Berita hari ini: Sabtu, 29 Oktober 2016
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Kumpulan berita yang tidak boleh Anda lewatkan
Halo pembaca Rappler,
Pantau terus halaman ini untuk mengetahui update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Sabtu, 29 Oktober 2016.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung membantah ada intervensi Kejaksaan Agung dalam dugaan korupsi penjualan aset Badan Usaha (BUMD) PT Panca Wira Usaha yakni milik daerah. Dalam kasus ini, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menjadi tersangka.
“Kami menyelidikinya secara profesional, tidak ada intervensi dari siapapun,” kata Maruli.
Ia pun membantah adanya intervensi pemerintah pusat seperti yang diklaim Dahlan saat ditahan Kejati Jatim.
“Saya tanya siapa penguasanya ya? Kalau Presiden, tidak pernah, ujarnya lagi.
Menurut Maruli, dugaan korupsi pelepasan aset PT PWU merupakan kasus lama. Bahkan saat menjabat Kepala Kejaksaan Jatim, kasus tersebut sudah menjadi sorotan publik. Ia mengaku mengusut kasus tersebut sama seperti kasus lainnya. Baca selengkapnya Di Sini.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengatakan, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menjamin aksi unjuk rasa yang digelar pada 4 November nanti akan aman. Ia mengaku sudah bertemu dengan Rizieq dan beberapa perwakilan massa yang akan melakukan aksi protes di depan Istana Merdeka pada pekan depan.
Habib menjamin aksi unjuk rasa akan berjalan tertib, aman, dan terkendali, kata Iriawan.
Ia mengatakan, FPI sudah menyepakati beberapa kesepakatan dengan pihak kepolisian.
“Kami tidak (membuat) kesepakatan, tapi kami membahasnya, karena sesuai apa yang dikatakan Habib Rizieq, dia yang akan memimpin (unjuk rasa),” kata Iriawan.
Ia pun meminta Rizieq menenangkan massa. Sebelumnya, di Gedung DPR, Rizieq menjelaskan, aksi demonstrasi pada Jumat, 4 November mendatang akan menuntut adanya penegakan hukum terhadap Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama. Menurut Rizieq, ucapan Ahok soal Al-Maidah menyakiti hati 51 umat Islam. Baca selengkapnya Di Sini.
Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono mendapat rumah baru dari negara. Pemberian rumah baru tersebut sebagai perwujudan peraturan perundang-undangan presiden.
Penyerahan rumah baru oleh Kementerian Sekretariat Negara kepada Pak SBY telah dilakukan pada Rabu, 26 Oktober lalu, kata Kepala Humas Kementerian Sekretariat Negara Mashrokan kepada media.
Penyerahan rumah baru tersebut secara simbolis dilakukan oleh Sekretaris Negara Setya Utama yang mewakili Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Dasar pembagian rumah tersebut adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987 tentang Hak Keuangan/Administrasi Presiden dan Wakil Presiden.
Lalu, Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pengadaan Perumahan dan Standarnya Bagi Mantan Presiden atau Mantan Wakil Presiden. Mashrokan mengatakan, rumahnya berada di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Baca selengkapnya Di Sini.
Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto menegaskan, tidak ada intervensi Presiden Joko “Jokowi” Widodo dalam kasus dugaan penodaan agama yang melibatkan Gubernur saat ini, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama. Ari mengatakan, Presiden Jokowi tidak mungkin ikut campur dalam proses ini.
“Bagaimana intervensinya, tentu tidak akan ada (intervensi Presiden), presiden harus ke Bareskrim,” kata Ari kepada media.
Dia juga mengatakan, tidak ada kaitan antara Ahok yang bertemu dengan Jokowi di Istana sebelum mendatangi Bareskrim untuk mengklarifikasi masalah tersebut, Senin lalu.
“Yang ke Presiden bukan ke Bareskrim, Pak Ahok. Jadi, tidak ada (intervensi presiden), ujarnya lagi. Baca selengkapnya Di Sini.
– Rappler.com