Berita hari ini : Selasa 18 Juli 2017
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Perkembangan berita terkini yang perlu Anda ketahui
Halo pembaca Rappler!
Pantau terus halaman ini untuk mengetahui update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Selasa, 18 Juli 2017.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto mengaku menghormati keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan proyek KTP Elektronik.
“Ketua KPK Agus Rahardjo sudah menetapkan saya sebagai tersangka. Saya menghormati proses hukum yang ada, ujarnya dalam konferensi pers yang digelar Selasa, 18 Juli 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Saat ini, lanjut Setya, pihaknya masih menunggu surat penetapan dirinya sebagai tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi. “Setelah saya diterima, saya akan merenung baik-baik dan berkonsultasi dengan kuasa hukum saya dan keluarga,” ujarnya. Baca berita selengkapnya Di Sini.
Pesawat kargo tersebut dilaporkan tergelincir sekitar 1 kilometer saat mendarat di landasan Bandara Wamena, Papua.
Akibat kejadian tersebut, Maskapai Tri MG Asia bernomor badan PK-YGG nyaris menabrak pagar pembatas bandara dan pemukiman warga.
Kabarnya kejadian tersebut terjadi karena pesawat mengalami masalah pada salah satu bannya saat hendak mendarat. Setelah tergelincir, salah satu ban pesawat lepas sekitar 100 meter dari badan pesawat.
Dua mobil pemadam kebakaran langsung disiagakan di dekat pesawat yang fatal itu. Sejumlah petugas kepolisian dan petugas bandara pun diarahkan ke lokasi. Baca berita selengkapnya Di Sini.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah menghormati penetapan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP Elektronik.
Pertama, kami menghormati proses hukum dan Golkar akan selalu menaati proses itu, kata Jusuf Kalla, Selasa, 18 Juli 2017 di Sentul, Jawa Barat.
JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, mengatakan apa yang menimpa Setya Novanto merupakan akibat ulahnya sendiri. Wajar jika semua perbuatan memalukan ada sanksinya, kata Jusuf Kalla.
Pemerintah, lanjut Jusuf Kalla, mendukung penuh upaya KPK dalam proses penegakan hukum pemberantasan korupsi, termasuk dalam menangani kasus korupsi KTP Elektronik. Baca berita selengkapnya Di Sini.
—Rappler.com