Apakah tukang ojek ini akan mengangkut penumpang tanpa bayaran?
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Sekelompok anak muda melakukan eksperimen sosial dengan pengemudi Go-Jek. Akankah mereka menarik penumpang secara cuma-cuma?
JAKARTA, Indonesia — Uang semakin menjadi tujuan utama masyarakat dalam melakukan sesuatu. Apalagi jika Anda bekerja di sektor jasa, sulit menemukan orang yang mau melakukan sesuatu tanpa dibayar; terutama ketika Anda bertemu orang asing.
Alhasil, sekelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas KitaBisa mencoba bereksperimen untuk melihat apakah masih ada orang yang mau membantu dengan ikhlas tanpa iming-iming uang.
Sasarannya adalah para tukang ojek yang bernaung di perusahaan aplikasi jasa transportasi on line, Go-Jek.
Salah satu anggota tim menyamar sebagai penumpang yang ibunya sedang sakit dan meminta untuk dibawa ke Puskesmas Ciputat, Tangsel Selatan, Banten. Ia memesan ojek lewat aplikasi, namun saat sopirnya datang, ia langsung bilang tidak punya uang.
“Uang saya sedikit untuk membeli obat, Pak. “Tidak ada biaya,” kata anggota tim yang menyamar itu.
Memberikan tarif gratis
Pada percobaan pertama, tukang ojek yang tidak disebutkan namanya itu tampak enggan mengantarkan. Namun, hal ini bukan berarti menyerah.
“Naik bus saja, oke? “Nanti saya kasih ongkosnya,” kata si tukang ojek. Setelah itu, pengelola pun meminta agar pesanan tersebut dibatalkan melalui aplikasi.
Namun, pengemudi kedua bersikap berbeda. Tanpa ragu lagi, Pak. Muji bersiap membawa anggota tim yang menyamar itu ke Puskesmas Ciputat. Dia hanya bertanya apakah lokasinya jauh atau tidak.
Begitu keduanya berangkat, tim KitaBisa langsung mengikuti kendaraan tukang ojek tersebut. Setibanya di lokasi, Pak Muji diberitahu bahwa itu semua hanyalah eksperimen sosial.
Tak disangka, air mata pun berjatuhan dari mata ayah berkumis ini. “Saya baris “juga untuk membantu, memberikan manfaat,” kata Pak Muji sambil terisak.
Dia tidak mengambil pekerjaan ini hanya demi uang. Muji sangat ingin membantu orang lain selama dia masih memiliki tenaga yang dibutuhkannya.
Masih banyak orang baik
Ia pun bercerita kepada tim KitaBisa bahwa ia kecewa dengan penumpang. Kami sudah menempuh perjalanan yang jauh, namun sesampainya di tempat tujuan, ternyata pesanan tersebut dibatalkan tanpa alasan.
Kekesalan itu membuat Muji siap membantu. Dia tidak ingin ada orang yang merasakan kesedihan yang sama.
“Sepertinya masih banyak yang mau berbagi,” kata Choqi, salah satu anggota tim. Muji menanggapinya dengan mengatakan bahwa orang seperti itu masih banyak.
Proyek ini rupanya bertujuan untuk meningkatkan semangat berbagi selama bulan Ramadhan. Kitabisa.com juga menawarkan platform donasi online melalui situs web mereka.
Sebelumnya, mereka juga menjadi seperti itu tuan rumah untuk sumbangan untuk Ny. Saeni, pemilik warung di Serang yang makanannya disita Satpol PP.
Apakah Anda siap berbuat baik tanpa pamrih? —Rappler.com
BACA JUGA: