Apa yang harus dilakukan jika Anda mengalami pelecehan seksual di tempat kerja
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Survei tahun 2015 menyatakan bahwa 1 dari 3 perempuan pernah mengalami pelecehan seksual di tempat kerjanya
JAKARTA, Indonesia — Baru-baru ini industri film Hollywood dihebohkan dengan pemberitaan dugaan pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilakukan produser kenamaan Harvey Weinstein.
(BACA JUGA: Harvey Weinstein Diduga Lakukan Pemerkosaan)
Rentetan kasus pelecehan seksual terjadi di lingkungan profesional hingga menimpa sejumlah aktris muda yang ingin berkarier di dunia perfilman Hollywood.
(BACA JUGA: Reaksi Selebriti Hollywood atas Skandal yang Menerjang Harvey Weinstein)
Memang benar, lingkungan kerja merupakan salah satu tempat paling rentan terjadinya pelecehan seksual, terutama terhadap pekerja perempuan.
Menurut survei tahun 2015 yang dimulai Kosmopolitan, hasilnya cukup mengejutkan. Pasalnya 1 dari 3 wanita pernah mengalami pelecehan seksual. Korban pelecehan seksual di lingkungan kerja rata-rata berusia 18-34 tahun.
Bentuk pelecehan seksual di lingkungan kerja bisa bermacam-macam. Bisa verbal hingga fisik. Sumbernya bisa dari rekan kerja, atasan hingga pelanggan. Yang menarik dari hasil survei ini adalah sebagian besar perempuan tidak melaporkan pengalaman pelecehan seksualnya.
Tindakan pelecehan seksual bukan hanya soal fisik dan nafsu. Tapi ini juga tentang kekuasaan. Dan ketika hal itu terjadi dan tidak ada yang berbicara, kekuatan akan terus berkumpul dan menjadi lebih kuat.
Lalu apa yang harus Anda lakukan jika Anda atau kolega atau keluarga Anda menjadi korban pelecehan seksual? Lihatlah beberapa langkah yang dapat Anda ambil.
Rekam semua peristiwa
Ketika Anda ditawari pekerjaan, status, jabatan, dan tunjangan lainnya namun Anda harus mengikuti terlebih dahulu apa yang diinginkan pemberi tunjangan atau Anda terancam dipecat atau dikenakan sanksi jika tidak melakukannya, maka hal tersebut dapat digolongkan sebagai pelecehan. Sebaiknya catat semuanya secara detail, kapan kejadiannya, waktu, tanggalnya, dan konfirmasikan dengan kehadiran saksi.
Namun meski tidak ada saksi, jangan khawatir. Biasanya para pelaku tindakan pelecehan tersebut terlalu pintar untuk melakukan aksinya di depan orang lain.
Perhatikan perawatan yang berbeda
Ada beberapa jenis pelecehan seksual “lingkungan yang tidak bersahabat”. Artinya ketika Anda diperlakukan berbeda hanya karena jenis kelamin Anda. Bisa jadi komentar tersebut berkaitan dengan gender atau bisa jadi Anda sebenarnya diperlakukan berbeda karena Anda seorang perempuan (atau laki-laki).
Jika pelaku melakukannya kepada Anda, kemungkinan besar dia akan melakukannya kepada orang lain. Perhatikan dan bila perlu catat semua kejadian yang Anda rasakan menunjukkan gejala-gejala tersebut. Cantumkan tanggal, waktu, lokasi dan saksi.
Simpan catatan dan bukti
Semua dokumentasi yang Anda catat dan kumpulkan tidak boleh disimpan di komputer kantor. Simpan di buku catatan pribadi atau file pribadi. Jika diperlukan sewaktu-waktu, semuanya bisa dijelaskan.
Apabila pelaku pelecehan melakukan perbuatannya dalam bentuk tertulis, misalnya mengirimkan pesan singkat atau email atau catatan, simpan dan dokumentasikan semuanya. Diambil atautangkapan layar hanya sebagai bukti.
Laporkan ke HRD
Meski terasa sulit, namun jika pengobatan yang Anda terima sudah keterlaluan, segera laporkan ke pihak berwajib Departemen Sumber Daya Manusia (HRD). Dengan begitu, perusahaan bisa mengikuti proses yang benar dan tepat. Pastinya semua perusahaan mempunyai aturan baku mengenai pelaporan semacam ini. Jangan lupa sertakan semua bukti yang Anda miliki.
Selain secara lisan, ada baiknya Anda menuliskan isi laporan Anda secara detail kepada MRD. Dengan begitu mereka dapat memahami masalahnya dengan benar.
Berhenti bekerja
Jika Anda merasa risih dan sudah melaporkannya ke HRD, namun belum ada tindak lanjut yang berarti, maka inilah saatnya Anda mencari pekerjaan baru. Namun jangan berikan informasi yang Anda tinggalkan, terutama kepada pelakunya.
Jauhkan pikiran buruk dari Anda. Mungkin ada rasa trauma atau sugesti, hilangkan semuanya. Saat Anda keluar dari situasi buruk, mungkin “cahaya” sejati Anda akan bersinar.
Yang penting Anda melakukan hal yang benar dan itu termasuk melaporkannya. Dengan cara ini, Anda akan mencegah hal serupa terjadi lagi pada orang lain di masa mendatang. —Rappler.com