Berita hari ini: Senin, 6 Februari 2017
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan buatan AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteks, selalu merujuk ke artikel lengkap.
Perkembangan berita terbaru yang perlu Anda ketahui
Halo para pembaca Rappler,
Pantau terus halaman ini untuk update berita terbaru Senin 6 Februari 2017 oleh Redaksi Rappler Indonesia.
Pasangan petahana Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat kembali memimpin tingkat elektabilitas dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.
Dalam survei terbaru yang dirilis Survei Media Nasional (Median), duet Ahok-Djarot memperoleh 29,8% suara. Sedangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno meraih 27,8%. Sedangkan pasangan murni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana mendapatkan 26,1%. Baca berita selengkapnya di sini.
Sekitar 500 orang menyerbu kediaman mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.30 WIB pada Senin sore.
“Mereka berpidato di sana. Sekarang sudah dibubarkan paksa,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Iwan Kurniawan, Senin 6 Februari 2017. Baca berita selengkapnya di sini.
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, akan kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden pada pemilihan presiden dan wakil presiden 2019.
“Kader dan simpatisan Gerindra juga berharap Pak Prabowo Subianto ikut menjadi capres di Pilpres 2019. Ini aspirasi yang datang dari bawah,” kata Wakil Ketua Gerindra Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Senin, 6 Februari. 2017. katanya.
Pernyataan Fadli Zon dirilis untuk memperingati ulang tahun Gerindra yang ke-9. Baca berita selengkapnya Di Sini.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus mengatakan surat pemberitahuan status tersangka terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab akan dikirimkan dengan surat panggilan menjadi
“Surat panggilan sekaligus identitas tersangka, pemberitahuan sebagai tersangka saat panggilan,” kata Kombes Yusri saat dikonfirmasi, Senin, 6 Februari 2017.
Rizieq akan digugat pada Selasa, 7 Februari 2017 dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Pancasila dan menghina presiden pertama Indonesia Soekarno. Baca berita selengkapnya Di Sini.
—Rappler.com