• March 21, 2026
APP meminta maaf karena lambannya menyampaikan data lahan gambut

APP meminta maaf karena lambannya menyampaikan data lahan gambut

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Asian Pulp and Paper dan Turf Reclamation Agency berselisih mengenai data lahan konsesi gambut

JAKARTA, Indonesia – Asian Pulp and Paper Company (APP) telah meminta maaf kepada Badan Reklamasi Gambut (BRG). Sebelumnya, mereka sempat berkonflik soal data lahan konsesi gambut milik anak perusahaan Sinarmas Group.

Ya, mereka meminta maaf atas kejadian kemarin, kata Ketua BRG Nazir Foead saat dihubungi Rappler, Senin 13 Juni.

Permintaan maaf sendiri disampaikan salah satu petinggi Sinarmas, Franky Oesman Widjaja. Ia juga berjanji, data yang diminta BRG akan diberikan minggu ini kepada deputi BRG yang membidangi perencanaan.

Rumit

Sebenarnya kasus ini bermula ketika Nasir Membagikan ke media tentang proses pembuatan peta indikatif lahan yang akan direstorasi.

Untuk merestorasi 2,6 juta hektar lahan gambut pada tahun 2019, lembaga tersebut memerlukan data dari antar kementerian, lembaga, sektor swasta, dan masyarakat. Sejauh ini pendataan berjalan lancar, kecuali satu perusahaan.

“Saya sebut saja biar teman-teman tahu, namanya APP,” kata Nazir.

Menurut dia, perusahaan ini cenderung berbelit-belit dalam menyerahkan luas konsesi lahan gambutnya. Proses negosiasi telah berlangsung sejak Februari.

BRG bahkan mengirimkan surat resmi kepada APP. Tapi apa jawabannya?

Tanggapannya, data tersebut diberikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kata Nazir.

Perilaku seperti itu tidak ia dapatkan dari 6 perusahaan lain yang diminta menyampaikan data serupa.

Namun pihak APP membantahnya. Senior Manager Sustainability and Stakeholder Engagement APP, Trisia Megawati, mengatakan pihaknya telah menyediakan data spasial konsesi lahan gambut sejak Mei lalu.

“APP menggunakan Light Detection and Ranging (LiDAR) 9 resolusi tinggi,” kata Trisia.

Penyerahan tersebut, kata dia, juga dibarengi dengan pemaparan teknis bersama Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, serta perwakilan BRG.

Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Karliansyah. “Tetapi kami tidak memberikannya kepada BRG,” kata Karliansyah.

Belum menerima data apa pun

Nazir membenarkan bahwa APP telah memberikan datanya kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Namun hal tersebut berbeda dengan yang diminta BRG.

“Data yang kami minta lebih lengkap,” ujarnya. Franky, kata Nazir, berjanji akan memberikan datanya pada pekan ini.

Setelah data lengkap diperoleh, BRG akan membuat peta indikatif yang menunjukkan tutupan lahan, serta jaringan kanal di lahan gambut. Poin yang akan ditekankan adalah Kesatuan Hidrologi Gabut (KHG) sebagai pedoman. Dari 651 GRK yang ada di Indonesia, saat ini terdapat 80 GRK yang menjadi prioritas BRG.

Untuk tahun ini, BRG menargetkan 4 kabupaten yang petanya sudah selesai. Daerah tersebut adalah Pulang Pisau, Meranti, Ogan Komering Hilir dan Musi Banyuasin.—Rappler.com

pengeluaran hk hari ini