• March 22, 2026

Anda di sini karena Anda lelah dibohongi

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Prabowo mengatakan Jakarta hanya akan berubah jika dipimpin oleh orang-orang baik

JAKARTA, Indonesia – Ketua Umum Partai Gerindra Parabowo Subianto menyampaikan pidato saat kampanye besar-besaran calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Lapangan Banteng, Minggu sore, 5 Februari, Tengah Jakarta. .

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang besar dengan sejarah yang melingkupinya. Oleh karena itu, diperlukan pemimpin yang baik untuk mengolah kekayaan yang dimiliki Indonesia.

“Kita di sini (Lapangan Banteng), di Monumen Pembebasan Irlandia Barat, ini menunjukkan bahwa bangsa kita besar dan kaya raya,” kata Prabowo. Monumen Pembebasan Irlandia Barat terletak di Lapangan Banteng.

“Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan pemimpin yang baik untuk mengolah kekayaan tersebut. Kalau dalam konteks Pilkada DKI, pilihan itu bisa dipercayakan kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, ujarnya.

(BACA JUGA: LIVE BLOG: Kampanye Akbar Anies-Sandiaga di Lapangan Banteng)

Ia juga meyakini massa yang berkumpul meski terik matahari menginginkan perubahan di kotanya.

“Anda datang ke sini karena ingin perubahan, karena bosan dibohongi,” kata Prabowo yang partainya mengusung pasangan Anies-Sandi bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Saya mendukung Anies Baswedan sebagai Gubernur dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, ujarnya.

Partai Gerindra dan PDIP mendukung pasangan Joko “Jokowi” Widodo-Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012. Ahok kini mencalonkan diri sebagai calon petahana di Pilkada DKI setelah memutuskan keluar sebagai kader Gerindra pada tahun 2014.

Perubahan di Jakarta akan terjadi berkat kepemimpinan yang baik

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan perubahan di Jakarta hanya akan terjadi jika dipimpin oleh sosok yang baik.

“Jika orang baik diam, maka yang berkuasa adalah orang jahat,” ujarnya.

Dia mengatakan, bukan tidak mungkin bisa mendatangkan pemimpin yang baik ke Jakarta. Namun hal ini memerlukan kerja keras dan kolektif.

“Politik ini adalah tugas kita. Beberapa detik saja di TPS (tempat pemungutan suara) pada 15 Februari, jangan disia-siakan. Jangan menjauh,” kata mantan danjen Kopassus itu.

Anies sendiri, sejak mencalonkan diri sebagai calon presiden pada pemilihan umum (pemilu) konvensi Partai Demokrat 2014, mengusung tema orang baik sebagai pemimpin.

“Orang baik tumbang bukan hanya karena banyak orang jahat, tapi juga karena banyak orang baik yang pendiam dan pendiam,” kata Anies sambil menjelaskan alasannya terjun ke dunia politik. Ia sebelumnya menjabat Rektor Universitas Paramadina.

“Mari kita belajar melakukan intervensi, mari kita mulai melakukan intervensi,” ujarnya saat itu merujuk pada kampanyenya yang bertajuk “Turun Tangan”. —Rappler.com

uni togel