• February 8, 2026
Budi Gunawan diprediksi akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR

Budi Gunawan diprediksi akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR

JAKARTA, Indonesia – Tinggal beberapa langkah lagi bagi Komisaris Jenderal Budi Gunawan untuk menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Pagi ini jenderal bintang 3 itu akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI.

Nama Budi menjadi satu-satunya calon yang diajukan ke DPR oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo pada Jumat, 2 September. Surat pencalonan dikirim langsung ke Gedung Parlemen di Senayan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Lantas apa alasan Presiden Jokowi mengangkat jenderal bintang 3 menjadi Kepala BIN? Pratikno menjawab pergantian Kepala BIN hanyalah kelahiran kembali.

“Argumennya hanyalah kelahiran kembali. “Memang tidak ada periodisasi ketat mengenai Kepala BIN,” kata Pratikno.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari menilai Presiden Jokowi seharusnya memiliki pertimbangan khusus sebelum mencalonkan nama Budi Gunawan sebagai calon tunggal. Kharis pun yakin Budi mampu beradaptasi dengan cepat.

“Presiden mengutus orang dengan pertimbangan tertentu, karena mereka kompeten di bidang kepolisian dan militer, serta memiliki pengetahuan intelijen. Tempat baru ini bukan hal baru bagi Pak Budi Gunawan, kata Kharis di Gedung DPR, Jumat pekan lalu.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, penilaian terhadap sosok Budi Gunawan bisa dilihat ketika dilakukan uji kelayakan dan kepatutan. Jadi dia belum tahu apakah Wakapolri akan berhasil atau tidak.

“Kalau memenuhi tuntutan atau spesifikasi pasti kami lewati. “Tapi, kalau tidak, kita tidak akan berhasil,” ulangnya.

Ia mengaku tak masalah jika Kepala BIN berasal dari Polri. Yang terpenting, ia harus mampu menguasai kecerdasan. Sebelumnya, pada periode 2009-2011, BIN juga dipimpin oleh personel kepolisian yakni Jenderal (Purn) Sutanto.

Namun keputusan akhir, kata Kharis, ada di tangan Jokowi. Sebab peran DPR hanya memberikan pertimbangan.

Namun, tes kelayakan dan kepatutan ini ditengarai akan ditentang oleh Budi dengan lancar. Setidaknya dua partai besar yakni Golkar dan PDIP terang-terangan mendukung pencalonan Budi.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto mengatakan, pengalaman Budi sebagai petinggi polisi bisa memudahkan dirinya memberikan masukan kepada Presiden terkait deteksi dini keamanan dan masalah keamanan negara.

Terutama kejadian luar biasa yang mengganggu keamanan negara dan ketertiban masyarakat, khususnya terorisme yang masih menjadi masalah keamanan negara, kata mantan Ketua DPR itu. media minggu lalu jumat.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi DPR Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bambang Wuryanto mengatakan fraksinya setuju jika Budi ditempatkan sebagai Kepala BIN. Sejak duduk di parlemen, kata Bambang, PDIP selalu menyetujui usulan presiden terhadap calon pimpinan Polri, TNI, dan BIN.

“Semua prosesnya pasti akan kami laksanakan, termasuk uji kelayakan dan kepatutan,” kata Bambang. media.

Tercakup dalam kontroversi

Sejumlah pihak menilai penunjukan Budi sebagai Kepala BIN lebih cenderung karena alasan politik dibandingkan kinerja. Sebelumnya, nama Budi sempat menjadi sorotan saat disahkan DPR menjadi Kapolri, namun batal karena namanya mendadak disebut-sebut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi saat dilantik menjadi Wakil Kapolri menjabat. . Biro Pengembangan Karir Sumber Daya periode 2003-2006 dan jabatan lain di kepolisian.

Kharis menyadari persoalan ini bisa kembali diangkat dalam proses fit and proper test. Namun, kembali lagi bergantung pada Jokowi siapa yang akan menggunakan jasa BIN.

Hanya formalitas

Sementara itu, pagi ini tes kebugaran calon Kepala BIN akan dilakukan secara tertutup. Kharis menjelaskan alasannya karena banyak hal strategis terkait intelijen sehingga tidak mungkin dibuka ke publik.

“Dalam uji kelayakan ada pemaparan visi dan misi kemudian pemahaman mendalam dari masing-masing anggota,” kata Kharis.

Usai melakukan uji kelayakan, Komisi I DPR akan segera menggelar rapat internal untuk mendengarkan pendapat fraksi. Wakil Ketua Komisi I TB Hasanudin mengatakan DPR selanjutnya akan mempertimbangkan pencalonan Kepala BIN tersebut.

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti mengatakan uji kelayakan dan kepatutan yang digelar hari ini hanya sekedar formalitas. Sejauh yang diketahuinya, Budi Gunawan pasti akan lolos proses di DPR dan akan dilantik pada Jumat, 9 September mendatang.

“Kalau kita melihat pernyataan-pernyataan teman-teman di DPR, khususnya PDIP, ini adalah cara terbaik untuk menjalin hubungan dengan Ibu. Mega dan Bpk. Jokowi untuk berbenah. Yang saya dengar, dia dilantik pada Jumat, kata Ikrar yang dihubungi Rappler melalui telepon, Rabu, 7 September.

Menurut Ikrar, kinerja dan kemampuan Budi Gunawan cukup baik, namun citranya tercemar politik karena dikaitkan dengan tindak korupsi pada 2015.

“Situasi yang ada saat ini dibandingkan sebelumnya sudah berubah. Misalnya pada era SBY, Sri Mulyani dikecam berbagai politisi karena kasus BLBI, namun pada reshuffle kemarin, justru aktivis dan politisi yang mengkritiknyalah yang menyambutnya pulang. Apalagi hubungan KPK dan Polri kini semakin harmonis, apalagi di KPK sudah ada perwakilan Polri, kata Ikrar.

Budi dinilai memiliki kemampuan yang cukup baik di berbagai pihak. Polisi juga memiliki kemampuan intelijen di institusinya.

Jika hubungan Jokowi dan Megawati tetap baik hingga tahun 2019, bukan tidak mungkin, kata Ikrar, posisi Budi sebagai Kepala BIN akan tetap aman hingga pemilu mendatang.

Menurut Ikrar, langkah Sutiyoso sebagai Kepala BIN bukannya tanpa banyak kritik dari masyarakat seiring semakin banyaknya keterbukaan informasi yang dimiliki lembaga tersebut.

“Badan Intelijen harus bekerja diam-diam dan gaib. Faktanya, menyebarkan informasi justru akan membahayakan agen yang bekerja di lapangan, kata Ikrar. – dengan laporan ANTARA, Santi Dewi/Rappler.com

BACA JUGA:

Data Sidney