• March 19, 2026
Buntut dari penolakan sukarela Ahok, informasi palsu beredar di media sosial

Buntut dari penolakan sukarela Ahok, informasi palsu beredar di media sosial

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Salah satu penyebar informasi palsu bahkan dimintai pertanggungjawaban oleh KBRI Singapura.

JAKARTA, Indonesia – Penolakan imigrasi Singapura terhadap dua pendiri Sahabat Ahok pada akhir pekan lalu rupanya menimbulkan banyak permasalahan baru. Banyak pihak yang justru memanfaatkan momen ini untuk menebar fitnah.

Halaman Facebook Perwakilan RI di Singapura pada Senin 6 Juni menulis tentang WNI yang tinggal di Singapura, Chandra Lie:

Saudara Chandra Lie di media sosial Facebook menyampaikan TUDUHAN seperti di atas. Tolong berikan buktinya,” katanya penempatan itu.

Rupanya, Chandra menuding KBRI Singapura sengaja memperingatkan teman-teman Ahok agar membatalkan acara tersebut. Saat keduanya masih datang, mereka sengaja mengadu ke imigrasi agar tidak diperbolehkan masuk. Jadi jelas siapa kawan dan siapa musuh, tulis Chandra.

KBRI merasa terhina dan menuntut Chandra membuktikan kesombongannya. “Jika tidak bisa menyediakan, KBRI Singapura akan memprosesnya sesuai ketentuan yang ada,” kata perwakilan Singapura melalui media sosialnya.

Setelah bergulir selama dua hari, melalui akun Facebooknya, Chandra meminta maaf kepada KBRI Singapura.

Tersapu kampanye hitam

Warga negara Indonesia lainnya, Amelia Ayuningtyas pun ikut terdampak dengan tersebarnya nama kedua pendiri Teman Ahok akibat kasus ini. Dia memang punya nama yang mirip dengan Amalia Ayuningtyas, salah satu orang yang ditolak masuk ke Singapura.

Kemiripan nama ini rupanya menimbulkan prasangka sebagian pihak bahwa keduanya adalah orang yang sama. Foto pribadi Amelia diambil dan disebut-sebut Amalia tidak berhijab. Berbekal hal tersebut, portal nusanews.com; portalpiyungan.com; dan Factmedia.net menyebut Amalia berhijab hanya untuk menarik simpati umat Islam sehingga mereka memilih Basuki Tjahaja Purnama.

Tiba-tiba Amelia marah dan membantah. Dia berkata:

1. Foto Amelia tanpa hijab berasal dari keluarga kami (dalam hal ini saya sendiri) dan merupakan orang yang berbeda dengan aktivis Teman Ahok yang bersangkutan.
2. Bagi siapapun yang mengambil keuntungan, menyebarkan dan mencemarkan nama baik dengan menggunakan foto keluarga kita, maklumlah ada pasal hukum yang baru saja anda langgar (ranah pidana).
3. Kami sekeluarga menjamin 1000% foto yang beredar adalah milik orang lain selain aktivis Teman Ahok Amalia Ayuningtyas
4. Bagi siapapun yang melakukan pelecehan dan ancaman baik secara verbal maupun intimidasi dalam bentuk lain baik di media sosial maupun di dunia nyata, kami tidak akan tinggal diam dan pasti akan menempuh jalur hukum.
5. Kami siap mengungkapkan identitas secara detail sebagai bentuk penjelasan berupa tanda pengenal, paspor, visa dan lain sebagainya di hadapan petugas hukum jika ada yang membutuhkannya.
6. Bagi anda yang belum memahami permasalahan ini, kami harap anda dapat menahan diri dengan tidak bergabung.Membagikankomentar atau like yang viral sudah beredar karena bagaimanapun juga keluarga kami Amelia Ayuningthias membunuh karakternya karena kejadian tersebut karena dia juga memiliki keluarga, suami, anak, lingkungan dan karir dalam hidupnya.

Saat ini, menurut Amelia, ketiga portal tersebut telah menghapus postingan tentang dirinya. Tapi tidak ada alasan. Amelia menyimpannya sendiri tangkapan layar pencemaran nama baik yang melibatkan kepribadiannya.

Bagaimana cara menghadapinya?

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan, masyarakat atau lembaga yang terlibat kasus seperti ini bisa melaporkannya ke lembaganya. Oleh karena itu, peringatan dapat dikirimkan,’ katanya.

Dewan Pers juga dapat meminta portal tersebut menarik diri dan meminta maaf kepada pihak yang dirugikan.

Selain itu, ada juga opsi untuk melaporkan ke polisi jika portal yang bersangkutan masih bandel dan tidak mau mencabut tulisannya. – dengan pelaporan oleh Ursula Florene/Rappler.com

BACA JUGA:

Data HK