• March 20, 2026

Berita hari ini : Kamis 9 Februari 2017

Perkembangan berita terkini yang perlu Anda ketahui

Halo pembaca Rappler,

Pantau terus halaman ini untuk mengetahui update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Kamis, 9 Februari 2017.

Kementerian Dalam Negeri membenarkan adanya e-KTP palsu yang dikirim dari Kamboja

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh membenarkan penemuan dokumen elektronik yang dikirim dari Kamboja. Penemuan e-KTP dilakukan oleh anggota Komisi II DPR dan personel kepolisian.

Namun, dia mengatakan pihaknya akan memeriksa dan memverifikasi temuan tersebut di Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta.

“Kasus ini akan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya untuk penanganan lebih lanjut. Penyerahan barang bukti dan pelaporan oleh bea cukai akan dilakukan hari ini, kata Zudan di Jakarta.

E-KTP tersebut dikirim dari Kamboja menggunakan layanan pengiriman FedEx melalui Bandara Soekarno-Hatta. Benda tersebut teridentifikasi saat terdeteksi dengan alat transmisi sinar X dan setelah diperiksa ditemukan buku tabungan, kartu ATM, kartu Nomor Pokok Wajib Pajak, dan sejumlah dokumen elektronik lainnya.

Petugas bea cukai, kata Zudan, menduga barang tersebut merupakan dokumen palsu. Baca selengkapnya Di Sini.

Nasib Ahok sebagai Gubernur DKI kembali ditentukan pada 11 Februari

Masa cuti Gubernur DKI nonaktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama akan berakhir pada 11 Februari mendatang. Artinya, masa jabatan Plt Gubernur DKI Sumarsono alias Soni sudah berakhir.

Apakah ini berarti Ahok bisa kembali menjabat Gubernur DKI pada tanggal tersebut? Kementerian Dalam Negeri masih membahas apakah mantan Bupati Belitung Timur itu bisa kembali menjabat gubernur atau tidak.

Soalnya, status Ahok saat ini adalah sebagai terdakwa kasus penodaan agama yang persidangannya masih berjalan. Kemendagri baru memutuskan hal itu pada 11 Februari bertepatan dengan berakhirnya masa cuti Ahok.

“Kami masih membahasnya (status Ahok),” kata Dodi Riyadmadji, juru bicara Kementerian Dalam Negeri.

Dodi menjelaskan, Kementerian Dalam Negeri saat ini masih memilih apakah Pasal 156 atau 156a KUHP akan dijadikan dasar pengambilan keputusan. Jika Kemendagri memilih pasal 156a dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun, Ahok harus diberhentikan sementara.

Persoalan lainnya, jaksa menuntut Ahok dengan pasal 156 dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun ditambah pasal 156a. Jika Kemendagri menerapkan Pasal 156, Ahok bisa kembali menjabat Gubernur DKI. Baca selengkapnya Di Sini.

Kapolda Sultra: Ledakan di kediaman Wali Kota Kendari bukan karena bom

Kapolda Sultra Brigjen Andap Budhi menjelaskan ledakan yang terjadi di rumah pribadi Wali Kota Kendari Asrun. Saat ledakan terjadi Kamis pagi, calon Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra, istri dan anaknya sedang berada di dalam rumah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim penjinak bom (jibom), tidak ditemukan alat sekunder (secondary service), sehingga belum dapat dipastikan ledakan tersebut berasal dari bom.

“Tidak ada komponen bom seperti power, initiator, bahan peledak Dan mengalihkan,” kata Andap.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui dari mana sumber ledakan.

Menurut Karopenmas, Humas Mabes Polri, Brigjen Rikwanto, saat ini rumah Asrun rusak parah di bagian belakang. Beberapa jendela pecah. Sementara pos jaga dan garasi juga mengalami kerusakan cukup parah. Baca selengkapnya Di Sini.

Megawati: Jangan fokus Perbarui status di media sosial

HUT PDIP.  Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan, menyampaikan pidato politiknya saat perayaan HUT ke-44 PDI Perjuangan di JCC, Senayan, Jakarta pada Selasa, 10 Januari.  Foto oleh Widodo S.Jusuf/ANTARA

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan peserta “Jejak Proklamator” agar fokus pada kegiatan yang diikutinya. Jangan terganggu oleh kesibukan memperbarui status di media sosial seperti Twitter.

Pernyataan itu dilontarkan Megawati saat mengajak rombongan berjalan-jalan di bekas rumah dinas Wali Kota Pangkal Pinang, Bangka.

“Jadi nanti kalau jalan-jalan jangan ingat pacarmu. Jangan ooo saya belum (update di) Twitter. Namun kita harus menyadari betapa sulitnya perjuangan kemerdekaan ini, kata Megawati.

Kegiatan walk through yang diikuti ratusan remaja dari berbagai daerah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-44 PDI Perjuangan. Baca selengkapnya Di Sini. – Rappler.com

pengeluaran hk