Berita hari ini : Jumat 9 September 2016
keren989
- 0
Indonesia wRap: Jokowi bertemu Duterte dan menunjuk Budi Gunawan sebagai Kepala BIN
Presiden Jokowi dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte membahas 3 isu utama dalam pertemuan bilateral. Ketiga persoalan tersebut adalah:
1. Penangkapan 177 WNI pengguna paspor haji ilegal Filipina
Terima kasih kepada Presiden Duterte yang telah menangani 177 WNI calon haji yang bermasalah, kata Jokowi.
2. 700 WNI berangkat haji dengan paspor Filipina
3. Keamanan maritim di kawasan menyebabkan WNI menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf.
Hasil pertemuan lengkap tersedia baca di sini.
Setelah bertemu Duterte, Presiden Jokowi menunjuk Wakapolri Budi Gunawan sebagai Kepala BIN.
Demi Allah, saya bersumpah akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Oancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kata Budi.
Budi merupakan salah satu anggota Polri yang terindikasi memiliki akun gemuk. Pada Januari 2015, KPK menetapkan Budi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.
Budi mengajukan permohonan praperadilan yang dimenangkannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Lagi Di Sini.
Sementara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menghentikan sementara pembukaan lahan gambut yang dilakukan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
Badan Restorasi Rumput (BRG) menduga pengelolaan dan pembangunan saluran air RAPP melanggar aturan. Kegiatan PT RAPP harus dihentikan sementara sampai pemetaan selesai, maksimal 3 bulan. Laporannya tersedia baca di sini.
Komjen Syafruddin ditunjuk menjadi Wakil Kapolri menggantikan Budi Gunawan
Komisaris Jenderal Syafruddin ditunjuk menjadi Wakil Kapolri menggantikan Jenderal Budi Gunawan yang diangkat menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada Jumat.
“Ini perintah Kapolri. Besok pukul 08.00 WIB akan dilantik, kata Syafruddin. Saat ini menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian Nasional (Kalemdikpol).
Syafruddin lulus dari akademi kepolisian pada tahun 1985. Ia pernah menjabat Kapolda Sumsel sebelum diangkat menjadi Kepala Divisi Profesi dan Keamanan Polri serta Kepala Lembaga Pendidikan Polri.
Ia juga pernah menjadi asisten Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tahun 2004. Baca selengkapnya di Kompas.com.
Terlalu Lama Menunggu PDI-P, PKS Usulkan Mardani Sera Sebagai Calon Sandiaga di Pilkada DKI
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung kadernya, Mardani Ali Sera, untuk menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 mewakili pengusaha Sandiaga Uno, pada Kamis, 8 September.
Menurut Wakil Ketua Dewan Syura PKS Hidayat Nur Wahid, partainya hanya punya 11 kursi di DKI sehingga PKS harus berkoalisi untuk mengusung calon. PKS memilih mengusung Sandiaga dari Partai Gerindra karena PDI-P belum memilih calonnya.
“Sampai detik terakhir, hingga kemarin, tentunya kami juga harus mengambil keputusan. Sebab kalau menunggu PDI-P belum jelas mendukung Ahok atau tidak. Sementara kami bukan anak buah PDI-P, kata Hidayat, Jumat.
Gerindra sendiri memiliki 15 kursi di DKI sehingga total kursi keduanya berjumlah 26 kursi. Cukup kursi untuk mengusung calon di Pilkada DKI Jakarta. Selengkapnya di Detik.com.
Kunjungan Ahok untuk meresmikan pasar Kampung Duri mendapat tentangan dari warga
Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama kembali ditolak warga. Kali ini terjadi pada Jumat pagi di kawasan Tambora, Jakarta, saat Ahok hendak meresmikan pasar Kampung Duri.
Puluhan warga masyarakat Tambora tampil sekitar 300 meter dari lokasi peresmian. Mereka menerbitkan tulisan-tulisan yang menolak Ahok, seperti ‘Penolakan kedatangan Ahok’ dan ‘Ahok sumber konflik warga Jakarta.’
Pengamanan terhadap Ahok tampaknya lebih ketat dari biasanya hari ini. Pasukan Gegana terlihat lengkap dengan senjata laras panjang yang tersebar di berbagai titik.
“Saya sangat takut Itu dia. Badanku tidak terlalu kecil, satu lawan satu masih oke. Jika itu orang lain tangkaikatakan padaku aku mau terkenal Juga. Persetan. “Ini gubernurnya,” kata Ahok.
Kendati demikian, Ahok tetap meresmikan pasar Kampung Duri yang dibangun atas sumbangan PT Wijaya Karya (WIKA) senilai Rp5,3 miliar.
Pengamanan terhadap Ahok menjadi lebih ketat dari biasanya. Aparat keamanan tim gabungan terlihat bersiaga di sekitar lokasi pelantikan. Lebih lanjut di CNN Indonesia.
Kementerian Lingkungan Hidup untuk sementara waktu menghentikan pembukaan lahan gambut PT RAPP

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membenarkan adanya pembersihan tanah dan saluran gambut yang dilakukan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Dusun Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Pulau Padang, Kepulauan Meranti, Riau. 9 September.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Badan Restorasi Rumput (BRG) menyatakan akan mengkaji ulang pengelolaan dan pembangunan saluran air RAPP yang dinilai melanggar aturan. “Kami sepakat RAPP menghentikan sementara kegiatan hingga pemetaan selesai. “Maksimal tiga bulan,” kata SSekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono, Jumat.
Namun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum akan melakukannya menjatuhkan sanksi kepada perusahaan kertas tersebut beberapa hari lalu terkait pengusiran Kepala BRG Nazir Foead. Saat ini PT RAPP hanya diberikan teguran lisan agar segera memperbaiki prosedur pemantauan tanah. Lebih lanjut di CNN Indonesia.
Indonesia wRap: Kamis, 8 September 2016
Dari Hari Literasi Sedunia hingga Obama memuji Deaf Cafe Fingertalk
Aktivis penentang reklamasi Teluk Benoa menjadi tersangka. I Gusti Putu Dharma Wijaya menjadi tersangka karena menurunkan bendera Merah Putih.
Dia memasang bendera Forum Rakyat Bali menolak reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) di bawah bendera Merah Putih. Peristiwa itu terjadi saat aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Bali pada 25 Agustus 2016.
Dharma ditangkap pada malam 7 September 2016 dan memicu protes dari para pendukungnya. Berita selengkapnya dapat dibaca di sini.
Sementara itu, UNESCO telah menetapkan tanggal 8 September sebagai Hari Aksara Internasional. Dalam daftar World’s Most Literate Nations tahun 2016, Indonesia menempati peringkat ke-60 dari 61 negara. Letaknya di bawah Thailand dan tepat di atas Botswana.
Namun kasus penindasan buku di Indonesia masih marak terjadi pada tahun ini. Misalnya penyitaan buku pada pameran di Tegal, Gramedia penarikan buku seri ‘Orang Kiri’ terbitan Tempo, dan pembubaran Perpustakaan Jalanan di Bandung oleh TNI.
Daftar kasus penindasan buku selama tahun 2016 dapat dilihat di sini.
Kabar baiknya, Deaf Cafe Fingertalk di Tangerang mendapat pujian dari Presiden AS Barack Obama. Ia memuji Dissa Ahdanissa.
Dissa merupakan pendiri kafe yang mempekerjakan penyandang tunarungu di Tangsel. Kafe tersebut bernama Deaf Cafe Fingertalk.
Apresiasi tersebut disampaikan Obama dalam pidatonya di acara Young Southeast Asian Leaders Initiative di Luang Prabang, Laos. “Pertahankan kerja bagus Anda,” kata Obama kepada Dissa. Lebih lanjut di sini.
—Rappler.com