• March 14, 2026

Bermain duet, Maudy Ayunda belajar banyak dari Hamish Daud

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Maudy dan Hamish membintangi film terbaru mereka ‘Trinity, The Reckless Traveller’

JAKARTA, Indonesia – Untuk pertama kalinya, Maudy Ayunda ikut membintangi film tersebut bersama aktor berusia 36 tahun Hamish Daud Trinity, pengelana Nekad yang siap menghibur penonton pada 16 Maret.

Menjadi kesempatan pertama bagi keduanya untuk bekerja sama dalam sebuah film, baik Maudy maupun Hamish tampak antusias saat menceritakan kisah pertemuan mereka dan bagaimana mereka membangun hubungan untuk kepentingan film tersebut.

“Menurut pendapat saya, mendesah, Maudy sangat profesional. Pertama kali saya bertemu dengannya, saya tidak menyangka dia akan bisa langsung terjun ke lapangan dan tidak takut. Itu membuatku lebih menghormati dan dari sana kimia kami memulai bangun,” kata Hamish yang ditemui Maudy usai konferensi pers peluncuran cuplikan dan poster film Trinity Yang Tidak Pernah Berkelana di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa 31 Januari.

Namun siapa sangka, sebelum mereka resmi saling mengenal soal proyek film ini, kata Maudy, mereka bertemu di Bandara. Saat itu, keduanya belum saling mengenal. “Sebelum film ini saya punya minum kopi sendirian di Bali. Maudy juga. Kami bersebelahan. “Kami melihat sekeliling, kami tidak saling kenal, tapi sepertinya di sana… Ternyata minggu depan kami bisa syuting film bersama,” kenang Hamish.

“Kami bertemu di rumah produksi dan berkata, ‘Oh, itu kemarin Bandara Apakah itu semuanya?’. Setelah itu kami banyak ngobrol dan menjadi lebih nyaman, mendesah,” tambah Maudy.

Kagum dengan sosok Hamish yang lebih senior darinya, Maudy mengaku banyak belajar dari kekasih Raisa itu. “Kami Membagikan banyak dan suka tidak suka kami berada di dalam mobil selama tiga jam, mendaki dua jam, di kapal, jadi kimia kami terbangun di sana,” jawab Hamish.

Karena film ini berkisah tentang sebuah perjalanan, baik Maudy maupun Hamish sangat tertantang. Keduanya diketahui gemar berjalan kaki. Hamish sebelumnya dikenal masyarakat dari sebuah acara televisi bergenre bepergian apa yang dia bawa

“Saya sangat menyukainya bepergian. Tapi mungkin Anda tidak pernah mengetahuinya bepergian sendirian seperti yang dilakukan Hamish. Saya belum pernah mencobanya jadi saya tidak tahu betapa menariknya atau seberapa bagusnya. Hanya saja saya sangat menyukai film ini. Mungkin perbedaannya adalah saya lebih menyukainya bepergian yang sedang bersama teman seperti itu. Belum membayangkan Yang backpacker,” kata Maudy.

“Dalam beberapa tahun terakhir bepergian atau cuaca petualangan sangat trendi. Semua orang menginginkannya bepergian. Yang membuat film ini spesial, selain berdasarkan buku yang sudah populer, kita pergi ke daerah-daerah yang tidak hanya gambarnya mahal, tapi juga…langsung untuk layar lebar, kualitasIndah sekali. Dan tidak sedetik pun setelahnya mengambil, mereka bilang itu aman. Tidak pernah. Selalu berkata luar biasaluar biasa,” tambah Hamish.

Berlatar belakang catatan perjalanan, film ini diambil di banyak lokasi. Setiap tempat mempunyai kenangan dan cerita tersendiri bagi Maudy dan Hamish.

“Sejauh yang saya tahu kebanyakan dari itu, ya, Lampung, Makassar. Saya pernah ke Makassar, tapi ini kotanya aha. Banyak hal yang tidak saya lihat di NTT dan Lampung. Khususnya tinggal di kapal,” kata Maudy.

Sementara itu, Hamish mengaku pengalaman tak terlupakan selama syuting adalah saat dirinya bisa bebas telepon pintar untuk beberapa hari. “Hari pertama mungkin seperti itu grogi. Namun setelah hari kedua dan ketiga saya melupakannya (ponsel pintar). Bisa menikmati dengan dirimu sendiri.” -Rappler.com

uni togel