• March 18, 2026
Apa kata Tito Karnavian soal penanganan isu LGBT dan PKI?

Apa kata Tito Karnavian soal penanganan isu LGBT dan PKI?

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Menurut Tito, peristiwa penembakan klub gay di Orlando patut menjadi pembelajaran bagi Indonesia

JAKARTA, Indonesia – Calon Kapolri Republik Indonesia Komisaris Jenderal Tito Karnavian berjanji akan mengedepankan informasi pencegahan dan intelijen dalam menangani tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok intoleran.

“Jangan menunggu sampai kekerasan terjadi. Pencegahan lebih baik. “Komunikasi dan pengumpulan informasi oleh unit-unit informasi massa itu penting,” kata Tito pekan lalu saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Forum, di Jakarta.

Pembahasan digelar di hari yang sama setelah Tito yang kini menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) “lulus” dalam uji kelayakan di Komisi III DPR RI pada Rabu, 23 Juni.

Tito menjawab pertanyaan Rappler dengan mengakui bahwa di masyarakat terdapat perbedaan pendapat yang tajam antar kelompok tertentu.

“Panggil saja mereka seperti itu orang asing, menyimpang. Misalnya kelompok yang pro PKI (Partai Komunis Indonesia), kata Tito.

Di sisi lain, lanjut Tito, ada pula yang menentang karena jumlah massanya juga banyak.

“Ini memang dilema bagi polisi. Di satu sisi ada undang-undang yang menjamin kebebasan berekspresi, di sisi lain juga ada UU No. 27 Tahun 1999 yang melarang penyebaran paham Marxisme, Leninisme, dan Komunisme,” ujarnya.

“Bagi polisi, jika ada pelanggaran hukum, apalagi kekerasan, kami akan bertindak sesuai hukum.”

Hal serupa juga akan diterapkannya pada kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Tito bilang begitu tidak setuju dengan tindakan kekerasan terhadap kelompok LGBT.

Saat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Tito mengatakan kaum LGBT adalah warga negara yang juga patut dilindungi. “Dalam artian terlindungi dari tindakan kekerasan,” ujarnya.

Soalnya, Tito juga diketahui sangat dekat dengan Front Pembela Islam (FPI), organisasi penentang LGBT, dan menyatakan diri sebagai organisasi anti PKI.

(BACA: 5 PR untuk (Calon) Kapolri Tito Karnavian)

Terkait LGBT, Tito mengingatkan norma-norma sosial yang masih kuat di masyarakat Indonesia. Ia mencontohkan peristiwa penembakan di sebuah klub gay di Orlando, Amerika Serikat, sebagai sesuatu yang patut menjadi pembelajaran di Indonesia.

“Caranya sama yaitu pencegahan. “Saya akan minta agar didekati pihak-pihak yang anti partai agar tidak melakukan tindakan kekerasan, sedangkan pihak LGBT akan saya dekati agar tidak membeberkan aktivitasnya,” kata Tito.

Jika terjadi pelanggaran hukum, akan diambil tindakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Ketika saya melihat kejadian di Orlando, saya pikir negara harus hadir untuk mencegah hal ini. “Jangan sampai ada yang merasa ada yang keterlaluan, nanti datang membawa bom,” kata Tito. —Rappler.com

SDY Prize