BEBERAPA, Banjir Aplikasi Peringatan Dini di Gadget
keren989
- 0
Aplikasi peringatan dini banjir cukup akurat dan membantu masyarakat di kedua sisi Bengawan Solo untuk mendapat informasi dan mampu mengantisipasi banjir
SOLO, Indonesia – Banjir melanda dan melumpuhkan Kota Solo, salah satu kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, pada 18 dan 19 Juni. Meski banjir ini berdampak pada lebih dari 1.000 keluarga, namun beruntungnya tidak ada korban jiwa.
Selain kesiapsiagaan para relawan bencana dan masyarakat di sekitar aliran sungai, sejumlah kecamatan di Solo yang sering menjadi korban banjir juga telah memanfaatkan teknologi informasi untuk memprediksi banjir melalui Flood Early Warning and Early Action System (FEWEAS), yaitu banjir. program monitoring yang bisa di download gratis di telepon pintar Berbasis Android dan iOS.
FEWEAS sebenarnya dirilis oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dengan dukungan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Perum Jasa Tirta 1, dan Zurich Insurance Indonesia beberapa bulan lalu, sedangkan aplikasinya dikembangkan oleh tim peneliti dari Institut Teknologi Bandung. Teknologi (ITB). FEWEAS dirancang sebagai upaya terobosan pengurangan risiko bencana banjir berbasis IT – menyediakan informasi yang akurat dan terkini (memperbarui) per jam melalui gadget.
Di Solo, PMI membentuk relawan siaga bencana berbasis masyarakat (Sibat) yang terdiri dari 30 orang di setiap kecamatan yang mendapatkan pelatihan kebencanaan, termasuk metode evakuasi dini dengan menggunakan informasi FEWEAS dan mengajarkannya kepada masyarakat sekitar.
“Aplikasi ini cukup akurat dan bermanfaat, sehingga kami ingin seluruh wilayah di Bengawan Solo dapat memanfaatkannya agar masyarakat terinformasi dan waspada terhadap banjir,” kata Sumartono, Pengurus Bencana PMI Solo, kepada Rappler, Rabu, 21 Juni.
Namun penerapan ini baru diterapkan di DAS Bengawan Solo, menyusul menyusul sungai lain seperti Ciliwung dan Citarum. DAS Bengawan Solo dipilih sebagai lokasi pertama pemanfaatan FEWEAS karena banjir tahunan di sungai terpanjang di Pulau Jawa ini dinilai memberikan dampak sosial ekonomi yang besar dan kerusakan infrastruktur yang serius.
FEWEAS tidak mencegah banjir, namun mengurangi risiko, terutama korban jiwa, dengan memberikan informasi terkini mengenai cuaca, iklim, dan potensi banjir. Teknologi ini juga akan membantu masyarakat dalam memprediksi banjir sehingga dapat mengurangi dampak banjir dengan antisipasi dini yang tepat.
“Sistem ini canggih dan kuat dalam pemodelan, dapat mengambil data dari 35 titik pemantauan dan mengetahui secara pasti lokasi banjir secara pasti. Informasi ini terus diperbarui waktu sebenarnya,” kata ketua tim pengembangan aplikasi FEWEAS yang juga Ketua Departemen Meteorologi dan Geofisika ITB Armi Susandi di Solo beberapa waktu lalu.
Apa sajakah fitur FEWEAS?
Curah hujan
Pengguna FEWEAS dapat melihat data curah hujan secara real-time yang direkam oleh 26 stasiun pengamatan hujan di sepanjang DAS Bengawan Solo. waktu sebenarnya.
Ketinggian air sungai di setiap stasiun pengamatan juga dapat terus dipantau waktu sebenarnya, tidak hanya sungai utama Bengawan Solo, tapi juga anak-anak sungainya. Fitur ini menyajikan informasi dari Wonogiri hingga Bojonegoro. Misalnya Lokasi: Jurug, Status: Awas 3, Ketinggian air maksimum: 83,72 meter, Waktu: 19 Juni 2016 pukul 08:59:00.
Prakiraan banjir
Fitur ini memberikan informasi setiap jam mengenai bencana banjir yang akan terjadi dalam dua hari ke depan dan dilengkapi dengan peringatan dini jika terjadi banjir. Bahkan, FEWEAS dapat memberikan informasi di daerah mana saja akan terjadi genangan air dan di ketinggian berapa genangan air tersebut dengan presisi yang cukup tinggi.
Prakiraan Cuaca
Aplikasi ini dapat meramalkan cuaca setiap tiga jam dalam dua hari ke depan dalam skala desa, sehingga dapat membantu masyarakat dalam beraktivitas dan mengantisipasi cuaca ekstrem. Fitur ini juga memuat informasi suhu udara, tekanan, kelembapan, arah dan kecepatan angin, serta curah hujan.
Prakiraan iklim
FEWEAS dapat meramalkan iklim hingga lima tahun dengan pembaruan setiap 10 hari pada skala desa. Fitur ini mengadopsi Smart Climate Model yang dikembangkan oleh ITB yang telah teruji keakuratannya dan digunakan di banyak tempat di Indonesia.
informasi Anda
Fitur ini dirancang sebagai wadah berbagi informasi antar pengguna FEWEAS mengenai kondisi cuaca sekitar, termasuk jika terjadi bencana, laporan masyarakat mengenai banjir di DAS Bengawan Solo, dan informasi yang mereka sampaikan melalui Twitter @info_feweas.
“Melalui fungsi ini, setiap orang dapat mengirim dan berbagi foto dan video tentang cuaca di lingkungannya masing-masing,” kata Armi.
FEWEAS dan manajemen bencana
Tak hanya relawan PMI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo dan Sukoharjo kini menggunakan aplikasi FEWEAS sebagai panduan utama dalam menangani bencana banjir DAS Bengawan Solo. Menurut Kepala BPBD Solo Gatot Sutanto, aplikasi ini mudah, akurat dan dapat dipahami oleh semua orang, karena hampir semua orang saat initelepon pintar.
“Sebelum kami menggunakan FEWEAS, petugas kami harus mengecek keadaan ketinggian air di setiap pos pemantauan melalui radio, hand-talkie, atau telepon. “Prosesnya memakan waktu, kadang sulit untuk bergabung, tapi sekarang jauh lebih mudah,” kata Gatot.
Dengan satu kali jenis, pengguna aplikasi dapat memperoleh informasi ketinggian air di seluruh pos pemantauan seperti Waduk Gajah Mungkur, Pintu Jurug dan Bendungan Colo. Gatot juga memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mengunduh aplikasi ini agar mendapatkan informasi terkini mengenai kemungkinan risiko banjir di sepanjang daerah aliran sungai.
Sementara BPBD Sukoharjo sudah tidak bergantung lagi sistem peringatan dini yang dipasang di jembatan Bacem. Dengan FEWEAS, mereka dapat dengan mudah memperoleh informasi ketinggian air di setiap titik. Bahkan, ia bisa mengetahui wilayah mana saja yang berpotensi terdampak genangan air, sehingga ia bisa berkonsentrasi di tempat tersebut untuk membantu evakuasi dini.
Anang, warga Grogol Sukoharjo, salah satu wilayah terdampak banjir, mengaku mengunduh FEWEAS karena aplikasi tersebut sangat membantunya dalam memberikan informasi lengkap, cepat dan akurat mengenai ancaman banjir. Termasuk banjir kemarin, kata dia, prakiraan banjirnya sudah presisi dalam memprediksi tempat-tempat yang akan terendam banjir.
“Bagus sekali aplikasinya, tapi sekali lagi semua tergantung masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai, sejauh mana kesadaran dan kebutuhan mereka untuk mengakses informasi potensi banjir di wilayahnya,” kata Kepala BPBD Jateng. Sarwa Pramana. – Rappler.com