Arema juara Piala Bhayangkara 2017
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Arema berhasil mengalahkan Persija namun ditahan imbang Bhayangkara FC
SOLO, Indonesia – Arema FC tampil sebagai juara setelah mengumpulkan 4 poin pada turnamen Trofeo Bhayangkara Cup 2017 di Stadion Manahan Solo, Minggu 29 Januari. Sedangkan tim tuan rumah Bhayangkara FC hanya bisa menjadi penerus dengan 2 poin, disusul Persija Jakarta di posisi terbawah dengan 1 poin.
Arema berhasil mengalahkan Persija 1-0 dan menahan imbang Bhayangkara FC 0-0. Sementara itu, laga Bhayangkara FC melawan Persija berakhir dengan torehan poin. Turnamen ini berlangsung hanya dalam waktu 3×45 menit, dimana setiap tim akan menghadapi lawannya dalam waktu 45 menit, dengan satu kali pertandingan merusak pada 30 menit.
Turnamen dibuka dengan tendangan memulai Sementara itu, Kapolri Tito Karnavian menjadi starter pada laga Bhayangkara FC kontra Persija. Pelatih baru Persija, Stefano Cugurra, menurunkan skuad utamanya seperti Andritany dan Bambang Pamungkas, serta menjajal satu pemain pilihan asal Brasil, Carloz Eduardo de Souza Floresta.
Sementara di kubu Bhayangkara, Simon McMenemy menurunkan dua kiper tim, Indra Kahfi dan Evan Dimas Darmono. Kedua tim mempunyai peluang, namun belum ada gol yang tercipta hingga pertandingan berakhir.
Pada laga kedua, Macan Kemayoran menguji keperkasaan Arema. Tim Singo Edan tampil garang sejak menit pertama karena fisiknya masih prima dibandingkan Persija yang bermain 45 menit melawan Bhayangkara FC. Meski tanpa Cristian Gonzales dan Esteban Vizcarra, Arema cukup merepotkan pertahanan yang dijaga Maman Abdurahman dan Gunawan Dwi Cahyo.
Serangan Arema baru membuahkan hasil setelah umpan terobosan Adam Alis dari sektor kiri lapangan diselesaikan dengan baik oleh Dendi Santoso melalui tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti. Persija tak mampu menyamakan skor 1-0 untuk Arema sebelum laga usai.
Arema lebih unggul di laga kedua melawan Bhayangkara karena hanya butuh hasil imbang. Bhayangkara sejak awal tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan terus menekan namun tak ada satu pun yang membuahkan gol. Di sisi lain, Arema lebih banyak menunggu bola dan mengandalkan serangan balik. Hingga peluit akhir berbunyi, skor tetap imbang 0-0.
Menanggapi kemenangan timnya, pelatih baru Arema Aji Santoso mengaku tak memasang target meraih trofi karena menjadikan turnamen ini sebagai ajang uji pemain. Hingga saat ini, Aji mengaku Arema masih dalam masa persiapan menghadapi kompetisi Liga Super Indonesia yang dimulai Maret mendatang.
“Ini hanya pemanasan jelang Piala Presiden dan kompetisi ISL. “Di ISL target kami menang,” kata Aji.
Hasil ini membuat Arema bisa mempertahankan gelarnya. Tahun lalu, Singo Edan menjadi juara Piala Bhayangkara 2016 – menggunakan format berbeda – setelah mengalahkan Persib 2-0 di final di Stadion Gelora Bung Karno. —Rappler.com