Berita hari ini: Sabtu 4 Februari 2017
keren989
- 0
Halo pembaca Rappler,
Pantau terus halaman ini untuk mengetahui update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Sabtu, 4 Februari 2017.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mencopot dua petinggi PT Pertamina, yakni Dwi Sutjipto dan Ahmad Bambang. Keduanya menjabat sebagai Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama.
Lalu apa alasan Rini mengeluarkan keduanya sekaligus? Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng mengatakan keduanya tidak solid dan tidak bisa bekerja sama dengan baik. Hal ini terlihat dari keputusan impor solar.
“Penghargaan itu seharusnya dilakukan. “Tetapi Dirut dan Wakil Dirut tidak sependapat,” kata Tanri.
Dia menjelaskan, seharusnya impor dilakukan saat cadangan solar kurang dari 20 hari. Namun kurang dari 15 hari, Dirut belum juga menandatangani keputusan impor tersebut. Wakil Direktur akhirnya mengambil alih dengan alasan Direktur sedang berada di luar kota.
“Sebenarnya mereka bisa berkomunikasi,” ujarnya. Baca selengkapnya Di Sini.
Setelah konflik antara Gubernur nonaktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin mereda, Susilo Bambang Yudhoyono justru kembali memanaskan isu tersebut. Melalui cuitannya di akun Twitter, SBY meminta Ma’ruf bersabar menyikapi persoalan yang mengemuka saat sidang ke-8 Ahok pada Selasa lalu.
Pak Ma’ruf Amin senior saya mohon bersabar dan kuat. Kalau kita dimata-matai, sasarannya bukan Pak. Kami yakin Allah maha adil *SBY*
— SB Yudhoyono (@SBYudhoyono) 4 Februari 2017
Dalam persidangan, kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat, menyebut ada bukti percakapan Ma’ruf dan SBY pada 7 Oktober 2016. Humphrey menyebut percakapan keduanya menjadi alasan MUI akhirnya mengeluarkan fatwa penodaan agama. .
Namun Maruf membantah pernyataan tersebut. Sementara itu, SBY membenarkan memang ada percakapan telepon pada tanggal tersebut, namun tidak membahas mengenai fatwa tersebut.
Presiden ke-6 lalu menyimpulkan pengacara Ahok bisa mempunyai bukti percakapan tersebut, karena komunikasinya disadap. Ia pun meminta penegak hukum mengusut kemungkinan penyadapan tersebut.
Kuasa hukum Firza Husein, Azis Januar, mengaku kliennya diintimidasi penyidik polisi hingga mengakui adanya percakapan dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab. Selain itu, dia juga diminta mengakui bahwa sosok dalam konten pornografi tersebut adalah dirinya sendiri.
“Yang bersangkutan (Firza) diminta mengaku, ditekan, disuruh mengaku atas berita yang viral. Sebenarnya kabar itu tidak pernah ada, kata Azis.
Diakuinya, pemeriksaan Firza di Mako Brimob semakin aneh karena kliennya diperiksa sebagai tersangka makar. Namun penyidik justru lebih banyak menanyakan materi percakapan dalam pesan singkat WhatsApp tersebut.
“Iya, ayo kita bertanya. Apa motifnya? Kalau makar, dari 20 pertanyaan, 9 pertanyaan terkait HRS (Habib Rizieq Shihab), terkait berita viral, terkait ponsel, komunikasi dengan HRS. Ini TIDAK “Ada hubungannya, kan,” katanya.
Lalu ada intimidasi dan tekanan dari polisi untuk mengakui video viral tersebut atau kasusnya akan diproses secara hukum. Baca selengkapnya Di Sini.

Mendekati waktu pelaksanaan pilkada pertengahan Februari, berbagai strategi dilakukan untuk meraih kemenangan. Salah satunya dengan melakukan pendekatan kepada pengurus partai politik lainnya.
Pasangan calon nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, tiba-tiba mendatangi kediaman Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Aburizal Bakrie. Apa yang mereka bicarakan pada Jumat malam?
“Tadi kita sudah bertemu dan ngobrol lebih jauh bagaimana cara memajukan Jakarya, persoalan ketenagakerjaan kita, perekonomian global yang berdampak pada kita,” kata Anies saat ditemui awak media.
Apakah mereka membahas tiga dukungan terhadap pilkada pertengahan Februari? Mantan Menteri Pendidikan itu membantahnya.
“TIDAK “Ada pembicaraan dukungan (di Pilkada),” kata Anies lagi.
Saat ini Partai Golkar telah memberikan dukungannya kepada pasangan calon nomor urut dua, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah lebih dulu berkunjung ke kediaman Aburizal. Baca selengkapnya Di Sini.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo memberi isyarat akan bertemu Susilo Bambang Yudhoyono usai Pilkada Serentak. Keinginan tersebut sebenarnya sudah disampaikan SBY sejak akhir tahun lalu. Namun pertemuan tersebut belum juga terwujud.
Kini, jika mantan Gubernur DKI itu sudah memberi sinyal, apa yang ingin dibicarakan SBY saat bertemu Jokowi?
“Iya, berbagi pengalaman lalu jelaskan apa yang disampaikannya kemarin. Saya pikir ini sangat jelas. “Supaya kedepannya semuanya benar-benar baik,” kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan yang ditemui di Wisma Proklik.
Menurut Hinca, persoalan utamanya bukan bertemu atau tidak. Namun ada hal yang harus dibicarakan bersama. Baca selengkapnya Di Sini. – Rappler.com