• March 20, 2026

Berita hari ini: Sabtu 5 November 2016

Kumpulan berita yang tidak boleh Anda lewatkan

Halo pembaca Rappler,

Pantau terus halaman ini untuk mengetahui update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Sabtu 5 November 2016.

Polisi: Buni Yani berpotensi jadi tersangka

Video yang diunggah Buni Yani di akun media sosial pribadinya itu terkait pernyataan Gubernur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama soal surat Al Maidah ayat 51 berbuntut panjang. Buni akhirnya dilaporkan ke polisi oleh pasangan relawan Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat.

Lalu bagaimana perkembangan kasus ini? Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, laporan Komunitas Advokat Muda (Kotak Adja) Ahok-Djarot saat ini masih dalam pemeriksaan Polda Metro Jaya.

Prosesnya berjalan (apakah Buni Yani dilaporkan atau dilaporkan kembali), kata Boy di Mabes Polri.

Dia menjelaskan, sebagai pihak yang diberitahu, bukan tidak mungkin Buni ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

“Sebagai terlapor, dia berpotensi menjadi tersangka dengan mengunggahnya, menyebarkannya di Facebook, kemudian viral dan kemudian menimbulkan kemarahan masyarakat. Kami ingin melihat apakah ada pelanggaran hukum atau tidak,” ujarnya. Baca selengkapnya Di Sini.

Ahok menyayangkan aksi 4 November yang berakhir ricuh

Gubernur nonaktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama akhirnya buka suara soal aksi 4 November yang digelar di pusat ibu kota. Ia menyayangkan aksi unjuk rasa yang berlangsung damai namun berakhir ricuh.

“Kami sangat menyayangkan, padahal masih bagus sampai Maghrib. Begitu Isya selesai langsung riuh, tidak seharusnya datang seperti ini,” kata Ahok usai melihat acara di Jalan Ki Mangunsarkoro no. 69, Menteng, hadir.

Ahok pun mengaku berempati terhadap masyarakat yang menjadi korban penjarahan dan kena gas air mata. Total, lebih dari 100 orang terkena gas air mata dan harus menjalani perawatan rawat jalan di RS Budi Kemuliaan.

Mantan Bupati Belitung ini juga prihatin dengan banyaknya sampah yang tertinggal. Beratnya 71 ton. Ia mengatakan upaya yang dilakukan untuk menghindari bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi adalah dengan mendatangkan ulama. Namun protes tersebut tetap berakhir ricuh. Baca artikel selengkapnya Di Sini.

Fadli Zon menyayangkan Jokowi tak bersedia bertemu perwakilan demo 4 November

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyayangkan demonstrasi yang terjadi pada 4 November itu berakhir ricuh. Dia menilai, salah satu faktor penyebab kisruhnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bertemu dengan perwakilan massa aksi.

Jika Jokowi bersedia bertemu dengan perwakilan massa aksi, maka tidak akan terjadi kericuhan.

“Saya menyayangkan Presiden tidak menerima delegasi pengunjuk rasa. Tadi malam dia ingin bertemu dengan pengunjuk rasa, saya kira TIDAK nanti ricuh,” kata Fadli yang juga menjabat Wakil Ketua DPR itu.

Ia juga menilai Jokowi diskriminatif dengan memilih tidak menemui pengunjuk rasa pada demonstrasi 4 November lalu. Namun, ia justru rela menerima pihak-pihak yang tidak begitu berkepentingan dan viral di dunia maya.

“Perhatian di dunia maya lebih banyak dibandingkan dunia nyata. Youtuber ditemukan, ibu-ibu pemilik warung yang digerebek Satpol PP juga ditemukan. Mulai viral di dunia maya,” kata Fadli. Baca selengkapnya Di Sini.

Polisi: Ahok akan diperiksa pada Senin 7 November

POLISI JATUH. Gubernur Basuki nonaktif

Wakil Presiden Jusuf “JK” Kalla meyakinkan proses hukum terhadap Gubernur nonaktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama akan dilakukan dengan cepat dan transparan. JK meminta masyarakat memberi waktu 2 minggu kepada dirinya.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, jadwal pemeriksaan Ahok ditetapkan pada Senin, 7 November.

Ahok (diperiksa Senin), saksi ahli (diperiksa Selasa dan Rabu), kata Boy saat memberi keterangan pers di Mabes Polri.

Boy mengatakan, hal itu disepakati saat perwakilan pengunjuk rasa bertemu dengan pemerintah dan JK.

“Kapolri menyampaikan dalam forum tersebut dalam waktu dua minggu tentang proses penyidikan yang sedang berjalan, lalu bagaimana posisi kasusnya,” ujarnya. Baca selengkapnya Di Sini.

Habib Rizieq mengancam akan protes lagi dalam waktu 3 minggu

KEMBALI. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq, mengancam akan kembali melakukan protes jika dalam waktu 3 minggu tidak ada perkembangan terkait kasus Ahok. Foto oleh Sakinah Ummu Haniy/Rappler

Rizieq Shihab, Ketua Front Pembela Islam (FPI), mengancam akan kembali turun ke jalan untuk berdemonstrasi jika tidak ada perkembangan terkait kasus dugaan penodaan agama. Rizieq mengaku mendapat janji dari anggota DPR untuk terus memantau kasus yang melibatkan Gubernur nonaktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.

“Setelah anti-Senin, kitnya akan habis berhasil semua berita. “Kalau dalam tiga minggu tidak ada kemajuan, kami siap (berdemonstrasi) lagi,” kata Rizieq kepada massa aksi yang berkumpul di depan gedung DPR, Sabtu 5 November dini hari.

Rizieq saat itu didampingi Ketua MPR Zulkifli Hasan dan anggota Komisi Hukum DPR Sufmi Dasco. Keduanya membenarkan adanya kesepakatan untuk mengusut Ahok.

“Mari kita pantau, agar tuntutan kita bisa menjadi kenyataan,” kata Zulkifli.

Setelahnya, Rizieq meminta massa aksi pulang. Baca selengkapnya Di Sini. – Rappler.com

sbobet