Bunuh diri atau terbunuh? Seorang TKW meninggal dunia di Hong Kong
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan buatan AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteks, selalu merujuk ke artikel lengkap.
Selama lebih dari seminggu, otoritas setempat tidak mengetahui penyebab kematiannya
MALANG, Indonesia – Seminggu setelah dia menerima berita kematian Suwedarningasri (35 tahun), keluarganya di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur masih menunggu penyebab kematian: kecelakaan, bunuh diri atau pembunuhan.
Suwedarningasri meninggal dunia akibat jatuh dari lantai 4 apartemen majikannya Hongkong. Belum jelas kapan ia jatuh, namun kabar duka tersebut diterima pihak keluarga pada Selasa, 3 Mei lalu.
Hendik Arso Hadi Winulyo, Kepala Desa Pujiharjo, mengatakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat juga masih menunggu surat resmi dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mengetahui informasi dan kronologi meninggalnya ibu satu anak tersebut.
“Kami mendengar informasi ini dalam beberapa hari terakhir. Keluarga korban menerima kabar pada 3 Mei 2016 dari PPTKIS (Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta) yang mengirim korban, dan kemudian baru memberi tahu saya,” kata Hendik, Selasa, 10 Mei 2016.
Setelah mendapat informasi dari pihak keluarga, aparat desa mencari informasi tentang kejadian tersebut ke Disnaker setempat dan jaringan buruh migran asal Pujiharjo di Hong Kong. Aparat desa baru percaya kabar tersebut setelah menerima foto-foto masa hidup korban dan kondisi jenazah setelah meninggal.
Mereka juga mendapat informasi dari PPTKIS tentang meninggalnya Suwedarningsari.
“Dinas Tenaga Kerja saja tidak mendengar, lalu akhirnya bersinggungan dengan PPTKIS. Sampai saat ini kami masih menunggu kronologis dan pemeriksaan post mortem penyebab kematian Suwedar,” ujarnya.
Ibu satu anak ini berangkat ke Hong Kong pada tahun 2002 sebagai pembantu rumah tangga. Dalam 10 tahun terakhir, Suwedarningasri tidak pernah berganti majikan.
“Kita masih menunggu kronologisnya, apakah meninggal karena terjatuh, terjatuh karena bunuh diri atau yang lainnya. Kami juga menunggu jenazahnya dikembalikan. Teman-teman TKI di Hong Kong juga terus memberikan kabar,” ujarnya.
Dari Desa Pujiharjo, ada sekitar 30 orang yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Malaysia.
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Malang, Sukardi membenarkan bahwa seorang TKI bernama Suwedarningasih meninggal dunia di Hong Kong. Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan penyebab meninggalnya TKW tersebut.
“Kami menunggu keterangan resmi dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengenai penyebab kematian dan proses pemulangan jenazah,” kata Sukardi. – Rappler.com