Barcelona vs Sevilla: Barca menuju gelar ganda
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Sevilla yang kelelahan usai mengikuti final Liga Europa harus menghadapi raksasa asal Catalonia.
JAKARTA, Indonesia – Usai gagal di perempatfinal Liga Champions, Barcelona terus dihujani kritik. Performa mereka dinilai menurun.
Kekuatan pemuncak klasemen Divisi Primera yang tertinggal 4 poin dari Real Madrid tiba-tiba tinggal menyisakan satu poin jelang berakhirnya kompetisi. Pasalnya mereka kalah melawan Valencia 1-2.
Beruntung gelar liga domestik masih bisa diselamatkan di penghujung musim. Mereka mampu menang 3-0 atas Granada di laga terakhir Divisi Primera. Kemenangan 2-0 Real Madrid atas Deportivo La Coruna 2-0 tidak ada gunanya.
Meski demikian, bukan berarti Barca masih aman. Mereka masih dihantui penurunan performa usai kegagalan di Liga Champions saat menghadapi Sevilla di final Copa del Rey, Senin 23 Mei, pukul 02:30 WIB di Vicente Calderon.
Apalagi, Sevilla punya tradisi yang cukup baik di final turnamen negara Matador tersebut. Sejak tahun 1962, tim asal Andalusia selalu menjadi juara Copa del Rey jika lolos ke final.
Memang dari segi tradisi juara, pasukan Unai Emery jelas tertinggal jauh dari Barca. Tim Catalan mencapai ini sebanyak 28 kali. Bandingkan dengan Sevilla yang hanya 5 kali.
Meski demikian, mentalitas Sevilla patut diwaspadai pasukan Luis Enrique. Kemenangan 3-1 atas Liverpool di Liga Europa setelah sebelumnya tertinggal 0-1 patut menjadi perhatian tersendiri bagi Andres Iniesta dan kawan-kawan.
“Kami berkorban banyak untuk bisa tampil di final. “Sekarang kami tidak bisa lagi mengatakan itu benar (kekalahan),” kata Emery dikutip dari Football Espana.
Emery semakin percaya diri karena pada putaran pertama Divisi Primera mereka mampu mengalahkan Barca 2-1 pada Oktober lalu. Ia sudah mengetahui dengan baik karakter Barca.
Meski akhirnya membalas dengan skor yang sama pada Februari lalu, setidaknya manajer kelahiran Spanyol itu membuktikannya. Pasukannya bisa tampil kompetitif melawan Barca.
“Barca selalu menuntut lebih dari setiap lawannya. Kami perlu berlari lebih banyak untuk memenangkan bola dan menyerang dengan cepat. Kami tahu caranya,” kata Emery.
Meski demikian, Emery juga harus sadar bahwa kondisi pasukannya sangat berbeda dibandingkan Barca. Mereka telah memainkan lebih banyak pertandingan dalam seminggu terakhir.
Blaugrana—julukan Barca—terakhir kali menghadapi Granada pada 14 Mei. Artinya, masa persiapan mereka untuk pertandingan terakhir berlangsung lebih dari seminggu.
Sebaliknya, Sevilla terakhir kali bermain pada 19 Mei saat berlaga di final Liga Europa. Hanya 4 hari yang lalu. Meski begitu, istirahat mereka harus dipersingkat dengan perjalanan ke Basel, Swiss.
Situasi ini jelas membuat Barca berada di atas angin. Mereka punya lebih banyak waktu untuk mempersiapkan pertandingan. Faktanya, sejak tersingkir dari Liga Champions, hari-hari tengah pekan mereka diisi lebih banyak waktu untuk membangun kebugaran.
“Tiga minggu terakhir tanpa pertandingan pertengahan minggu membawa banyak manfaat bagi kita.” kata Enrique.
Enrique pun mengakui Sevilla kerap merepotkan timnya. “Serangan balik mereka mematikan,” katanya.
“Tetapi saya merasa musim ini akan berakhir manis bagi kami. Kami ingin memenangkan gelar ganda. Dan kami akan mewujudkannya dengan mengalahkan Sevilla,” ujarnya.—Rappler.com
BACA JUGA: