan tiga kali bunyi takbir.

Setelah itu, si penelepon terdiam. Agung mencoba memprovokasinya dengan sejumlah pertanyaan, namun tidak mendapat jawaban. Melihat kejadian tersebut, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Batu, Abdul Rochim menilai kerukunan umat beragama di Batu selama ini terjaga dengan baik. Bahkan, para tokoh lintas agama terus melakukan komunikasi untuk menghindari gesekan.

“Mereka peduli dan menjunjung tinggi keberagaman, toleransi, dan persaudaraan,” kata Abdul.

Berdasarkan data, terdapat sekitar 37 gereja yang tersebar di Kota Batu. – Rappler.com

unitogel