• March 1, 2026

Berita hari ini : Rabu 25 Januari 2017

Kumpulan berita yang tidak boleh Anda lewatkan.

Halo pembaca Rappler,

Pantau terus halaman ini untuk update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Rabu, 25 Januari 2017.

Mengatakan Allah bukan orang Arab, Ade Armando jadi tersangka

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (Fisip UI) Ade Armando ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Yang bersangkutan dijerat dengan UU ITE, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, Rabu 25 Januari 2017.

Argo dilaporkan warga bernama Johan Khan lewat kicauannya di akun Facebook dan Twitter pada 20 Mei 2015. Saat itu, Ade menulis, “Allah bukan orang Arab. Tentu Allah ridha bila ayat-ayat-Nya dalam bahasa Minang, Ambon, Gaya Cina, Hip Hop, Blues dibaca.” Baca selengkapnya di Di Sini.

Presiden Jokowi memberikan grasi kepada mantan Ketua KPK Antasari Azhar

Presiden Joko “Jokowi” Widodo (Jokowi) akhirnya memberikan amnesti kepada mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. Dalam materi pengampunan, Jokowi mengurangi hukuman Antasari enam tahun penjara.

Keputusan Presiden tentang permohonan ampun Antasari sudah ditandatangani Presiden dan telah dikirim ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Senin pekan lalu, kata Juru Bicara Presiden Johan Budi, Rabu, 25 Januari di Jakarta.

Dengan demikian, pembebasan bersyarat Antasari yang dijalaninya saat ini tidak berlaku lagi karena mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan itu sudah menjalani hukuman 12 tahun. Baca lebih lanjut di sini.

Kapolri: Kasus Megawati akan diproses

Kapolri Tito Karnavian mengatakan pihaknya akan memproses laporan penodaan agama yang diduga dilakukan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

“Penyidikan dilakukan Polri untuk mengetahui apakah suatu peristiwa merupakan tindak pidana atau bukan,” kata Tito, Rabu, 25 Januari 2017 di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Megawati dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Senin, 23 Januari 2017 oleh Baharuzaman dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Gerakan Anti Pencemaran Nama Baik Anak Bangsa. Baca selengkapnya di sini.

Jelang Pilkada, Kapolri: Waspadai Isu Intoleransi

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjawab pertanyaan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/12).  Foto oleh Akbar Nugroho Gumay/ANTARA

Kapolri Tito Karnavian mengindikasikan isu intoleransi akan semakin marak menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar serentak pada 15 Februari mendatang.

“Kita lihat saja Jakarta, Aceh, Papua Barat. Potensi konflik itu ada, kata Tito saat rapat pimpinan yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Januari 2017.

Tito mengatakan, pilkada akan dilaksanakan serentak di 101 daerah. Dan saat ini dia meyakini telah terjadi polarisasi di masyarakat. Jika dibiarkan, kata Tito, “bisa menimbulkan ekses.” Baca berita selengkapnya di sini.

Tiga Mahasiswa Meninggal, Rektor UII Akui Terjadi Kekerasan

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Harsoyo mengatakan, panitia pendidikan dasar pecinta alam di kampusnya mengakui terjadi kekerasan terhadap peserta hingga menewaskan tiga mahasiswa.

“Bentuk yang digambarkan anak-anak itu dipukul dengan ranting, bukan rotan. Menurut cerita panitia, saat itu sedang hujan. “Banyak kerikil, pasir yang tergores, merayap,” kata Harsoyo, Selasa, 24 Januari 2017.

Menurut Harsoyo, pelatihan dasar pecinta alam yang dipersembahkan Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) UII ini berlangsung di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan diikuti oleh 35 peserta. Baca berita selengkapnya di sini.

Kasus hibah Kwartir Daerah Pramuka DKI masuk tahap penyidikan

Mantan Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Sylviana Murni (paling kanan) dikawal usai menjalani pemeriksaan di Gedung Direktorat Tindak Pidana Korupsi, Bareskrim Polri, Jakarta pada Jumat (20/1).  Foto oleh Reno Esnir/ANTARAs

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kompol Adi Deriyan mengatakan, kasus dugaan korupsi di Kuartal Pramuka DKI Jakarta Tahun 2014-2015 memberikan dana hibah yang melibatkan nama calon wakil gubernur DKI Sylviana Murni. . memasuki tahap penyelidikan.

“Iya (penyidikan) kemarin sudah ditetapkan,” kata Kompol Adi Deriyan saat ditemui di auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Januari 2017.

Andi Deriyan mengatakan, peningkatan status perkara dari penyidikan ke penyidikan karena penyidik ​​mempunyai cukup bukti adanya indikasi korupsi dana hibah Kwartir Pramuka DKI Jakarta Tahun 2014-2015. Baca berita selengkapnya di sini.

—Rappler.com

unitogel