Apa yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah letusan gunung berapi
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
(DIPERBARUI) Begini persiapan masyarakat, menurut Phivolcs dan Kantor Pertahanan Sipil
MANILA, Filipina (DIPERBARUI) – Ada 300 gunung berapi yang diberi nama dan tidak disebutkan namanya di negara ini, menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs).
Sekitar 23 gunung berapi tersebut tergolong aktif dan 27 gunung berpotensi aktif. Sisanya adalah gunung berapi tidak aktif – gunung berapi yang belum pernah tercatat meletus dalam beberapa tahun terakhir. (BACA: Peta Gunung Berapi Aktif di Filipina)
Gunung berapi aktif
Renato Solidum, direktur Phivolcs, sebelumnya mengatakan bahwa jumlah gunung berapi aktif dapat terus meningkat mengingat lokasi negara tersebut di Samudera Pasifik. cincin Api, 40.000 lingkaran garis patahan yang saling berhubungan di sekitar Samudera Pasifik, tempat aktivitas seismik lainnya seperti gempa bumi juga terjadi setiap hari.
Sebuah gunung berapi dianggap aktif jika telah meletus dalam kurun waktu 600-10.000 tahun terakhir, sebagaimana didukung oleh catatan sejarah dan berdasarkan analisis bahan-bahan yang dapat dijadikan data. Namun tidak peduli berapa lama gunung berapi tertidur, mereka masih mampu bangun dan menyebabkan letusan besar.
Banyaknya gunung berapi di negara ini disebabkan oleh lingkungan tektoniknya yang unik sehingga ideal untuk pembentukan gunung berapi.
“Kepulauan ini dikelilingi oleh lempeng-lempeng subduksi seperti yang ditunjukkan oleh parit-parit yang terkait dengan aktivitas vulkanisme,” jelas Phivolcs.
Berikut cara masyarakat harus mempersiapkan diri sebelum, merespons selama, dan memulihkan diri dari letusan gunung berapi, menurut Phivolcs dan Kantor Pertahanan Sipil:
Sebelumnya
- Ketahui tanda-tanda akan terjadi letusan seperti peningkatan frekuensi gempa vulkanik yang disertai suara gemuruh, perubahan warna keluarnya uap dari putih menjadi abu-abu, serta mengeringnya vegetasi, mata air, dan sumur di sekitar gunung berapi.
- Ketahui rencana keselamatan masyarakat dengan memantau imbauan dan peringatan terkini, mengetahui lokasi lokasi evakuasi dan mempersiapkan tas perjalanan keluarga Anda.
- Setiap orang harus mewaspadai bahaya letusan gunung berapi. Letusan gunung berapi diperkirakan akan menghasilkan hujan abu yang pada gilirannya dapat membahayakan manusia, hewan, tumbuhan, peralatan, dan bangunan. Selain itu, abu vulkanik halus juga sering terhirup sehingga dapat menyebabkan penyakit paru-paru jika terhirup dalam jangka waktu lama.
- Persiapkan semua barang yang perlu dibawa jika terjadi evakuasi: masker gas atau kain bersih, lilin, korek api, senter, baterai tambahan. Jangan lupa untuk mempersiapkan perlengkapan bencana Anda terlebih dahulu.
- Ketahui area mana saja yang termasuk dalam zona bahaya.
Ketika
- Tetap tenang. Tutupi hidung dan mulut Anda dengan masker atau kain bersih dan kenakan kacamata pelindung.
- Jika Anda berada di luar, segera cari perlindungan jika terjadi abu atau batu runtuh. Kenakan kacamata untuk melindungi mata Anda dan hindari semua tempat dataran rendah.
- Jika Anda berada di dalam ruangan, dengarkan radio untuk mengetahui informasi terkini dan perkembangan terkait letusan gunung berapi. Tutup semua jendela dan pintu rumah serta mobil Anda untuk mencegah masuknya abu.
- Jika Anda sedang mengendarai kendaraan, menepilah ke pinggir jalan dan berhenti jika terjadi hujan abu lebat.
- Setelah abu yang jatuh mereda, kikis abu yang menumpuk di atap untuk mencegah keruntuhan.
- Jika diberitahu, segera evakuasi ke tempat yang lebih aman. Tetaplah berada di pusat evakuasi sampai instruksi lebih lanjut. Jangan mencoba meninggalkan lokasi kecuali diperintahkan.
- Cuci peralatan secara menyeluruh sebelum makan. Tutupi wadah air dan makanan untuk menghindari kontaminasi abu.
- Simpan hewan peliharaan Anda di tempat berlindung atau di dalam ruangan untuk menghindari menghirup abu.
- Jauhi sungai dan anak sungai karena kemungkinan terjadinya aliran lahar.
Setelah
- Kenakan masker saat membersihkan.
- Setelah abunya hilang, bersihkan atap dan talang dengan air untuk mencegah korosi.
- Kibaskan abu dari tanaman, furnitur, dan jendela sebelum dibersihkan dengan air. Tutupi hidung Anda saat membersihkan.
- Tunggu pengumuman selanjutnya terkait letusan gunung berapi tersebut.
Meskipun kita tidak dapat menghentikan letusan gunung berapi, masyarakat dapat, melalui tindakan yang terinformasi, mengurangi dampak buruknya. – Rappler.com