• April 14, 2026

Berita hari ini : Kamis 14 Juli 2016

Pantau terus halaman ini untuk mengetahui berita pilihan Redaksi Rappler pada Kamis, 14 Juli 2016.

bungkus Indonesia: Mulai dari buruh yang menuntut pembebasan WNI hingga pemutaran film Wiji Thukul di Swiss

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menuntut Kedutaan Besar Filipina membebaskan 10 WNI yang disandera Abu Sayyaf. Sekretaris Jenderal KSPI Muhammad Rusdi menyerukan agar pemerintah Indonesia dan Filipina seperti keledai.

Ini merupakan keempat kalinya kelompok Abu Sayyaf menyandera WNI pada tahun ini. “Keledai itu jatuh ke lubang yang sama dua kali, tapi itu empat kali. Artinya keledai super, kata Rusdi.

Sementara itu, kisah hidup penyair yang hilang sejak 1998, Wiji Thukul, akan diputar pertama kali di Festival Film Internasional Locarno ke-69. Film berjudul “Istirahatlah Kata-Kata” ini menceritakan tentang kehidupan Wiji selama ia buron, pasca kerusuhan 27 Juli 1996.

“Film ini didedikasikan untuk penonton Indonesia. Terutama generasi muda, kata produser Yulia Evina Bhara.

Wiji menjadi sasaran aparat karena protesnya terhadap Orde Baru melalui puisi dan demonstrasi. Locarno International Film Festival berlangsung pada tanggal 3 hingga 13 Agustus 2016. Saksikan video di bawah ini:

Ahok diperiksa terkait kasus pertanahan di Cengkareng Barat

JAKARTA, Indonesia – Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama mendatangi Bareskrim Mabes Polri pada Kamis sore, 14 Juli, untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan penyimpangan pengadaan tanah di Cengkareng Barat.

“Masalah tanah Cengkareng. Kasih informasi saja,” kata Ahok usai diperiksa di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta.

Ahok sendiri berada di Bareskrim sekitar tiga jam. “Ada namanya (pertanyaan), ada jenisnya berbeda-beda. “Ada empat pertanyaan inti,” kata Ahok.

Ahok enggan membeberkan empat pertanyaan inti yang diajukan penyidik. Ahok hanya menjelaskan dirinya memberikan informasi mengenai proses pembelian tanah di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, dengan anggaran APBD 2015 sebesar Rp 668 miliar.

“Kami memberikan informasi kepada polisi tentang proses pembelian Cengkareng yang kami duga melibatkan gratifikasi dan sebagainya,” jelas Ahok.

“Kami mengajukan pemalsuan dokumen yang diserahkan ke Bareskrim,” kata Ahok lagi.

Ahok menduga ada gratifikasi sebesar Rp10 miliar atas pembelian tanah di Cengkareng Barat oleh Dinas Perumahan Gedung Negara.

Tanah tersebut sendiri rupanya milik Pemprov DKI Jakarta, namun terjadi transaksi pembelian di dalamnya seolah-olah tanah tersebut milik warga. Padahal, Badan Pertanahan Negara (SLA) menerbitkan sertifikat tanah tersebut.

Perlu diketahui, proses pembelian tanah Rusun Cengkareng Barat merupakan salah satu temuan Badan Pemeriksa Keuangan (FAA) dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan (LHP) Pemprov DKI tahun 2015.

Dari temuan LTD, diketahui lahan tersebut sebenarnya milik Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Pemprov DKI. – Rappler.com.

Kapolri Sertijab: Badrodin resmi menyerahkan jabatannya kepada Tito

JAKARTA, Indonesia – Hari ini, Kamis, Jenderal Badrodin Haiti menyerahkan tongkat estafet Kapolri kepada Jenderal Tito Karnavian dalam acara serah terima (sertijab) di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta.

Penyerahan tongkat estafet diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden No. 48 Tahun 2016 tentang pemberhentian Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Tito dan Badrodin kemudian menunjukkan lencananya yakni spanduk Polri Tri Brata.

Keduanya kemudian menandatangani dokumen serah terima dan Pakta Integritas Kapolri. Pasca penyerahan tongkat estafet Kapolri, peralihan kepemimpinan Korps Bhayangkara resmi bergeser dari Badrodin ke Tito. – Rappler.com

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mendapat ancaman pembunuhan jika menghadiri acara budaya di Ciamis

Bupati Purwakarta Dedi Edi Mulyadi mendapat ancaman pembunuhan jika menghadiri pertunjukan budaya Sunda di Kecamatan Rancah, Ciamis, Jawa Barat pada Sabtu malam, 16 Juli. Ancaman datang dari pemilik akun Facebook bernama Johan Abu Fawas dan Raden Syair Langit yang mengaku sebagai tokoh Islam di Kecamatan Rancah.

“Daripada menjadi kering (menimbulkan masalah) itu lebih baik jenis kelamin (robek/bergender), dan darahnya juga (karena darahnya juga) halal. “Karena bupati ini telah menghancurkan akidah Islam,” ancam Abu Fawas.

Dedi didakwa “Ada praktik aqidah yang sangat dangkal dengan menyebarkan virus penyembahan berhala yang berkedok budaya.” Dedi mengatakan ancaman itu tidak beralasan.

Menurutnya, yang dilakukannya selama ini adalah melakukan kegiatan Safari Budaya tanpa embel-embel kegiatan keagamaan apalagi menista agama. “Bagaimana saya bisa mempengaruhi agama Islam yang saya anut sejak lahir,” ujarnya.

Ia menyatakan akan tetap datang dan memenuhi undangan panitia acara untuk menonton pertunjukan wayang golek bersama. Lebih lanjut di Tempo.co.

—Rappler.com

pengeluaran hk hari ini