Bentrokan antara suporter PS TNI vs Persegres Gresik United terjadi karena kesalahpahaman
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Suporter Persegres Gresik, Ultrasmania, tak mau bentrok dengan suporter PS TNI pada laga Indonesia Soccer Championship (ISC) di Stadion Petrokimia, Gresik, Minggu, 22 Mei, tak terlaksana sepak pojok.
Mereka justru mengira yang memulai kerusuhan adalah suporter lawan.
Sumber internal pendukung Gresik yang terlibat langsung dalam kerusuhan memaparkan kronologi detailnya. Pada dasarnya, semuanya bermula dari kesalahpahaman. Mereka kemudian diserang oleh pendukung PS TNI.
Dari penjelasannya, kejadian tersebut bermula saat suporter PS TNI semuanya ditempatkan di sektor 6 (tribun belakang gawang selatan). Sektor 5 yang biasa menjadi tempat stand Ultras Gresik tampak lengang.
“Sebenarnya keberatan dengan ultras. Karena itu adalah tempat untuk mendukung dan bernyanyi. Pada akhirnya, motion tribune memilih untuk memboikot. “Semua tempat sampah dibawa keluar,” kata sumber itu.
Setelah itu, di depan sektor 6 terdapat beberapa spanduk Ultra. SPendukung PS TNI keberatan. Mereka melepaskannya dengan paksa. Ada yang robek.
Alhasil, kondisi mulai memanas dan para Ultra tidak terima. Namun tak dibalas, mereka hanya bernyanyi menyindir aksi suporter PS TNI.
“Para penggemar kemudian bernyanyi itu saja (plebej, Ed.). Pendukung PS TNI tidak terima dan mulai melemparkan botol ke arah Ultra. Tapi tidak kena karena jaraknya jauh, sektor 5 steril, ujarnya.
Sebelum pertandingan dimulai, beberapa Ultra berencana untuk pindah perancah – dimana biasanya konduktor Ultra memimpin atraksi dan gerakan pendukung – di depan sektor 5. Mereka ingin memindahkannya ke sektor 4.
“Nah, ada spanduk PS TNI yang diikat. Kawan-kawan Ultras hanya bermaksud memindahkan spanduk, bukan mencopot spanduk. Namun pendukung PS TNI memaknainya berbeda. Tanpa dikomando, hampir separuh pendukung PS TNI tiba-tiba turun ke lapangan dan mengejar teman-teman Ultras yang hendak bergerak perancah”jelasnya.
“Teman-temanku melarikan diri. Mereka pun bergegas ke depan sektor 4, dan aksi saling lempar berbagai benda pun dimulai. “Kemudian terjadi kekacauan dan pertandingan dihentikan,” jelas sumber tersebut.
Sejauh ini korban luka-luka berjumlah 50 orang, semuanya merupakan pendukung Ultras Gresik. Sejumlah korban dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik dan RS Semen Gresik.
Penjelasan PS TNI
Media Officer PS TNI Djoko Purwoko melihat ada pemberitaan negatif terkait kejadian kemarin saat Persegres GU vs PS TNI di Gresik.
“Kami selaku perwakilan manajemen klub dan perwakilan suporter PS TNI mengklarifikasi kronologi kejadian tersebut sebagai bahan pertimbangan atas pemberitaan yang beredar,” ujarnya melalui pesan singkat.
Djoko yang mewakili suporter PS TNI meminta maaf kepada suporter Persegres Gresik United atas kejadian tersebut. Mereka berjanji akan mengedukasi pendukungnya PS TNI. “PADAagar hal serupa tidak terulang lagi di kemudian hari,” ujarnya dalam rilis resmi.
Namun Djoko tak sependapat jika kejadian itu bermula dari pendukung PS TNI. Menurut dia, kejadian tersebut disebabkan oleh provokasi pendukung Persegres GU yang meneriakkan dan meneriakkan yel-yel rasis seperti: “PS TNI brengsek. Perangkat sialan itu.”
Bahkan, sesuai aturan di Bab Selain itu, ada spanduk rasis bertuliskan Hentikan Arogansi Polisi.
“Ada lemparan batu dari salah satu suporter GU Persegres yang berada di pinggir lapangan dan mengenai salah satu suporter PS TNI, sehingga kejadian tersebut membuat suporter PS TNI turun ke lapangan,” ujarnya.
Djoko menambahkan, ada peringatan untuk menjadikan sektor 5 Stadion Petrokimia steril sebagai pembatas jarak antar suporter. Namun oknum pendukung Gresik tetap bersikeras untuk menduduki Sektor 5 yang disepakati bersama untuk dievakuasi.
“Kami dari manajemen PS TNI menyampaikan sepenuhnya kepada Komdis PT. GTS tentang kejadian kemarin, karena dihadiri oleh Komisaris Pertandingan dari PT. “GTS menyaksikannya langsung di lapangan sudah tepat,” ujarnya.
Suporter Persegres mengapresiasi permintaan maaf PS TNI
Ketua Suporter Gresik United, Muharom, menghargai permintaan maafnya yang dilakukan PS TNI, dan meminta agar tidak ada dendam pasca kejadian yang menimpa keduanya.
“Kami juga mohon maaf kepada PS TNI untuk memaklumi jika masih ada suporter Persegres yang kecewa dengan kerusuhan kemarin, dan saya harap tidak ada rasa dendam,” kata Muharom saat dikonfirmasi dari Surabaya, Senin.
Muharrom sendiri sangat menyayangkan kejadian tersebut, dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di sepak bola nasional kedepannya. –Rappler.com