Australia dan Indonesia sepakat untuk melanjutkan kembali kerja sama pertahanan
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Indonesia sempat membekukan hubungan kerja sama dengan Australia di bidang pertahanan setelah diketahui materi pelatihan di markas Pasukan Khusus Australia dianggap menyinggung Indonesia.
JAKARTA, Indonesia – Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan Australia dan Indonesia telah sepakat untuk melanjutkan kembali kerja sama sektor pertahanan yang sempat terhenti.
“Kami berdua sepakat untuk melanjutkan kerja sama pertahanan, baik dalam pertukaran maupun kegiatan pelatihan,” kata Turnbull dalam pernyataan bersama usai pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kirribilli House, Sydney, Minggu, 26 Februari.
(CAHAYA UPDATE: Kunjungan Kenegaraan Presiden Jokowi ke Australia)
Sebelumnya, Indonesia membekukan hubungan kerja sama dengan Australia di bidang pertahanan setelah ditemukan adanya dugaan materi pelatihan di markas Pasukan Khusus Australia yang dianggap menyinggung Indonesia.
Dalam insiden yang terjadi pada awal Januari 2017, seorang instruktur Kopassus Indonesia dikabarkan merasa tersinggung dengan materi yang ditampilkan di sebuah tempat latihan di Perth, Australia. Ada materi yang dilaminasi dan dianggap sebagai dasar negara Indonesia yaitu Pancasila yang dideformasi menjadi “Pancagila”.
Namun Turnbull hari ini menegaskan bahwa hubungan kedua negara telah kembali baik, terutama melalui kunjungan Presiden Jokowi ke Australia. Ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama yang dilakukan Jokowi ke Negeri Kanguru setelah ditunda pada tahun lalu.
Peningkatan hubungan ekonomi
Turnbull juga mengatakan bahwa di luar pemerintahan, industri di Australia dan Indonesia menyadari besarnya potensi ekonomi yang belum tereksplorasi.
“Ini tentang industri pertahanan dimana kendaraan lapis baja diproduksi oleh industri pertahanan,” ujarnya.
Dikatakannya, Australia-Indonesia merupakan negara demokrasi yang sangat aktif dan aktif. Keduanya saling menghormati dan menghargai keberagaman.
“Kami memiliki komitmen yang sama terhadap demokrasi, kebebasan dan keberagaman. “Kita membutuhkan undang-undang yang memberikan stabilitas bagi kedua negara agar lebih sejahtera,” ujarnya.
Menurutnya, kedua negara akan terus bergerak menuju kemitraan kuat yang didedikasikan untuk kepentingan bersama.
“Perjanjian Lombok yang ditandatangani pada tahun 2006 meletakkan dasar bagi hubungan strategis dan hubungan keamanan negara kita. “Australia sangat berkomitmen terhadap keutuhan wilayah Indonesia,” ujarnya. —Antara/Rappler.com