• March 18, 2026

‘Art Workshop for Solidarity’ yang mendekatkan seni kepada masyarakat

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

‘Atelier des Arts pour la Solidarité’ atau ‘Art Workshop For Solidarity’ digelar di Indonesian Francais Institute (IFI) Bandung, 17-24 Februari

BANDUNG, Indonesia – Perkembangan seni rupa di Indonesia saat ini sangat pesat. Perkembangan tersebut dapat kita lihat dari munculnya berbagai karya seniman tanah air yang tidak lagi dibatasi oleh suatu teknik atau gaya tertentu.

Namun sayangnya merger ini rupanya tidak diikuti oleh masyarakat. Banyak orang yang masih enggan membicarakan seni karena dianggap kurang penting dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan tujuan untuk mengenalkan seni kepada masyarakat sejak dini sehingga jarak antara seni dan masyarakat dapat dikurangi, Galeri SemAta didirikan pada tahun 2013 dengan mengedepankan program interaktif dan edukatif bersama anak-anak.

Galeri SemAta telah aktif selama 3 tahun dan bekerja bersama anak-anak dan masyarakat. Oleh karena itu, dimulailah Kegiatan Kolaborasi Seniman dengan anggota Galeri SemAta yang melibatkan 10 seniman.

Mereka adalah Wilman Hermana, seorang pematung yang menguasai teknik pemodelan Dan pemeran menggunakan media tanah liat atau plester. Syaiful Garibaldi, seorang seniman yang ahli dalam berkarya patung yang sedang berkembang. Mariam Sofriana, pelukis realis Potret diri dengan teknik memanggang. Mujahidin Nurrahman, seniman kontemporer yang berkarya dengan teknik potongan kertas.

Ada pula Angga Aditya Atmadelega, seniman grafis yang punya teknik cetak tunggal. Poppy Rahayu, ilustrator dengan teknik menggambar yang khas. Tri Asrie Khalidya, ilustrator yang puas lukisan dinding. Dessy Safira, aktif sebagai guru seni yang menyenanginya lukisan dinding. M. Akbar, Artis seni video yang mengungkapkan pesan visual melalui rekaman video. Korin Lesh, seniman dan guru seni dari Australia.

Hasil kerja kolaborasi ini kemudian dikumpulkan dalam sebuah pameran Lokakarya seni untuk Solidaritas atau Lokakarya Seni Untuk Solidaritas yang dilaksanakan di Lembaga Waralaba Indonesia (IFI) Bandung yang telah berlangsung sejak tanggal 17 Februari 2017 dan akan berakhir pada tanggal 24 Februari 2017.

Sebagai bagian dari rangkaian acara pameran, pameran dilaksanakan pada hari kedua bengkel dengan 10 seniman ini dibuka untuk umum, sebagai langkah konkrit mewujudkan visi Galeri SemAta.

Besar harapannya dengan diluncurkannya pameran ini, para seniman dan perupa lainnya akan terinspirasi dan terpacu untuk berbagi ilmu dan berkomunikasi lebih jauh dengan berbagai lapisan masyarakat, sehingga pecinta seni tidak hanya terbatas pada mereka yang paham atau tidak tertarik.

Diharapkan masyarakat terpacu untuk berusaha lebih terbuka dan terlibat dalam kegiatan seni agar seni tidak lagi terisolasi.

Berikut ini adalah daftar foto-foto hasil kerja dan kegiatan selama acara berlangsung Lokakarya seni untuk Solidaritas atau Lokakarya Seni Untuk Solidaritas.

Wilman Hermana (kanan), pematung sekaligus pengelola Galeri SemAta, menjelaskan karya Mujahidin Nurrahman kepada pengunjung.  Foto oleh Tri Asrie Khalidya/Rappler.

Pemotongan kertas Mujahidin Nurrahman bersama anak-anak dari Galeri SemAta.  Foto oleh Tri Asrie Khalidya/Rappler.

Dokumentasi kegiatan melukis mural kolaborasi bersama Tri Asrie Khalidya, Dessy Safira, Galeri SemAta dan warga sekitar di Jalan Boscha III Bandung, tempat Galeri SemAta berada.  Mural komunal sepanjang 20 meter ini bertujuan agar peserta lebih mengenal fauna.  Indonesia sudah banyak mengalami kekurangan dan terancam punah.  Foto oleh Dessy Safira.

Salah satu potongan video yang dibuat oleh salah satu siswa galeri SemAta, setelah M. Akbar mempelajari teknik merekam video.  Foto oleh Tri Asrie Khalidya/Rappler.

Patung Tumbuh, karya menarik karya anak-anak Galeri SemAta dan Syaiful Garibaldi, memadukan seni dan botani, dalam sebuah patung yang menumbuhkan jamur dari dalam.  Foto oleh Tri Asrie Khalidya/Rappler.

Pengunjung berinteraksi dengan patung fiber karya Korin Lesh.  Foto oleh Galeri SemAta.

Workshop seni grafis atau seni grafis sangat menarik untuk dipelajari anak-anak tentang tinta, sekaligus pengenalan teknik pencetakan negatif dan positif.  Foto oleh Galeri SemAta.

Hasil workshop melukis mural yang dilaksanakan bersama Dessy Safira, Tri Asrie Khalidya, dan para peserta juga menghiasi dinding salah satu ruangan Indonesia Francais Institute (IFI) Bandung.  Peserta dari berbagai usia juga mengikuti workshop melukis mural yang mengusung tema solidaritas.  Foto oleh Tri Asrie Khalidya/Rappler.

-Rappler.com

uni togel