• March 22, 2026
BRI akhirnya berhasil meluncurkan satelit perbankan pertama di dunia

BRI akhirnya berhasil meluncurkan satelit perbankan pertama di dunia

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Dengan memiliki satelit sendiri, BRI mengklaim mampu menghemat biaya operasional sebesar 40 persen. Selain itu, mereka dapat memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke daerah-daerah terpencil.

JAKARTA, Indonesia – Sempat tertunda pada Sabtu lalu, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk akhirnya meluncurkan satelitnya ke orbit pada Minggu dini hari 19 Juni sekitar pukul 04:39 WIB atau Sabtu 18 Juni dini hari Minggu 19 Juni. sekitar pukul 04:39 WIB atau Sabtu 18 Juni Kourou waktu Guyana Prancis, Selatan. Amerika.

Satelit tersebut, bernama BRIsat, diluncurkan ke orbit oleh peluncur roket Ariane 5 dari Pelabuhan Antariksa Guyana di Kourou. Saat diluncurkan, cuaca di Kourou terlihat cerah.

BRIsat akan mengorbit di atas pulau Papua, Indonesia. Sedangkan orbit tujuannya adalah Geostasioner dengan koordinat 150,5 derajat Lintang Timur.

Setelah dibawa roket Ariane 5 dengan muatan 10 ton, satelit dengan 45 transponder tersebut akan dilepaskan ke luar angkasa dengan peluncur roket. Satelit akan memulai proses masuk ke slot orbit geostasioner yang memakan waktu maksimal 20 hari.

Setelah menemukan orbitnya, perusahaan pembuat BRIsat asal Amerika Serikat, Space Systems Local (SSL), akan resmi menyerahkan satelit tersebut kepada BRI untuk langsung dioperasikan oleh 53 teknisi mereka. Ke-53 teknisi tersebut sebelumnya dilatih di SSL.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Aswami Syam mengatakan dengan rangkaian operasional tersebut, BRIsat akan berfungsi efektif memfasilitasi layanan perbankan perseroan 50 hari setelah peluncuran atau pada minggu kedua Agustus 2016.

Menghemat biaya operasional

Lantas apa keuntungan BRI meluncurkan satelit perbankan sendiri? Sis Apik Wijayanto, Direktur Konsumer BRI, mengatakan dengan diluncurkannya BRIsat dapat menghemat 40 persen biaya operasional satelit. Sebelumnya BRI menyewa satelit dengan biaya sewa Rp 500 miliar per tahun. Belum lagi biaya sewa satelit yang semakin meningkat setiap tahunnya.

Sedangkan satelit yang dibangun dengan biaya Rp3,375 triliun akan membantu BRI memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke pelosok. Selain itu juga dapat menyediakan infrastruktur digital kepada 59 ribu agen Laku Pandai BRI.

Umur teknis satelit dapat bekerja selama 15 tahun. Bahkan bisa diperpanjang hingga 17 tahun.

Semula satelit BRIsat akan diluncurkan pada Sabtu 18 Juni. Namun ditunda karena tekanan angin yang sangat besar di Kourou. BRIsat sebelumnya dijadwalkan diluncurkan pada 9 Juni, namun ditunda juga karena perusahaan luar angkasa Arianespace menemukan masalah pada senyawa cairan kriogenik, bahan bakar roket.

Akhirnya peluncurannya diundur selama 8 hari hingga 17 Juni 2016 waktu Jakarta. Namun peluncurannya kembali tertunda karena Arianespace kembali mendeteksi adanya masalah pada sistem kelistrikan pusar pada roket yang menghubungkan housing satelit EchoStar XVIII dengan pusat kendali peluncuran roket.

Echostar XVIII adalah satelit milik perusahaan televisi kabel Amerika, DISH Network LLC, diluncurkan bersamaan dengan BRIsat. – dengan laporan ANTARA/Rappler.com

BACA JUGA:

Togel Sidney