• March 21, 2026

Banyak maskapai penerbangan yang tertarik membeli pesawat N219

Pesawat N219 berhasil lepas landas pada pengujian kedua

BANDUNG, Indonesia – Pesawat Indonesia N219 kembali mengudara pada Rabu, 23 Agustus, dalam uji terbang keduanya di landasan Bandara Husein Sastranegara, Jalan Padjadjaran, Kota Bandung. Pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) itu mengudara sekitar 30 menit.

Setelah pesawat lepas landas, pesawat berhasil mendarat kembali di Bandara Husein Sastranegara. Kapten Esther Gayatri Saleh kembali dipercaya sebagai pilot in command pada uji terbang kedua Rabu pekan lalu.

Usai mendaratkan N219, Esther mengatakan tes kedua berjalan lancar seperti penerbangan pertama. Pada uji coba kedua, kata Esther, dilakukan beberapa pengujian yakni kalibrasi kecepatan udara serta stabilitas dan pengendalian. Hasilnya, semuanya berjalan baik dan baik.

Namun, diakui Esther, ada catatan teknis yang perlu dikaji.

“Karena ini baru penerbangan kedua, kamu jangan berharap terlalu banyak. Jadi kita kumpulkan datanya, nanti kita analisis. “Data dari safety review board akan kita kumpulkan kembali, lalu nanti kita tentukan penerbangan ketiga, keempat, dan seterusnya,” jelas Esther.

Masih ada waktu untuk menganalisis dan mengevaluasi kondisi pesawat N219. Sebab menurut Esther, Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Perhubungan Udara) memberikan waktu 20 jam pertama untuk penerbangan prototipe tersebut.

“Kami ingin memaksimalkan 20 jam pertama ini. “Data dan perbaikan apa yang bisa kami lakukan,” kata Kepala Uji Coba PTDI.

Untuk mendapatkan sertifikat kelaikan udara, N219 harus menjalani uji terbang selama 300 jam. Sertifikat yang diterbitkan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan ini rencananya akan diperoleh pada tahun depan.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI Andi Alisjahbana mengatakan, pihaknya optimis bisa mendapatkan sertifikat sesuai target.

“Saya sangat optimistis seluruh aktivitas penerbangan dapat kami laksanakan. Insya Allah akan berjalan lancar. Sesungguhnya jumlah (jamnya) kurang lebih 300 jam. Insya Allah bisa kami selesaikan, ujarnya.

Andi melanjutkan, misi utama sidang kedua ini adalah pihaknya ingin memperoleh data mengenai gaya dan sudut kemudi pesawat. Data ini nantinya akan diolah sebagai bagian dari dokumen untuk mendapatkan sertifikasi.

“Jadi tugas 300 jam itu adalah mendapatkan datanya. Data tersebut kemudian diolah dan dipelajari. “Jika tidak ada masalah, ini bukti pesawat aman dioperasikan,” ujarnya.

Dari uji coba kedua ini, Andi yakin, hasilnya normal atau disebut “sesuai prediksi”.

“Yang saya khawatirkan adalah hal itu “tidak terduga”. Ada analisis untuk semuanya. Itu semua ada dalam prediksi. “Menurut saya bagus dan saya optimis,” kata Andi.

Banyak penggemar

Meski belum dinyatakan laik terbang, pesawat N219 mulai menarik minat calon pembeli. Direktur Utama PTDI Budi Santoso mengatakan saat ini banyak pihak yang berminat membeli N219.

“Banyak yang mau beli, sudah banyak MoU, tapi saya belum berani bilang kontrak. “Masih perlu tes,” kata Budi.

Katanya ada maskapai roti lebah yang memanggilnya pelanggan pertama. Namun, dia memberikan syarat kepada pihak yang ingin membeli pesawat PT DI.

“Seseorang selalu menelepon saya, yang ingin menjadi pelanggan pertama. Ada beberapa maskapai penerbangan. Tapi aku harus meluncurkan pelanggan “Yang mau beli minimal 50 pesawat,” ujarnya.

Sidang kedua ini bertepatan dengan HUT PT DI ke-41. Semula, ada empat menteri yang dijadwalkan hadir dan menyaksikan penerbangan kedua N219. Namun mereka urung hadir karena harus menghadiri pertemuan dengan Presiden Joko Widodo. – Rappler.com

Togel Sydney