• March 1, 2026

Berita hari ini: Jumat 6 Mei 2016

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Berita dipilih oleh redaksi pada hari Jumat tanggal 6 Mei 2016 dan akan terus diupdate.

Dua wisatawan terseret ombak saat selfie

Dua wisatawan asal Jawa Tengah terseret ombak saat berswafoto di Pantai Kedung Tumpang, Jawa Timur pada Kamis, 5 Mei.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jumat 6 Mei, mengatakan tim SAR gabungan dan masyarakat masih melakukan pencarian terhadap kedua nama korban tersebut Aris (25 tahun) dan Imam (25 tahun).

Aris dan Imam datang ke Pantai Kedung Tumpang bersama enam temannya. Sesampainya di sana, Aris dan Imam berfoto selfie di dekat laut bersama Joko Budianto (25 tahun) dan Imam Wahyudi (24).

Tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret keempat orang itu ke laut. Joko dan Imam Wahyudi berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Aris dan Imam hilang tersapu ombak. Baca selengkapnya di Kompas.com.

Sultan Yogyakarta membela tindakan polisi yang menghentikan pemutaran film Pulau Buru

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono lantaran menuai pro dan kontra pada pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta karya sutradara Rahung Nasution di kantor sekretariat AJI.

“Polisi tidak punya pilihan. Daripada terjadi tabrakan yang berpotensi menimbulkan masalah bagi polisi, lebih baik diselesaikan dan dihentikan, kata Sultan Hamengku Buwono di Hotel Inna Garuda.

Meski membela pembubaran pemutaran film tersebut, Sultan membantah telah membiarkan adanya perbedaan. Dia menegaskan, apa yang dilakukan polisi semata-mata untuk menghindari pro dan kontra yakni kekerasan.

Kalau masyarakat sendiri yang menambahkan (kelebihan dan kekurangannya), posisi polisi sangat dilematis, kata Sultan. Baca selengkapnya di Tempo.co.

Ramos Horta menyarankan agar Indonesia menggunakan dialog untuk mendekati komunitas separatis Papua

Mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta menyarankan agar pemerintah Indonesia mendengarkan dan mencoba memahami mengapa ada perlawanan di Papua. Menurutnya, banyak masyarakat Papua yang menaruh harapan pada pemerintahan Presiden Joko “Jokowi” Widodo setelah bertahun-tahun mengalami kekecewaan.

“Semua orang tahu bahwa perlawanan sudah ada sejak lama. Indonesia harus paham kenapa pulau sebesar itu ingin memisahkan diri, kenapa masyarakatnya tidak senang. “Mereka menginginkan perdamaian, kebebasan, rasa hormat dan pembangunan,” kata Ramos Horta saat ditemui di Taman Ismail Marzuki.

Ia mengatakan, selama ini masyarakat Papua belum merasakan pemerataan pembangunan yang diberikan pemerintah pusat. Meski begitu, Ramos Horta mengaku tidak mudah menyelesaikan persoalan Papua. Dibutuhkan usaha, komitmen dan kepemimpinan yang kuat untuk membangun Papua.

Harus ada kebijakan berkelanjutan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal dan pembangunan tidak merugikan lingkungan. Ramos Horta meyakini Indonesia memiliki pengalaman membangun dialog yang seimbang karena negara ini memiliki banyak sosiolog dan antropolog. Selain itu, Presiden Jokowi berkomitmen menyelesaikan ketidakadilan di Papua dan Papua Barat. Baca selengkapnya di Di antara. – Rappler.com

Data Hongkong