• March 21, 2026

Berita hari ini: Jumat, 24 Juni 2016

Indonesia bungkus: Jumat, 24 Juni 2016

Mulai dari Inggris yang memutuskan keluar dari Uni Eropa hingga 7 WNI yang kembali disandera di Filipina Selatan

Rakyat Inggris mengambil keputusan bersejarah pada Kamis 23 Juni waktu setempat. Mayoritas dari mereka memilih keluar dari Uni Eropa. Keputusan ini tidak diharapkan oleh beberapa pihak, termasuk Perdana Menteri David Cameron.

Tak lama setelah hasilnya diumumkan, Cameron mengumumkan pengunduran dirinya. Apa dampak “perceraian” Inggris ini terhadap Uni Eropa?

Sementara itu, WNI kembali menjadi sasaran penculikan kelompok bersenjata di Filipina selatan. Tujuh warga negara Indonesia diculik saat berlayar dari Filipina selatan menuju Samarinda pada 20 Juni. Apa tanggapan Indonesia terhadap penculikan yang terjadi sebanyak 3 kali ini?

Tonton video berikut:

Turis asal Inggris tewas setelah melompat dari lantai 5 sebuah hotel di Bali

BALI, Indonesia – Seorang turis asal Inggris yang dikenal dengan inisial RRNA tewas setelah melompat dari lantai lima hotel tempatnya menginap di Jalan Raya Kediri, Tuban, Bali pada Jumat dini hari, 24 Juni.

Kapolsek Kuta Kompol I Wayan Sumara mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 02.20 Wita.

“Kami mendapat laporan dari pihak security hotel,” kata Sumara.

sebelum kamu melompat wanita berusia 26 tahun itu terdengar teriakan.

Sumara mengaku melakukan olah TKP. “Kami sudah melakukan penyelidikan ICP dan sedang menyelidiki penyebab kejadian tersebut,” ujarnya.

Bali adalah tempat pariwisata terpenting di Indonesia. Majalah Perjalanan+Kenyamanan Amerika Serikat menobatkan Bali sebagai pulau terbaik kedua di dunia dan terbaik di kawasan Asia. Bobby Andalan/Rappler.com

Untuk mencegah pencurian ikan di Natuna, TNI mengirimkan 5 KRI dan 1 pesawat pengintai

JAKARTA, Indonesia – Pemerintah Indonesia mengambil tindakan tegas menyusul penangkapan kapal nelayan China Han Tan Cou 19038 di perairan Natuna pada Jumat, 17 Juni. Mereka mengintensifkan aktivitas patroli di perairan Natuna dengan mengirimkan alutsista militer.

“Kami mengirimkan 5 pesawat KRI dan 1 CN untuk melakukan pengintaian. Tujuan kami tidak mengizinkan (perahu nelayan) lagi dan kami harapkan dengan menangkapnya,” kata Panglima TNI Gatot Nurmantyo usai menggelar rapat dengan Komisi I DPR seperti tertulis dalam siaran pers, Kamis, 23 Juni.

Gatot mengatakan Indonesia akan bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku bagi kapal berbendera China jika menangkap ikan di perairan Natuna. Setelah ditangkap, akan dilakukan penyidikan dan proses hukum, baru kemudian kapal ditenggelamkan.

Gatot menilai, penangkapan kapal ikan Tiongkok oleh TNI Angkatan Laut menunjukkan bahwa perairan Laut Natuna merupakan tempat terjadinya pelanggaran teritorial, khususnya aktivitas illegal fishing.

“Jadi kapal-kapal ikan ini masuk ke wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) kita. Kemudian mereka mencuri ikan di sana. Tentu ditangkap TNI Al,” kata Gatot.

Membangun perekonomian di Natuna

Sementara itu, Presiden Joko “Jokowi” Widodo menyampaikan pesan tegas kepada China pada Kamis pekan lalu dengan menggelar rapat terbatas di atas kapal Imam Bonjol-353. Kapal tersebut digunakan TNI Angkatan Laut untuk menangkap kapal nelayan Tiongkok di perairan Natuna.

Apa saja yang dibicarakan Jokowi di kapal? Ia menginstruksikan para Menteri yang hadir untuk mempercepat pembangunan di Kepulauan Natuna. Patroli dan keamanan di kawasan Natuna juga harus ditingkatkan.

Saya minta kemampuan TNI dan Bakamla dalam menjaga laut semakin ditingkatkan, baik kelengkapan radar maupun kesiapannya, kata Jokowi dalam keterangan tertulis yang diterima Rappler dari Kementerian Politik. . dan Urusan Keamanan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut serta dalam ratas tersebut mengatakan, pembangunan ekonomi yang dimaksud Jokowi sebaiknya difokuskan pada industri perikanan dan migas. Di kawasan Natuna juga akan disediakan listrik sekitar 50 MW untuk membantu proses eksplorasi gas. – Rappler.com

Polisi menangkap 10 tersangka kasus vaksin balita palsu

Bareskrim Polri menangkap 10 tersangka pada Kamis dalam kasus peredaran vaksin palsu untuk balita.

Total tersangka dalam kasus ini berjumlah 10 orang, terdiri dari lima produsen, dua kurir, dua penjual, dan satu pencetak label, kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya.

Dia mengatakan, kasus ini bermula ketika ditemukan beberapa penjual vaksin anak tanpa izin.

Dari keterangan tersangka diperoleh bahwa mereka menggunakan botol vaksin bekas yang kemudian diisi dengan cairan infus atau air suling dan vaksin tetanus, kemudian botol tersebut diberi tanda vaksin yang diinginkan.

Vaksin palsu tersebut beredar di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Pelajari lebih lanjut di Di antara.

Ahok menegaskan, tidak ada ruginya membeli tanah RS Sumber Waras

Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta, menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 12 April.  Foto oleh Hafidz Mubarak A./ANTARA

Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama pada Jumat 24 Juni kembali menegaskan tidak ada kerugian negara dalam pembelian sebagian tanah RS Sumber Waras di Tomang, Jakarta Barat pada tahun 2014 dan pihaknya tidak memenuhi rekomendasi BPK. Agensi (SAO).

Dia juga bilang dia bertanya kepada Satuan Kerja Daerah (SRTU) untuk secara resmi menanggapi rekomendasi LTD.

“SKPD sudah membalas ke BPK. Jawaban lanjutannya apa, jawabannya tidak bisa dibalik, tidak ada ruginya,” kata Ahok di Balai Kota.

Berdasarkan laporan LTD, Pemda DKI Jakarta mengalami kerugian sebesar Rp 191,3 miliar dalam pembelian lahan RS Sumber Waras. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut namun tidak menemukan unsur pelanggaran hukum dalam transaksi tersebut. Berita selengkapnya di Tempo.co.

5 anggota komplotan pungli diamankan Polda Metro Jaya

Lima dari enam anggota komplotan pungli, termasuk tiga orang yang mengaku jurnalis, diamankan Polda Metro Jaya karena melakukan pemerasan terhadap pengusaha berinisial RS (55 tahun).

Kasudbit Jatanras Dit Reskrimun Polda Metro Jaya AKBP Hendy F. Kurniawan, Jumat, 24 Juni mengatakan, satu orang berinisial AB masih dalam pengejaran. Dia mengaku sebagai polisi.

Anggota komplotan tersebut mengaku sebagai jurnalis dengan inisial GS, CS dan FSS, sedangkan dua lainnya berinisial MGH dan NL.

Dalam aksinya, mereka mengancam akan menulis berita bahwa R melakukan perbuatan tidak senonoh jika tidak menyerahkan uang Rp 300 juta, sedangkan R hanya mampu membayar. Rp 50 juta. Baca berita selengkapnya Kompas.com.

Mantan pengemudi Blue Bird yang memprovokasi demonstrasi taksi itu dijerat UU ITE

Feri Yanto, mantan pengemudi Blue Bird yang diduga menghasut protes taksi, pada 22 Maret 2016. Tangkapan layar dari Facebook

Ingatkah Anda dengan mantan pengemudi Blue Bird yang diduga menghasut kerusuhan lewat media sosial saat aksi unjuk rasa taksi online Maret lalu?

Dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) memvonis Feri Yanto bersalah karena mengajak sopir taksi membuat onar dengan mengunggah foto dan status provokatif di Facebook.

“Dengan datang ke depan Istana Negara dengan membawa senjata tajam dan senjata tumpul berupa pedang dan arit, serta bila perlu membawa bom molotov,” kata Jaksa Penuntut Umum Ibnu Suud, Kamis.

Jaksa menilai unggahan status Feri menjadi pemicu protes para pengemudi taksi yang melumpuhkan sebagian wilayah Jakarta pada 22 Maret 2016. Atas perbuatannya, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Feri melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo 45 Ayat (2) UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Elektronika dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pelajari lebih lanjut di okezone.com.

Protes kunjungan Ahok ke Penjaringan berakhir ricuh

Protes terhadap kunjungan Ahok ke Penjaringan berakhir ricuh pada 23 Juni 2016.  Foto dari Twitter/@ayahnya_faris

Aksi protes kedatangan Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama di Penjaringan Utara berakhir ricuh pada Kamis sore.

Kedatangan Ahok rencananya untuk memperkenalkan Ruang Pelayanan Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Desa Penjaringan. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta dikabarkan akan menggusur warga di kawasan Penjaringan.

Mobil Ahok dicegat pengunjuk rasa. Sementara itu, pengunjuk rasa juga terlihat saling melempar batu bersama polisi. Petugas juga terkadang menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Tidak ada korban jiwa atau penangkapan selama protes tersebut.

Sementara Ahok menuding ada pihak luar yang memprovokasi tindakan tersebut. “Warga di sini menolak atau tidak? Anak-anak tidak menikmati tempat ini? Dari mana asal mereka yang menolak?” kata Ahok usai peresmian RPTRA. Pelajari lebih lanjut di Tempo.co.

Indonesia liputan: Kamis, 23 Juni 2016

Mulai dari ‘uji kelayakan dan kepatutan’ calon Kapolri hingga Jokowi berkunjung ke Natuna

Calon Kapolri Komjen Tito Karnavian lolos uji kelayakan dan kepatutan di parlemen Indonesia. Jika terpilih, ia berjanji akan menjalankan 11 program prioritas, antara lain reformasi internal kepolisian, peningkatan pelayanan publik, profesionalisme hukum, dan pemberantasan korupsi. Rapat paripurna DPR pada 27 Juni mendatang akan menentukan nasibnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi baru pertama kali berkunjung ke Kepulauan Natuna. Ia memimpin pertemuan mengenai potensi pengembangan Natuna, kawasan perbatasan yang kerap menjadi sengketa internasional.

Pertemuan tersebut digelar secara simbolis di atas kapal Imam Bonjol RI. Natuna berbatasan langsung dengan Malaysia, Vietnam, dan Kamboja. Pemerintah Indonesia kerap menangkap kapal asing yang diduga mencuri ikan di perairan Natuna.

Tonton videonya di bawah ini:

—Rappler.com

Data SDY