Berita hari ini : Senin 17 Juli 2017
keren989
- 0
Halo pembaca Rappler!
Pantau terus halaman ini untuk update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Senin 17 Juli 2017.
Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, meski Setya Novanto sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan KTP Elektronik oleh KPK, namun ia tetap akan menjabat sebagai Ketua Umum. Pihak pohon beringin akan melakukan perubahan baru jika sudah keluar keputusan hukum tetap.
Nurdin pun membantah akan menunjuk penjabat Ketum karena Setya dijadikan tersangka.
“Tidak (ada Plt). Ada ketua harian, ada koordinator, ada sekjen. “Semua fungsi dibagi sesuai prosedur kerja,” kata Nurdin yang ditemui di kediaman pribadi Setya.
Ia pun menegaskan, tidak akan ada rapat nasional luar biasa (Munaslub) bagi Golkar untuk menunjuk ketua umum baru.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham yang turut hadir di tempat tersebut juga menegaskan, kinerja partainya tidak akan terpengaruh meski Setya sudah berstatus tersangka. Keputusan KPK juga tidak akan mengubah haluan Partai Golkar untuk tetap mendukung pemerintahan Jokowi-JK.
“Apa pun yang terjadi, posisi politik Partai Golkar tidak akan berubah, tetap konsisten mendukung pemerintahan Jokowi-JK. “Kami juga tetap konsisten mentaati keputusan Rapimnas 2016 untuk mendukung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang,” ujarnya. Baca selengkapnya Di Sini.
Hakim praperadilan tunggal Cepi Iskandar menolak permohonan praperadilan yang diajukan tersangka Hary Tanoesoedibjo dalam sidang yang berlangsung Senin 17 Juli 2017 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
“Tolak eksepsi responden. Menolak lamaran pemohon. Penetapan Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka adalah sah, kata Cepi saat membacakan putusan.
Seperti diketahui, Hary Tanoe menjadi tersangka setelah diduga mengancam jaksa melalui pesan singkat. Dia dijerat Tanoe dengan Pasal 29 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE juncto Pasal 45B UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU ITE Nomor 11 Tahun 2008. Baca berita selengkapnya Di Sini.
Ketua DPR Setya Novanto mendukung langkah pemerintah memblokir aplikasi Telegram karena platform tersebut selama ini banyak digunakan jaringan teroris untuk membangun sel-sel baru.
Pemblokiran Telegram oleh pemerintah sangat tepat karena mengandung banyak konten yang memuat ajakan bergabung dengan kelompok teroris dan cara membuat bom, kata Novanto, Senin, 17 Juli 2017, di Jakarta.
Menurutnya, apa yang dilakukan jaringan teroris dengan Telegram sangat berbahaya dan akan mengancam kehidupan dan keamanan bangsa dan negara.
Ia mengatakan, tidak seharusnya paham bahwa terorisme yang disebarkan melalui aplikasi seperti Telegram masih terus terjadi sehingga membahayakan masyarakat Indonesia. Baca berita selengkapnya Di Sini.

Seorang WNI bernama Yosia Trifosa Siregar (24) dilaporkan hilang di Jepang sejak 6 Juli 2017. Hingga saat ini keberadaannya masih misterius.
Josia Trifosa diketahui sedang mengikuti kursus bahasa Jepang di Tokyo. Dia seharusnya kembali ke Indonesia pada 6 Juli. Tiket pulangnya sudah ada di tangannya. Tapi Yosia tidak pernah pulang.
Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui keberadaan Yosia karena hilang kontak. Keluarga Josiah sendiri tinggal di Bekasi. Pada Sabtu 15 Juli, mereka melaporkan hilangnya Josiah ke KBRI Tokyo.
Petugas KBRI langsung mengecek keberadaan Josia yang dikabarkan berada di kamar penginapan di kawasan Shin-Okubo. Namun Yosia tidak ditemukan di sana.
Pejabat KBRI berencana kembali ke kediamannya pada Selasa. KBRI juga akan menggunakan segala jalur dan saluran komunikasi untuk mencari Josiah, mulai dari imigrasi, PPI, komunitas, hingga media sosial. Rencananya kasus ini juga akan dilaporkan ke polisi Jepang.

Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman meminta semua pihak, termasuk media, berhenti menyebut Fahri Hamzah sebagai kader partainya. Pasalnya Fahri sudah lama dikeluarkan dari partai, meski akhirnya mengajukan gugatan ke pengadilan.
“Masyarakat sudah tahu. Sudah tahu posisinya (Fahri Hamzah). “Jadi, saya mengimbau kepada media untuk berhenti menyebut dia sebagai politikus PKS,” kata Sohibul di kantor DPP PKS.
Ia mengatakan, pria yang kini masih menjabat Wakil Ketua DPR itu hanya dari masa lalu PKS.
“(Fahri Hamzah) itu mantan,” tegasnya.
Saat ini, PKS tengah menempuh jalur hukum dengan mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang kemarin memenangkan Fahri. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 14 Desember 2016 menyatakan pemecatan yang dilakukan PKS tidak sah. Untuk itu, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memerintahkan PKS mencabut seluruh keputusan yang diambilnya terhadap Fahri, termasuk pemecatannya dari jabatan anggota partai, DPR, dan pimpinan DPR.
Sohibul mengatakan, proses pengajuan banding terus dilakukan.
“Kami sedang menangani kasus ini di Pengadilan Banding. “Itu terus berlanjut,” katanya. Baca selengkapnya Di Sini.

Seorang turis wanita asal Singapura bernama Rinta Paul Mukkam menghilang di perairan Gili Lawa, NTT, yang dekat dengan Pulau Komodo. Dia menghilang saat menyelam ke perairan tersebut.
Kakak Mukkam, Roy Paul Mukkam, menceritakan kejadian tersebut melalui akun Facebook miliknya, Roy Paul Mukkam. Roy mengatakan adiknya menghilang pada Kamis 13 Juli 2017 sekitar pukul 12.30 WIB.
Adik saya melakukan penyelaman di perairan Gili Lawa dekat Pulau Komodo dan hilang sejak menyelam siang tadi pukul 12.30 WIB, kata Roy.
Roy mengatakan, pencarian adiknya untuk sementara dihentikan pada hari itu dan akan dilanjutkan keesokan paginya. Informasi tersebut ia dapatkan dari Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA).
MFA telah menginformasikan kepada kami bahwa pencarian dan penyelamatan dihentikan malam ini dan akan dilanjutkan kembali pada pukul 05.00 waktu setempat, kata Roy. Baca berita selengkapnya Di Sini.
—Rappler.com